Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Berbuat khilaf adalah sifat. Meminta maaf adalah kewajiban. Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan. Saya, admin blog Insomnia Notes MEMOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum. Selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1440 H.

×

Tampomas, Bandros-nya Sumedang

Bandung Tour On The Bus (Bandros). Img Dari tribunnews.com

Tampomas, Bandrosnya Sumedang - Seperti yang telah kita ketahui, Bandung pada era kepemimpinan walikota Pak Ridwan Kamil mempunyai bus trans moda pariwisata bernama Bandros. Bandros sendiri merupakan singkatan dari Bandung Tour On The Bus, yang melayani para wisatawan untuk berkeliling kota Bandung dengan rute yang telah ditentukan sesuai warna Bus Bandros.

Dan, tentu saja wisatawan sangat terbantu dengan keberadaan Bandros ini. Karena dengan menaiki Bandros, praktis para wisatawan langsung diantar menuju/berkeliling beberapa destinasi wisata andalan di kota Bandung. Langsung diantar tanpa harus sibuk bertanya "Eh, tempat wisata yang keren dan instagramable di Bandung, dimana aja sich?". Oh ya, Bandros sendiri sebenarnya adalah nama salah satu makanan khas tanah pasundan, berupa penganan yang didominasi rasa gurih santan kelapa, hemmm.

Setelah pak Ridwan Kamil lengser dari tampuk kepemimpinan Kota Bandung lalu naik menjadi Gubernur Jawa Barat, sempat tersiar berita bahwa Bandros, bus trans pariwisata kota Bandung ini akan dihibahkan ke beberapa daerah di Jawa Barat diantaranya yaitu Kota Cimahi, Kabupten Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Lama setelah itu, hampir tak ada kabar lanjutan terdengar. Ya, seiring dengan berlalunya berita tersebut, saya belum menemukan atau membaca berita kelanjutannya, berupa konfirmasi apakah hibah tersebut jadi dilaksanakan, ataukah tidak. Nah, barulah kemarin, di akun instagram Bupati Sumedang yaitu Pak Doni Ahmad Munir dengan nama akun @dony_ahmad_munir, didapati ada satu post yang memperlihatkan bus trans pariwisata yang penampakan fisiknya persis sama dengan Bandros. Dalam keterangan di post dikatakan bahwa bus berwarna hijau muda tersebut diberi nama "Tampomas".
Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Berpose di Bus"Tampomas"

Di post instagram Pak Bupati tersebut juga belum ada keterangan, apakah Tampomas ini merupakan Bandros yang menurut rencana akan dihibahkan itu, ataukah bukan. Di post itu hanya disebutkan, bahwa beliau bersama Wakil Bupati Sumedang Pak Erwan Setiawan sedang mencoba naik bus trans pariwisata yang diberi nama Bus Trans Moda Pariwisata Kota Masyarakat Sumedang (TAMPOMAS) keliling Sumedang kota.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa Bus berpenumpang 21 orang itu akan segera beroprasi dan nantinya akan melayani perjalanan mulai dari Taman Endog menyusuri perkotaan Sumedang, lalu masuk ke Museum YPS/Museum Prabu Geusan Ulun, Gedung Negara kemudian berbelok ke arah kiri di perempatan BRI menuju ke Makam Cut Nyak Dhien di Gunung Puyuh. Lalu setelah itu, perjalanan bus dilanjutkan menuju Bundaran Binokasih - Gunung Kunci menyusuri Jalan Prabu Gajah Agung sampai ke Bundaran Alamsari.

Jadi, fix sudah, peran Tampomas ini nantinya akan sama persis dengan Bandros. Jika Bandros membawa wisatawan berkeliling kota dan tempat wisata di lingkup kota Bandung, maka Tampomas melakukan hal yang serupa di Sumedang kota. Karena Taman Endog, Museum YPS, makam Cut Nyak Dien, Bundaran Binokasih, dan Gunung Kunci adalah beberapa spot wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan di sekitaran Sumedang kota. Tentu, masih banyak lagi spot wisata lain di Sumedang selain yang direncanakan akan dilalui oleh Tampomas tersebut. Mudah-mudahan saja, seiring waktu rute nya akan ditambah lagi :)

Jadi meskipun belum ada keterangan resmi, saya mah menduga bahwa Tampomas ini benar adalah Bandros yang dihibahkan, adapun jika ternyata nanti ada keterangan bahwa Tampomas bukanlah Bandros, ya nanti tulisan ini akan saya koreksi kembali :)

Oh ya, jika "Bandros" mengambil nama kuliner khas tanah Pasundan, maka "Tampomas" ini pastilah terilhami dan mengambil nama dari salah satu gunung legendaris di tanah Sumedang, Gunung Tampomas. Mau tahu cerita rakyat tentang terbentuknya Gunung Tampomas? Bisa dibaca di post berikut yaa : "Sasakala Gunung Tampomas"

Dan untuk warga Sumedang sendiri, pastinya sudah tak sabar juga ingin segera mencoba naik bus Tampomas ini. Saya juga sama, hehe. Kita doakan saja semoga prosesnya lancar dan Bus Tampomas bisa segera menapaki jalanan Sumedang kota :)
Harga Tiket Bus Tampomas Sumedang adalah Rp 15.000,00

Tiket Bus Tampomas Sumedang

*Update 29 Jan 2019 : Akhirnya, saya menemukan konformasi di sebuah media online bahwa Bus Tampomas "Bandros" Sumedang adalah benar Bus Bandung Touring On Bus yang dihibahkan. Berita nya dapat dibaca di link http://prfmnews.com/berita.php?detail=dimulai-dengan-bus-tampomas-sumedang-siap-jadi-destinasi-wisata-yang-disegani Dengan judul berita "Dimulai Dengan Bus Tampomas, Sumedang Siap Jadi Destinasi Wisata Yang Disegani"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar