Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Sasakala Ngalaksa

Kegiatan Ngalaksa, Membuat Laksa

Ngalaksa adalah salah satu upacara adat yang masih terpelihara sampai saat ini di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, upacara ini erat kaitannya dengan budaya agraris atau pertanian. Masyarakat Rancakalong biasanya menggelar upacara adat Ngalaksa selama satu minggu tanpa henti dengan diiringi seni tradisional tarawangsa ketika musim panen akan tiba.

Secara umum, upacara adat ngalaksa yang dilakukan mempunyai maksud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas kesuksesan dan keberhasilan atas panen yang diperoleh masyarakat di Rancakalong. Luapan kegembiraan atas keberhasilan panen yang diperoleh tersebut dibahasakan oleh masyarakat Rancakalong dengan menggelar berbagai tarian tradisional, juga upacara adat Ngalksa. Ternyata, ada cerita rakyat dibalik asal usul upacara adat ngalaksa ini, berikut adalah Sasakala Ngalaksa, yang menjadi cerita awal adanya budaya upacara adat ngalaksa di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Daun Untuk Pembungkus Laksa

Dikisahkan, dari cerita-cerita orang tua jaman dahulu, dulu suatu masa di daerah Kecamatan Rancakalong pernah kekurangan bahan makanan pokok yaitu padi. Masyarakat sudah mulai bingung sebab padi yang ditanam tidak tumbuh dengan baik dan tidak bisa dipanen, karena takut akan menghadapi kelaparan, waktu itu masyarakat Rancakalong mengadakan rembugan/musyawarah untuk mencari jalan keluar agar tidak ada marabahaya terkait makanan pokok (padi) yang sedang terjadi saat itu.

Ketika itu, musyawarah menghasilkan jalan keluar, kala itu Mbah Jati yang merupakan sesepuh desa mendapat ilafat harus berangkat ke Mataram (waktu itu, Sumedang sudah jatuh ke tangan Kesultanan Mataram). Seketika itu juga, disertai dengan doa masyarakat Rancakalong, Mbah Jati bersama lima orang tetua kampung berangkat ke Mataram untuk menemui Sultan Agung Mataram.

Sesampainya di Mataram, Mbah Jati menyampaikan segala kejadian di daerah Rancakalong pada Sultan Agung. Mbah Jati meminta nasihat tentang cara-cara menyuburkan kembali tanaman padi baik secara lahir maupun batin. Sultan Agung saat itu mengabulkan permintaan Mbah Jati, ia memberi benih padi yang biasa ditanam oleh rakyat Mataram. tapi selain itu, Sultan Agung juga berpesan pada Mbah jati dan masyarakat Rancakalong, bahwa masyarakat harus mengembangkan adat Mataram di Rancakalong, yaitu harus mengadakan "Ngalaksa" setiap akan panen padi. Berdasar kepercayaan, hal itu akan mendatangkan manfaat yaitu mengembangkan kebudayaan dan secara batin membuat senang Dewi Sri (Dewi padi).

Tarian Rengkong Pada Upacara Adat Ngalaksa

Sepulangnya kembali Mbah Jati ke Rancaklong, dirinya langsung membagikan benih padi pada masyarakat Rancakalong. Mulai hari itu pula masyarakat rancakalong mengembangkan budaya Mataram, setiap akan panen selalu lebih dulu disambut oleh budaya Ngalaksa, biasanya dilaksanakan bulan Juli. Sampai sekarang budaya Ngalaksa dilaksanakan oleh masyarakat Rancakalong secara resmi sebab sudah menjadi adat dan kebiasaannya, hal itu samapi-sampai bisa mengundang perhatian wisatawan dan budayawan.

Arti Ngalaksa sendiri adalah membuat laksa, arti laksa adalah bilangan ribuan, jadi Ngalaksa adalah mebuat ribu (seribu). Harus ada seribu buah-buahan dalam acara itu, tapi karena seiring jaman mencari serbu buah-buahan semakin susah, tidak apa-apa dalam acara tersebut buah-buahannya kurang dari seribu, asalkan ada pisang sewu. Atau dengan kata lain bebas boleh berapa saja, asalkan ada pisang sewu untuk nyewukeun menggenapkan menjadi seribu, (pisang sewu dikenal berbuah kecil tapi banyak dan padat setiap tandan pisangnya).

*cerita digubah dari liesganesti.blogspot.com, Image By disparbud.jabarprov.go.id

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dalam judul post "Sasakala Ngalaksa" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2015/06/sasakala-ngalaksa.html"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar