Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Assalamualaikum. Selamat datang di web Insomnia Notes, semoga kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu tercurah limpah kepada para pembaca semua. Melalui ini, saya Jeryanuar selaku admin mengajak para pembaca untuk mensuport akun Youtube admin dengan menonton dan subscribe di link berikut ini : Vlog Tahu Sumedang. Hanya dengan menonton dan subscribe, sahabat sudah membantu channel tersebut untuk bisa terus berkembang. Terima Kasih.

×

Situs Masjid Kuno, Masjid Agung Manonjaya, Tasikmalaya


Masjid Agung Manonjaya

Beberapa waktu yang lalu admin berkesempatan singgah di sebuah Masjid yang kental dengan nilai-nilai sejarah yaitu Masjid Agung Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya. Admin rasa pengalaman singgah di Masjid ini cukup unik karena admin baru pertama kali singgah di Masjid Agung Manonjaya ini tapi anehnya admin merasa tidak asing dengan arsitektur masjidnya, ya, karena setelah admin berkeliling dan melihat-lihat bangunan Masjid Agung Manonjaya ini, ternyata arsitekturnya sangat mirip dengan Masjid Agung Sumedang, kalau dianalogikan mungkin seperti saudara atau adik kakak. Berikut kita coba bandingkan dulu kedua bangunan tersebut

Masjid Agung Manonjaya

Masjid Agung Sumedang

Beberapa perbedaan terlihat hanya pada bangunan-bangunan sekelilingnya saja, dimana di Masjid Agung Manonjaya terdapat bangunan menara yang agak lebar dan tidak terlalu tinggi, bangunan kokoh tersebut dulunya dipakai oleh muadzin untuk mengumandangkan adzan ke seluruh penjuru kota, sedangkan di Masjid Agung Sumedang menara untuk mengumandangkan adzan ini lebih tinggi dan lebih ramping. Menurut admin pribadi persamaan antara Masjid Agung Manonjaya dengan Masjid Agung Sumedang dapat dilihat dari beberapa hal berikut :
Atap Masjid tumpang tiga dan di ujung bangunan paling atas terdapat mustaka yang bentuknya mirip mahkota,
Mempunyai banyak tiang penyangga Masjid,
Jendela dan pintu Masjid berukuran besar sehingga sirkulasi udara di dalam Masjid menjadi lancar dan terasa sejuk,
Meskipun bangunan Masjidnya cukup besar, ruangan di dalam masjid untuk shalat berjamaah terbilang cukup kecil untuk ukuran sebuah Masjid Agung, namun sebagai gantinya beranda Masjid cukup luas untuk menampung banyak jamaah

Masjid Agung Manonjaya

Sama halnya dengan Masjid Agung Sumedang, Masjid Agung Manonjaya yang terletak di Dusun Kaum Tengah, Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Tasikamalaya ini memiliki kekhasan tersendiri dari segi arsitekturnya, selain itu kedua Masjid ini sama-sama dilindungi oleh undang-undang yang dikeluarkan oleh Badan Arkeologi RI yang merujuk UU Kepurbakalaan pada 1 september 1975.

Itu berarti persamaannya tak hanya dari segi arsitektur saja, dari segi usiapun hampir sama, sama seperti Masjid Agung Sumedang Masjid Agung Manonjaya ini sudah berusia ratusan tahun dan sudah digolongkan ke dalam sebuah situs warisan yang harus dilindungi keberadaannya. Dari beberapa sumber dikatakan bahwa Masjid Agung Manonjaya ini dibangun sekitar tahun 1837, dan ada pula yang menyebutnya dibangun sekitar 1832, terlepas dari perbedaan tersebut tentunya usia Masjid ini dapat dikatakan sudah sangat tua, hampir dua abad. Berdasarkan hal tersebut maka Masjid Agung Manonjaya ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan dilindungi oleh undang-undang kepurbakalaan serta menjadi sebuah situs yang harus dilindungi keberadaannya.

Masjid Agung Manonjaya

Seperti telah disebutkan diatas, Masjid yang secara arsitektur sangat kental dengan nuansa neoclasic ini memiliki banyak tiang penyangga, kabarnya tiang penyangga tersebut berjumlah 62 buah dengan diameter antara 50-80cm, dilihat dari kejauhan pun Masjid ini nampak mencolok dan berbeda dengan area sekitarnya dengan dominasi warna hijaunya.

Sama seperti admin barangkali sobat ada yang bertanya-tanya, Masjid ini berada di wilayah kecamatan dan jauh dari pusat kota Tasikmalaya tapi kenapa status dan namanya adalah "Masjid Agung"? karena biasanya Masjid Agung itu berada di pusat kota atau di pusat kabupaten. Jawabannya, hal itu mungkin adalah karena dulunya daerah Manonjaya ini adalah ibukota Tasikmalaya sebelum dipindahkan ke pusat kota yang sekarang. Ya, ternyata jika melihat dari sejarahnya, daerah Manonjaya ini dulunya adalah ibukota Kabupaten Tasikmalaya ketika masih bernama Kabupaten Sukapura, nah mungkin karena hal itulah Masjid ini dinamakan Masjid Agung dan namanya tidak berubah sampai sekarang.

Masjid Agung Manonjaya

Terlepas dari apa yang telah admin sebutkan diatas, admin ingin mengajak pada sobat-sobat semua mari kita pelihara berbagai peninggalan sejarah yang ada di negeri kita ini, baik itu bangunan bersejarah, adat, kesenian, dan lain sebagainya. Berkaitan dengan bangunan-bangunan bersejarah, jika memang kita tidak bisa ikut memeliharanya, setidaknya jangan kita merusaknya, karena banyak kita jumpai di tempat-tempat atau di bangunan-bangunan bersejarah terdapat coretan tangan-tangan jahil ataupun sampah yang merusak keindahan dan juga merusak fisik dari bangunan bersejarah tersebut, bukankah indah jika kita melihat sebuah situs atau cagar budaya yang bersih, rapi, dan sedap dipandang mata seperti halnya Masjid Agung Manonjaya ini?

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Situs Masjid Kuno, Masjid Agung Manonjaya, Tasikmalaya" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2014/03/situs-masjid-kuno-masjid-agung.html"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar