Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Assalamualaikum. Selamat datang di web Insomnia Notes, semoga kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu tercurah limpah kepada para pembaca semua. Melalui ini, saya Jeryanuar selaku admin mengajak para pembaca untuk mensuport akun Youtube admin dengan menonton dan subscribe di link berikut ini : Vlog Tahu Sumedang. Hanya dengan menonton dan subscribe, (gratis) sahabat sudah membantu channel tersebut untuk bisa terus berkembang. Terima Kasih.

×

Benteng Pamarisen, Sebuah Nama Sebuah Cerita


Lapangan Bola, Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada

Judul "sebuah nama sebuah cerita" ini admin maksudkan untuk menggambarkan keadaan Benteng Pamarisen, yaitu benteng peinggalan Belanda yang berada di lingkungan Dusun Pamarisen, Desa Mekarjaya, Sumedang Utara. Jika dulu admin pernah bercerita tentang benteng peninggalan Belanda yang sudah tidak terawat di Sumedang yaitu Benteng Darmaga di lingkungan Darangdan, mungkin keadaan benteng peninggalan Belanda di Pamarisen ini bisa dikatakan lebih memprihatinkan lagi karena sudah tidak ada atau tidak tersisa sama sekali.

Lapangan Bola,
Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada

Hujan baru saja reda ketika admin sampai di tempat ini, sebuah tempat yang menurut beberapa sumber memiliki bangunan bersejarah berupa benteng pertahanan peninggalan Belanda pada masa Perang Dunia I. Namun anehnya, tidak seperti benteng peninggalan Belanda di Sumedang lainnya yang relatif mudah admin jumpai walau harus menaiki bukit, benteng Belanda di Dusun Pamarisen ini sangat sulit admin temukan padahal medan jalannya bisa dikatakan lebih mudah daripada jalan menuju benteng Belanda lainnya. Admin sampai berulang kali bolak balik di jalur jalan yang sama untuk menemukan benteng yang katanya ada di Dusun Pamarisen ini.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Benteng Pamarisen sebagian besarnya memang sudah dihancurkan, dan dilokasi tempat benteng itu berada kini telah dibangun sekolah dan lapangan sepak bola (sungguh sangat disayangan), namun walau sudah mendapat keterangan seperti itu admin tetap penasaran dan ingin membuktikannya sendiri dengan mendatangi tempat benteng ini berada, karena awalnya admin beranggapan bahwa walaupun bentengnya sudah dihancurkan minimal pasti ada sisa-sisa reruntuhannya yang bisa saya dokumentasikan, dan bangunan SDN Pamarisen menjadi patokan untuk mencari tempat benteng itu berada, karena seperti telah disebutkan diatas Benteng Pamarisen dihancurkan untuk selanjutnya ditempat yang sama dibangun sekolah dasar dan lapangan sepak bola.
SDN Pamarisen, Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada

Namun rupanya admin harus kecewa dengan dugaan semula, karena ternyata benteng Belanda di Pamarisen sudah tidak tersisa bangunannya sedikitpun, itu yang admin lihat di lokasi ketika berkunjung ke Dusun Pamarisen di Desa Mekarjaya ini. Sangat disayangkan, mengingat bangunan bersejarah ini pasti sudah termasuk kedalam cagar budaya yang harus dilindungi jika wujudnya masih ada, dan seperti bangunan cagar budaya lainnya pasti bangunannya tidak boleh dihancurkan untuk suatu kepentingan apapun, bahkan walau itu untuk pembangunan sekolah., dan admin lihat lapangan bolanya pun bisa dikatakan tidak bagus, hanya berupa lapangan bola sederhana yang banyak kita temukan di desa-desa pada umumnya, ini sangat tak sebanding dengan penghancuran sebuah situs atau cagar budaya yang sangat berharga dan bisa menjadi potensi wisata bagi Kabupaten Sumedang sendiri.

Tapi entahlah, mungkin pemerintah setempat kala itu punya pertimbangan lain mungkin semua beranggapan bahwa tempatnya lebih baik diberdayakan daripada hanya untuk seonggok bangunan yang tidak bisa dipakai, dan mungkin banyak pertimbangan lain untuk kemaslahatan masyarakat, baik untuk masyarakat sekitar maupun masyarakat Sumedang secara umum.

Lapangan Bola, Lokasi Tempat Benteng Pamarisen Dulu Berada

Selain dari beberapa sumber artikel, sedikit keterangan admin peroleh juga dari penduduk sekitar ketika berkunjung ke Dusun Pamarisen, mereka mengatakan bahwa memang benar SDN Pamarisen dan lapangan bola yang ada dibelakangnya dulunya merupakan tempat benteng peninggalan Belanda berada, namun sudah sejak lama benteng tersebut dihancurkan untuk selanjutnya ditempat yang sama dibangun sekolah serta lapangan sepak bola. Namun demikian nama "benteng" tetap melekat di Dusun Pamarisen ini, karena sampai sekarang daerah ini masih disebut dengan "Benteng Pamarisen" oleh masyarakat setempat walau sudah tidak ada benteng yang berdiri di tempat ini.

Melihat dari posisinya, sangat masuk akal jika dulu tempat ini dijadikan markas atau benteng yang menjadi pusat persenjataan Belanda, karena dari tempat ini kita bisa melihat dan mengawasi pusat kota Sumedang dikejauhan, bahkan Gunung (bukit) Kacapi yang berada di Kecamatan Cimalaka dan dekat dengan pusat kota pun terlihat dengan sangat jelas, hanya sayang ketika admin berkunjung kesini sedang turun kabut sehingga pemandangan kota Sumedang tidak terlihat dengan jelas, dan admin hanya menggunakan kamera HP sederhana untuk mendokumentasikan gambarnya, yang tentunya kemampuannya untuk menangkap gambar pun terbatas.

Seperti pernah admin sebutkan di beberapa artikel dengan tema benteng Belanda, admin berfikir Belanda memang sangat jenius karena mereka membangun benteng-benteng atau instalasi-instalasi militer di tempat-tempat yang strategis dan bisa mengawasi pusat kota Sumedang secara langsung, jika terlihat ada pergerakan yang mencurigakan sedikit saja, maka moncong-moncong meriam akan langsung diarahkan dan didentumkan ke arah pusat kota, dan habislah kota Sumedang saat itu juga.

Gunung Kacapi Dan Kota Sumedang Terlihat Dari Lokasi Benteng

Berhubung Benteng Pamarisen sudah dihancurkan dan bangunannya tidak tersisa sama sekali, maka admin pun tidak bisa mendokumentasikannnya untuk dishare disini, sayang sekali memang, padahal dengan melihat saksi bisu peninggalan sejarah itu bisa bercerita lebih banyak daripada hanya sekedar membaca uraiannya di buku-buku ataupun artikel yang bercerita tentangnya.

Namun terlepas dari itu semua, berkaitan dengan Benteng Pamarisen ini pasti pemerintah setempat kala itu mempunyai pemikiran lain yang menghendaki kebaikan (mungkin), karena dalam menjalankan fungsinya melakukan pengawasan pada semua cagar budaya di daerahnya, pemerintah setempat tidak mengizinkan benteng ini dihancurkan dan membiarkannya. Kita hanya bisa berdoa dan berharap mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi pada bangunan-bangunan bersejarah lainnya, jika tidak bisa ikut merawat, minimal janganlah kita merusaknnya, bukan begitu sobat?

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Benteng Pamarisen, Sebuah Nama Sebuah Cerita" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2014/05/benteng-pamarisen-sebuah-nama-sebuah.html "

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar