Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Assalamualaikum. Selamat datang di web Insomnia Notes, semoga kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu tercurah limpah kepada para pembaca semua. Melalui ini, saya Jeryanuar selaku admin mengajak para pembaca untuk mensuport akun Youtube admin dengan menonton dan subscribe di link berikut ini : Vlog Tahu Sumedang. Hanya dengan menonton dan subscribe, (gratis) sahabat sudah membantu channel tersebut untuk bisa terus berkembang. Terima Kasih.

×

Ayam Manohara, dan Cerita Tentang Ayam dan Bebek


Ayam Manohara

Sama seperti saat melihat kelomang yang diwarnai sedemikian rupa...ketika pertama kali melihat anak ayam warna warni seperti diatas, admin sedikit merasa aneh melihatnya, walaupun sudah bisa menebak ini anak ayam pastilah diwarnai oleh pewarna buatan dan bukan warna alami dari anak ayam tersebut, tapi tetap saja ketika pertama kali melihatnya admin rasa ini unik.

Katanya nama anak ayam yang diwarnai ini adalah Ayam Manohara, entah kenapa anak-anak ayam warna-warni ini dinamai Ayam Manohara, mungkin dulu inovasi mewarnai anak ayam ini berbarengan dengan munculnya sebuah kasus yang begitu booming waktu itu yaitu tentang seorang perempuan Indonesia yang konon katanya disayat-sayat dadanya nya oleh seorang Pangeran dari Malaysia.

Ayam Manohara ini bermacam-macam warnanya mulai dari merah jambu, kuning, merah, ungu, biru, hijau, dan lain-lain, tapi kebetulan ketika admin mendatangi pedagang yang jual Ayam Manohara di atas tampaknya jualannya telah laris manis, dan yang tersisa adalah warna ayam-ayam di atas. Berbicara tentang ayam, admin jadi teringat cerita yang cukup menginspirasi mengenai salah satu ciri lelaki sejati, judulnya admin lupa lagi, tapi kalau tidak salah judulnya "Ayam dan Bebek", kira-kira begini ceritanya :

Pada suatu malam sepasang pengantin baru sedang berjalan-jalan bergandengan tangan di sebuah tempat wisata alam di musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan di awal-awal pernikahan mereka, ketika sedang menikmati kebersamaan itu tiba-tiba mereka mendengar suara dari kejauhan....“kwek !! kwek !!”....

“dengar, itu pasti suara ayam” kata si istri...“bukan, itu suara bebek” kata si suami. “bukan, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras. “sayang, suara ayam itu ‘kukuruyuuuk’, bebek itu ‘kwek! kwek!’ seperti yang kita dengar barusan, jadi itu suara bebek sayang” kata si suami mulai merasa jengkel.

“kwek !! kwek !!” suara itu terdengar lagi. “nah, tuh ! itu suara bebek” kata si suami...“bukan sayang, itu ayam, aku yakin betul !!” tandas si istri sembari menghentakkan kaki.

“Dengar ya !! Itu a? da? lah? be? bek, eb-e-be-eb-e-be-k-bek...BEBEK ! mengerti !?” si suami berkata dengan gusar...“tapi itu ayam ” masih saja si istri bersikeras... “itu jelas-jelas bebek sayang, BEBEEEEEEKKK !!” kata si suami makin jengkel...

Terdengar lagi suara, “kwek !! kwek !!” sebelum si suami mengatakan sesuatu, si istri sudah hampir menangis dan berkata “tapi itu ayam ”, si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya ia ingat kenapa dia menikahinya.

Wajahnya mulai melembut dan berkata dengan mesra, “maafkan aku sayang, kurasa kamu benar, itu memang suara ayam kok ” si istri lalu menjawab “terima kasih, sayang ” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya. “kwek !! kwek !!” terdengar lagi suara tersebut, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Itu sedikit ceritanya sobat-sobat, kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas?? kalau saya sendiri mengambil pelajaran antara lain : 

Sah-sah saja berdebat selama tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dari berdebat itu sendiri, (karena dengan berdebat katanya memang bisa menjadi sarana untuk saling memahami, jadi tak apa-apa mungkin ya kalau masih dalam tahap wajar), karena jika mau jujur...berapa banyak rumah tangga yang hancur dikarenakan hal-hal sepele yang bertumpuk dan kekesalan terhadap pasangan tersebut hanya dipendam dan akhirnya meledak berujung perpisahan...berapa banyak rumah tangga yang hancur karena "ayam atau bebek" seperti kasus di atas. 

Sebagai lelaki sejati, daripada sebuah pertengkaran yang kadangkala dikarenakan hal sepele, lebih baik mengalah...karena yang lebih penting dari salah ataupun benar adalah keharmonisan dengan pasangan...kalaulah si lelaki di atas tidak mau mengalah, sudah hampir dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan bisa menikmati indahnya malam itu.

Apa sobat-sobat ada yang mau menambahkan kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita di atas ?? semoga bermanfaat ya...

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Ayam Manohara, dan Cerita Tentang Ayam dan Bebek" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/05/ayam-manohara.html

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar