Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Ibu Een Sukaesih, Sang "Guru Qalbu"

                            
Bu Een Sedang Mengajar Anak Didiknya
Sumber Gambar : liputan6.com

Selamat hari pahlawan, pahlawan...apa yang terbersit di benak kita ketika mendengar kata tersebut? seorang yang gagah berani, berbadan tegap, mengais senapan, berjibaku dalam desingan peluru dan gugur demi membela tanah air?? mungkin itu salah satunya ciri pejuang yang gugur dan menjadi pahlawan, tapi kita sepakat ciri pahlawan tak melulu seperti itu. Itu adalah salah satu ciri pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, tapi dimasa mengisi kemerdekaan tentunya lain lagi ciri-ciri pahlawan ini.

Banyak contoh para pahlawan dimasa kini yang mengisi kemerdekaan dengan mengharumkan nama bangsa, baik dari cabang olahraga, keilmuan, maupun yang lainnya. Kita sebut saja salah satu contoh yang begitu dielu-elukan saat ini karena prestasinya yang membanggakan adalah Timnas U-19, betapa tidak, mereka telah mengharumkan nama bangsa Indonesia dan menjadi pembicaraan hangat di mancanegara, sumbangsih yang begitu nyata untuk bangsa.

Lalu pertanyaannya, sumbangsih apa yang telah kita berikan pada negara ini untuk meneladani semangat para pahlawan? rasanya memang sulit menjawabnya karena kebanyakan dari kita memang tidak bisa memberikan sesuatu yang "wah" bagi bangsa dan negara ini, kita hanya orang biasa, tanpa skill atau kemampuan yang "wah" juga, itu mungkin pikiran kita. Tapi bukankah sebenarnya disekeliling kita banyak orang-orang yang kita anggap sebagai pahlawan? ayah? ibu? guru? saudara? teman? atau siapapun itu yang banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan kita. Dan lagi-lagi pertanyaannya adalah, sudahkah kita bisa berkontribusi untuk memberi kemajuan pada yang lainnya??

Ibu Een Sukaesih
Ibu Een Dijenguk Bapak Presiden SBY
Sumber Gambar : Sindo News

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yang kebanyakan dari kita tidak bisa menjawabnya karena merasa diri bukan siapa-siapa dan juga tidak mempunyai kemampuan yang "wah" seperti yang disebutkan diatas, admin ingin mengajak sobat semuanya untuk berkaca pada sosok yang satu ini, ibu Een Sukaesih, seorang warga Dusun Batukarut, Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Lokasi rumah beliau tidak terlalu jauh dari Lokasi Galian Pasir Tampomas.

Admin sebenarnya kurang mengikuti pemberitaan tentang ibu Een Sukaesih ini yang beritanya booming beberapa bulan kebelakang, sampai-sampai banyak tokoh yang datang ke rumah beliau di Sumedang mulai dari Ust. Yusuf Mansyur, Aa Gym, Bimbo, dan lainnya bahkan Presiden SBY pun turut menjenguknya. hal tersebut dilakukan untuk mengapresiasi beliau dan memberikan kenang-kenangan berupa Album nya sendiri untuk diberikan pada ibu Een Sukaesih, katanya ibu Een ini sangat suka sekali lagu-lagu ciptaan beliau.

Ibu Een Dijenguk Bapak Wagub Jabar Deddy Mizwar
Sumber Ganbar : deddymizwar.com

Selain itu berita tentang ibu Een Sukaesih ini juga kabarnya selalu menjadi headline news di beberapa media pada saat itu, admin tidak tahu akan hal tersebut sampai melihat beliau tampil di acara Hitam Putih yang dibawakan Dedy Corbuzier di salah satu tv swasta saat itu. Admin tidak mengikuti perkembangan berita tentang ibu Een Sukaesih ini di Sumedang pada waktu itu karena pada saat yang bersamaan admin sedang berada di Jawa Timur untuk beberapa bulan dan tidak sempat membaca berita lokal tentang Sumedang.

Memang kenapa dengan ibu Een Sukaesih ini sampai beliau menjadi sorotan? jawabannya sungguh simpel yaitu dedikasi dia dalam mengajar, tapi yang membuatnya berbeda adalah beliau melakukan itu ditengah keterbatasannya dalam keadaannya menderita penyakit Rheumatoid Arthritis, yang membuatnya lumpuh dan tidak bisa bangun dari pembaringan serta merasakan nyeri yang berkepanjangan jika salah gerak sedikit saja, selain itu matanya pun sedikit demi sedikit mengalami gangguan penglihatan. Pada awalnya, ibu Een ini adalah seorang guru dan selalu mengajar ke sekolah secara normal seperti biasa, namun kira-kira 26 tahun ke belakang beliau terkena penyakit Rheumatoid Arthritis hingga menderita kelumpuhan, namun walaupun begitu beliau tidak berhenti mengajar dan mengalihkan tempat belajar para siswa ke rumahnya.

