Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Menara Loji, Riwayatmu Kini

Menara Loji

Kesan pertama ketika melihat menara ini...sulit diungkapkan dengan kata-kata, bagi admin pribadi menara ini terlihat keren, bergaya neo-gothic menciptakan kesan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Nama menara ini adalah Menara Loji, jika dulu admin share tentang objek atau bangunan bersejarah di Kecamatan Jatinangor yaitu Jembatan Cincin, maka sekarang admin akan coba share atau tulis kembali mengenai landmark yang sekaligus menjadi objek bersejarah lainnya di Kecamatan Jatinangor yaitu Menara Loji ini. Menara Loji berada di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor yang menempati lahan eks kampus Universitas Winaya Mukti (UNWIM).

Di Sumedang tempo dulu, Jatinangor merupakan daerah perkebunan, tepatnya perkebunan karet, pemilik perkebunan karet di Jatinangor adalah W.A Baud seorang berkebangsaan Jerman. Menurut berbagai sumber yang ada, salah satunya dari Wikipedia, Menara Loji ini dibangun pada sekitar tahun 1800-an yang berfungsi sebagai penanda dan berbunyi pada waktu-waktu tertentu setiap harinya, yaitu pada pukul 05.00 sebagai penanda untuk mulai menyadap karet, pukul 10.00 sebagai penanda untuk mengumpulkan mangkok-mangkok getah karet, dan terakhir berbunyi pada jam 14.00 sebagai penanda berakhirnya kegiatan produksi karet.

Pada sekitar tahun 1980-an lonceng Menara Loji dicuri dan hingga kini kasusnya tidak jelas, baik mengenai pencurinya, motifnya dan lain-lain. Kbarnya Pemkab Sumedang sendiri sebagai pihak yang berkewajiban untuk menjaga cagar budaya yang ada di Sumedang tidak tahu menahu tentang kelanjutan kasus pencurian itu.

Seperti halnya Jembatan Cincin, jika dilihat dari dari sisi sejarah, tentunya keberadaan Menara Loji ini sangat penting sebagai warisan sejarah bangsa Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Sumedang pada khususnya. Tentu pemerintah setempat wajib melindungi serta melestarikan peninggalan sejarah tersebut sebagai jati diri dan identitas Kabupaten Sumedang sendiri, namun, apa mau dikata, keadaan Menara Loji sekarang tidak jauh berbeda dengan seperti yang terlihat di foto ini.

Menara Loji di Jatinangor

Menara Loji yang megah tampak kurang terawat, toh loncengnya dicuri pun kabarnya dari beberapa sumber Pemerintah tampak tidak mau tahu, perawatan terakhir menara ini hanya berupa pengecatan ulang yang dilakukan oleh UNWIM pada tahun 2000-an. Andai Menara Loji ini dirawat dan dipelihara layaknya sebuah warisan yang berharga, pastinya terlihat semakin gagah.

Sekali lagi, seperti halnya Jembatan Cincin, mudah-mudahan kedepannya Pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan warisan-warisan sejarah seperti Menara Loji ini di Kabupaten Sumedang, agar generasi mendatang tetap bisa mengagumi keindahan dan kemegahannya, serta antusias untuk mempelajari sejarahnya.

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Menara Loji, Riwayatmu Kini" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/03/menara-loji.html"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar