Hujan Deras, dan Kelemahan Malaikat Penghitung Setiap Tetesnya

Baca Juga

Hujan Deras
Hujan Deras di Bundaran Alamsari
Akhir-akhir ini, atau tepatnya beberapa bulan terakhir Sumedang seringkali tiba-tiba diguyur hujan yang sangat lebat, seperti ketika admin melintas di Bundaran Alamsari ini, Bundaran Alamsari yang ditengah-tengahnya terdapat Monumen Adipura ini sendiri merupakan salah satu pintu masuk menuju Sumedang kota, berhubung Sumedang adalah kota kecil, jika sobat melewatii kota Sumedang dari arah manapun entah mulai masuk ataupun akan meninggalkan kota Sumedang pasti melewati bundaran ini.

Bundaran ini menjadi perempatan menuju ke beberapa tempat, seperti tempat admin mengambil foto atau gambar ini adalah arah menuju Sumedang kota, ke arah kiri (dari foto ini) adalah menuju kota Bandung melewati jalur By Pass jalan Prabu Gajah Agung, arah lurus (dari foto ini) adalah menuju Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan seterusnya, ke arah kanan (dari foto ini) adalah ke arah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan seterusnya

Kembali lagi, tentang hujan, sebenarnya admin sedikit bingung dengan kondisi cuaca sekarang ini, musim kemarau dan musim hujan seolah-olah sudah tidak jelas lagi batasan waktunya. Sewaktu kecil diajari bahwa secara awam kita juga bisa mengetahui musim apa yang sedang berlangsung berdasarkan nama bulan, misal nama bulan yang ada "ber"nya (september, oktober, nopember, desember) itu adalah musim hujan, dan mulai bulan ma"ret"berarti hujannya mulai se"ret", lalu bulan-bulan selanjutnya adalah musim kemarau sampai kembali pada bulan yang ada "ber" nya lagi. Tapi sekarang, nampaknya musim hujan dan musim kemarau sudah tidak melihat nama bulan lagi, mungkin benar alam kita sudah mulai rusak, dan sekarang seringnya cuaca tidak jelas, mendung, haleungheum.

Berkaitan dengan hujan ini, ada sebuah cerita renungan untuk kita semua, apalagi sekarang masih dalam suasana Ramadhan dan sangat tepat bagi kita untuk mengaji dan mengkaji berbagai fenomena yang ada di alam ini serta mengambil pelajaran darinya. Cerita ini adalah tentang malaikat penghitung tetesan air hujan, malaikat yang sangat hebat yang bahkan satu tetes air hujan pun tak luput dari pengawasannya, tapi malaikat ini punya sebuah kekurangan, apakah kekurangannya tersebut ?? berikut kisahnya :

Diriwayatkan (Al-Mustadrah Syeikh An-Nuri, jilid 5: 355, hadis ke 72) bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Disaat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu. Aku bertanya kepada Jibril as, pendampingku,

"Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya?"

Jibril berkata, "Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi."

Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat tadi,

"Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam as? (sejak Nabi Adam as diciptakan)."

Malaikat itupun berkata,

"Wahai Rasulullah SAW, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam as sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetesan yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia."

Mendengar uraian malaikat tadi, Rasulullah sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.

Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau

"Wahai Rasulullah SAW, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung tetesan air hujan yang yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan."

Rasulallah SAW pun bertanya, "Apa kekurangan dan kelemahan kamu?"

Malaikat itupun menjawab "Kekurangan dan kelemahanku, wahai Rasulullah, jika umatmu berkumpul di satu tempat, mereka menyebut namamu lalu bershalawat atasmu, pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas shalawat yang mereka ucapkan atas dirimu."

Begitulah kekurangan malaikat tersebut, ia bahkan tidak bisa menghitung banyaknya limpahan pahala yang diberikan oleh Allah kepada mereka yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW. Itu artinya sebutan beribu berjuta bermilyar-milyar pun tak akan cukup untuk menggambarkan pahala dari Allah kepada mereka yang mau bershalawat atas Nabi Muhammad SAW (dengan ilmu dan ikhlas tentunya), sungguh sangat merugi kita jika tidak melaksanakannya, Subhanallah, hanya Allah lah Sang Maha Pemurah, Maha Pemberi. Mari sama-sama bershalawat, dan kita niatkan untuk rajin bershalawat...“Allahuma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallim".

Monumen Adipura di Bundaran Alamsari, Saat Musim Kampanye

Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Hujan Deras, dan Kelemahan Malaikat Penghitung Setiap Tetesnya" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/07/hujan-deras.html

73 comments:

  1. alhamdulillah masih diberi hujan mas, ada rezeki yang diberikan allah

    ReplyDelete
  2. dengan banyak bershalawat insya Allah sebagai syafaat kita di akherat ya kang..haturnuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya ya kang di atas lupa ga kesebut sama sekali...padahal itu yang utama dari shalawat, terima kasih atas koreksi dan penambahannya kang

      Delete
  3. waktu masih dines ke cirebon hampir tiap minggu melewati bunderan ini, sayangnya masih semrawut sampe sekarang ya kang..
    ups?! ilmu agama saya yang cetek ini jadi nambah...ternyata ada malaikat yang tugasnya menghitung tetesan air hujan ya....sungguh ALLAH maha besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau soal semrawutnya mah sudah jadi rahasia umum ya kang heheh...ah kadang cape hate eung lihat sumedang sekarang mah ya...
      sama atuh kang WS juga masih cetek n pastinya WS lebih cetek dari yang cetek se cetek-ceteknya tea gening, lagi kokoreh aja kang sakedik-sakedik, mulungan elmu ti batur :)

      Delete
    2. kalau beliau berdua berbicara----jadi lahan saya belajar bahasa sunda...hehehe

      Delete
    3. eheh iya maaf ya mbak jadi agak roaming ya...kadang suka ga nyadar juga di coment malah pakai bahasa sunda...intinya artinya WS juga sama masih cetek, n lagi mencari-cari ilmu agama juga sedikit demi sedikit, n ga habis pikir juga dengan keadaan Sumedang yang semrawut sekarang ini...

      Delete
    4. saya gelar spanduk aja deh sambil nyimak

      Delete
    5. spanduknya ngambil dari stasiun Gubeng ya mas...heheh

      Delete
    6. saya gelar tikar sambil bawa botol. kalau ada yang resek saya lempar botol..xixixi

      Delete
    7. asiik, ketangkep....simpan dulu ah buat nanti buka puasa

      Delete
  4. semoga hujannya manjadi berkah amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin Mas Jocker n Mas Yanuar :)

      Delete
    2. beruntung masih diberi hujan,kita tengok saudara kita yg kekeringan di luar sana

      Delete
  5. subhanallah...begitu hebatnya Alloh kita ya, Dia yang super duper cerdas melebihi siapapun, hingga tetesan hujan pun di ciptakan divisi tersendiri yang bertugas menghitungnya. Maha Banyak Ilmu Alloh, tapi, Maha Luas pula ampunannya. Semoga Ramadhan ini menjadi awal kita bersungguh-sungguh dalam beribadah, baik dalam bekerja, belajar, mengurus rumah tangga, mengajar, bertani, dll....semangat!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru kali ini berkunjung ke rumah Kang WS...rupanya anget, nyaman...wong ada api di sebelahnya.

      Delete
    2. Amiiin mbak Khusna, semoga dengan Ramadhan ini akan melahirkan jiwa kita yang baru ya, menjadi awal kesungguhan dan semoga kita bisa terus menerus memperbaharui niat kita untuk beribadah kepada Allah, karena tak jarang di tengah jalan banyak godaan yang membelokkan niat kita dan pada prateknya tentu mengganggu kualitas ibadah kita juga.

      Terima kasih mbak sudah berkunjung ke blog WS ini, WS dulu pernah berusaha berkunjung ke blognya mbak khusna tapi agak susah, alamat blog nya ga dicantumkan di G+nya ya mbak ??

      Delete
    3. wah ada ya ?? kok kemarin WS cari2 ga ada ya mang..?

      Delete
  6. ternyata malaikat juga ada kelemahannya juga ya kang... kalau begitu mamang mau perbanyak bershalawat Nabi...

    ReplyDelete
  7. subhanaAllah... membaca sholawat begitu banyak pahalanya.. sampai sampai malaikat pun tidak bisa menghitungnya.. marikita panjatkan sholawat untuk Nabi besara Muhammad SAW.. agar kita selalu mendapat barokahnya.. amin....

    ReplyDelete
  8. Hujan adalah nikmat Allah Ta'ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta'ala. “Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami', 3078)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mas Dimas...
      padahal saat hujan turun juga merupakan saat-saat diijabahnya doa oleh Allah, dan disaat-saat itu doa menjadi mustajab. Semoga kita terhindar dari mencela hujan..

      Delete
  9. menarik yah, ada kisah dibalik tetesan hujan.. aku baru tau kisah ini skrg..
    Surabaya mendung.. sesekali hujan, puasa dengan cuaca seperti ini menguntungkan banget yah, jd ga gampang haus.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak Lina, tapi harus hati-hati juga ya karena cuaca yang ga menentu bisa bikin kondisi fisik drop juga :D

      Delete
  10. sama nihh di tempat gue, sering banget hujan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, cuaca bener2 ga menentu neh ya :(

      Delete
    2. cuaca sekarang memang tidak bisa di tebak.

      Delete
  11. allhammu sholli 'alaa muhammad,
    mas ws ini memang memberi kisah yang inspiratif keren banget.
    saya jadi rajin bersholawat nih dalam hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. aduh jadi malu...
      iya mas kisahnya memang keren :)
      yuk mas kita sama-sama belajar rajin shalawat

      Delete
    3. Allohummasholli'ala Muhammad wa'ala ali wa sohbih

      Delete
  12. subhanalloh, sangat menarik hadist mas,
    kalau sini sulit diprediksi, sudah jarang-jarang hujan kadang cuma gerimis tapi juga kadang banjir

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu ya mas, sekarang cuaca sulit diprediksi...udah lama ga hujan eh tiba2 banjir, dan banyak lagi fenomena lainnya, mungkin benar alam tempat kita tinggal sudah terlampau tua dan rusak, harus banyak2 istigfar mungkin ya kita mas

      Delete
  13. salah satu tanda akhir jaman adl org2 lari dr rahmat... dan hujan bg sebagian org bkn lg menjadi rahmat... mereka lari (tdk suka) dg datangnya hujan...

    hm, ironis...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an kita tidak termasuk di dalamnya ya mas Pri

      Delete
  14. saya baru tau Mas kalau ada kisah dibalik tetesan hujan.

    beberapa hari ini tempat saya hujan terus + angin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. WS juga baru baca kemarin2 bli KS :)
      n langsung tulis n share disini deh hehe...kalau di tempat WS hampir setiap hari hujan

      Delete
  15. coba Kang, gambar apinya diganti embun atau air gitu, pasti sering hujan nanti di sini. di blog.

    btw ikut bersyukur Kang, siip, alhamdulillaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe iya ya kang, takutnya para pengunjung blognya kegerahan apalagi bulan puasa gini y :D
      Iya kang, Alhamdulillah...

      Delete
  16. mampir disini sambil melihat hujan, siapa tahu bisa menyejukan hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe maaf telat menyambutnya mbak iis :)

      Delete
  17. Hampir setiap sore tempat Boku dalam seminggu ini selalu hujan Kang, perasaan juga jadi adem Kang.., nggak begitu panas hawanya saat berpuasa. Salam Kang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas boku...pastinya kalau ujan jadi adem n ga begitu haus ya...salam juga mas boku :)

      Delete
  18. kunjungan siang sob...
    mantap sob blog kamu...
    n sngat informatif sekali...
    jngn lupa berkunjung kembali ke blog saya ya...

    http://seputar-edukasi.blogspot.com/

    http://kumpulantipshebat.blogspot.com/

    ReplyDelete
  19. wah sama berarti mas :) disini juga kadang masih hujan :) bikin adem pas puasa :Dhhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuaca lagi sama rata sama rasa mungkin ya mas hehehe

      Delete
  20. hujan rahmat di bulan Ramadhan kan? InsyaAllah...selamat pagi WS

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak KY, Insya Allah. Selamat siang kak :)

      Delete
  21. subhanallah :) makasih gan buat artikelnya :) sangat bermanfaat sekali..

    ditunggu kunjungan baliknya ya :)

    ReplyDelete
  22. kirain disini doang yang hujan mulu
    aku malah kepikiran mang lembu tah
    kumaha nasib si huwi dari goa hantunya kalo diguyur hujan terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin huwi nya jadi lanaasan kang hehehe

      Delete
  23. subhanallah, sedemikian besar pahala yang manusia terima dari ALLAH, bahkan melebihi jumlah tetesan air hujan....lalu nikmat mana lagi yang kan kita dustakan....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mas...nikmat mana lagi yang akan kita dustakan...Subhanallah. Salam mas :)

      Delete
  24. pesan yg bagus mas,perbanyaklah bershalawat agar kelak mndapat syafaat di hari akhir nanti

    ReplyDelete
  25. Hati-hati Kang WS Dengan adanya musim hujan ini
    Kita harus sigap dan waspada, mengenai dampak buruknya
    Semoga kita semua selalu selamat, setiap saat (Amien)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mas...
      Iya mas ssetuju sekali...n musim pancaroba nya juga mmbuat badan jd gampang sakit kalau kurang fit

      Delete
  26. makasih mas infonya, saya seorang blogger pemula yang lagi mencari artikel berkualitas tentang Belajar Search Engine Optimization

    ReplyDelete