Ditengah keterbatasannya tersebut bu Een tidak lantas mengeluh, malah beliau berusaha memberdayakan apa yang masih tersisa pada dirinya sehingga bisa bermanfaat bagi sekelilingnya, lebih jauhnya bermanfaat bagi nusa dan bangsanya. Ibarat Jendral Soedirman yang sakit parah namun ia terus memberdayakan pikirannya demi bangsa dan negaranya, ia tuangkan pemikirannya dalam mengatur strategi perang untuk memenangkan pertempuran dengan cara bergerilya.

Mungkin itulah yang Bu Een aplikasikan pada dirinya, dimana peperangannya adalah dalam bidang pendidikan, beliau terus berjibaku walau dalam keterbatasannya, tidak menyerah untuk bisa memberikan yang terbaik yang dimilikinya dalam bidang pendidikan, yang karena semangatnya tersebut beliau mendapatkan Award atau penghargaan dari salah satu TV swasta yaitu SCTV Award, sebagai sang Guru Qalbu.

Bapak Presiden SBY sendiri mengakui semangat ibu Een ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, dan karena hal tersebut Wakil Gubernur Jawa barat Dedy Mizwar meminta agar kisah hidup ibu Een ini dibukukan, dimana selanjutnya rencananya kisah hidup ibu Een yang tertuang dalam buku tersebut akan difilmkan, kabarnya format atau gaya filmnya sendiri akan dibuat seperti film laskar pelangi yang telah sukses menginspirasi banyak orang. Untuk pengerjaan film tersebut akan disutradarai langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Ibu Een Dijenguk Ustadz Yusuf Mansyur
Sumber Gambar : Pikiran Rakyat

Admin mungkin tidak akan terlalu banyak bercerita tentang ibu Een karena tentunya di sumber lain pun telah banyak dibahas dan pastinya uraiannya lebih lengkap, dan bahkan mungkin sobat juga sudah banyak tahu tentang ibu Een sebelum admin memposting tulisan ini. Maksud tulisan admin ini hanya ingin berkaca pada semangat hidup beliau yang mampu memberdayakan apa yang ada pada dirinya, hingga bisa memukau banyak orang dan membuka banyak mata hati yang mungkin telah lama terkunci. Berkaca dari keadaan beliau, mari kita introspeksi diri sudah sejauh mana kita memberdayakan diri dengan anggota tubuh yang masih lengkap dan segar ini.

Ibu Een Dijenguk Bapak Jusuf Kalla
Sumber Gambar : Kabar Priangan

Admin yakin, pastinya masih banyak "Ibu Een" lain yang ada di Indonesia yang terus berusaha memberdayakan dirinya walau dalam keterbatasan, agar ia bisa berguna bagi orang lain di sekitarnya. Mungkin inilah ciri Pahlawan Sejati dari dulu sampai sekarang, ia tak mengeluhkan apa yang ada dalam diri, tapi terus berusaha memberikan manfaat bagi sesama.

Mudah-mudahan Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan hal-hal lainnya yang bagaikan penyakit akut di negeri kita ini tidak lantas membuat kita menjadi apatis dan masa bodoh dengan keadaan. Jika ibu Een Sukaesih saja yang dengan keterbatasannya bisa memukau banyak orang dengan semangatnya mencerdaskan generasi bangsa, kenapa kita yang segar bugar ini tidak berusaha melakukan sesuatu yang minimalnya bisa membawa ke arah kebaikan dan perbaikan, walaupun tidak "wah". Tapi entahlah, karena pada prakteknya pastinya memang sulit dan admin pun mungkin hanya bisa berucap tanpa bisa melaksanakan, menurut admin pribadi, walaupun kita tidak bisa berbuat sedikitpun, minimal kita mempunyai niat untuk itu dan tidak hanya mengeluhkan keadaan, bukan begitu??

*update : innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun, ibu Een Sukaesih Sang Guru Qalbu telah berpulang ke pangkuan Allah yang Maha Kuasa pada tanggal 12 Desember 2014, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, diterangkan alam kuburnya, dan diberi tempat terbaik di sisi-Nya, aamiin.

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Ibu Een Sukaesih, Sang "Guru Qalbu"" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/11/ibu-een-sukaesih-sang-guru-qalbu.html"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar