Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Assalamualaikum. Selamat datang di web Insomnia Notes, semoga kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu tercurah limpah kepada para pembaca semua. Melalui ini, saya Jeryanuar selaku admin mengajak para pembaca untuk mensuport akun Youtube admin dengan menonton dan subscribe di link berikut ini : Vlog Tahu Sumedang. Hanya dengan menonton dan subscribe, (gratis) sahabat sudah membantu channel tersebut untuk bisa terus berkembang. Terima Kasih.

×

Insun Medal Insun Madangan


Mahkota Binokasih Sanghyang Pake

Mungkin beberapa dari sobat ada yang bertanya-tanya mengenai tulisan yang berbunyi "Insun Medal Insun Madangan, Aku Lahir Untuk Memberikan Penerangan" pada gambar header situs ini, kata-kata tersebut merupakan ucapan dari Pabu Tadjimalela yang menjadi asal mula nama Sumedang sekarang ini.

Setiap daerah dimanapun di nusantara biasanya mempunyai sejarah ataupun cerita yang melatarbelakangi nama daerah tersebut, seperti misal salah satu contohnya tentang cerita Legenda Sangkuriang yang menjadi asal mula nama Gunung Tangkuban Parahu. Begitu juga dengan nama Sumedang, ada sebuah runtutan sejarah yang menjadi asal mula nama Sumedang yang mana nama tersebut terus dipakai hingga saat ini.

Dulu, Sumedang merupakan sebuah kerajaan bernama Sumedang Larang dimana kerajaan Sumedang Larang ini merupakan pecahan dari Kerajaan Sunda-Galuh, sebuah kerajaan besar yang ada di Jawa Barat jaman dahulu. Kerajaan ini sebenarnya adalah kerajaan yang dulunya beberapa kali mengalami pergantian nama sejak mulai didirikan.

Pada masa awal didirikan, kerajaan Sumedang Larang bernama Kerajaan Tembong Agung, kerajaan ini didirikaan oleh Prabu Guru Aji Putih (putra Aria Bima Raksa, patih kerajaan Galuh Pakuan) kira-kira abad ke 12 masehi. Tembong berarti tampak dan Agung berarti besar, jadi kerajaan Tembong Agung bisa diartikan sebagai sebuah kerajaan yang tampak besar atau tampak agung. Kerajaan ini didirikan di Desa Leuwi Hideung, Kecamatan Darmaraja sekarang. Prabu Guru Aji Putih mempunyai empat anak yaitu Batara Kusumah alias Batara Tuntang Buana alias Prabu Tadjimalela, Sakawayana alias Aji Saka, Haris Darma, dan terakhir Jagat Buana alias Langlang Buana.

Diakhir masa kepemimpinan Prabu Guru Aji Putih, Kerajaan Tembong Agung ini kemudian dipegang oleh putra sulungnya yaitu Prabu Tadjimalela. Pada masa pemerintahan Prabu Tadjimalela Kerajaan Tembong Agung mengalami dua kali perubahan nama, yang pertama, Prabu Tadjimalela (juga mempunyai nama Prabu Agung Resi Cakrabuana) mengubah nama Kerajaan Tembong Agung menjadi Kerajaan Himbar Buana, Himbar berarti menerangi dan Buana berarti alam atau dunia, jadi Kerajaan Himbar Buana kurang lebih bisa diartikan sebagai kerajaan yang menerangi alam.


Lambang Keraton Sumedang Larang
Sumber Gambar : sumedanglarang.blogspot.com

Perubahan nama Kerajaan Tembong Agung yang kedua terjadi ketika Prabu Tadjimalela bertapa di Gunung Cakrabuana. Ketika Prabu Tadjimalela bertapa di kaki gunung itu, beliau melihat suatu fenomena alam yang sungguh sangat indah dan luar biasa. Beliau melihat sebuah cahaya yang melengkung menyerupai malela (selendang) selama tiga hari tiga malam, lalu entah kenapa mungkin karena saking kagumnya dan juga mendapat ilham...saat itu beliau langsung berkata dalam bahasa sunda buhun In(g)sun Medal, In(g)sun Madangan, yang bisa diartikan Ing = Aku, Medal = Lahir, Madangan = Penerangan/Pencerahan...jadi bila diartikan kembali menjadi "aku lahir, aku (untuk) memberi penerangan/pencerahan". Kata-kata ini yang admin gunakan pada header di situs ini.

Kata Insun Medal Insun Madangan inilah yang pada masa-masa berikutnya berubah pelafalannya dari mulut ke mulut dari telinga ke telinga selama beberapa generasi, dari kata Insun Medal Insun Madangan, menjadi Sun Madang, dan terakhir menjadi Sumedang. Jadi jika merujuk dari runut cerita diatas, kata Sumedang sebenarnya asalnya memiliki filosofi tersendiri, bahwa manusia harus bisa memberikan penerangan/pencerahan antara satu dengan lainnya, saling mengingatkan, saling menasehati dalam kebaikan, sampaikan walau hanya satu ayat...semoga bermanfaat.

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Insun Medal Insun Madangan" dengan link sebagai berikut : " http://www.wewengkonsumedang.com/2013/11/insun-medal-insun-madangan.html"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar