Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Assalamualaikum. Selamat datang di web Insomnia Notes, semoga kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu tercurah limpah kepada para pembaca semua. Melalui ini, saya Jeryanuar selaku admin mengajak para pembaca untuk mensuport akun Youtube admin dengan menonton dan subscribe di link berikut ini : Vlog Tahu Sumedang. Hanya dengan menonton dan subscribe, (gratis) sahabat sudah membantu channel tersebut untuk bisa terus berkembang. Terima Kasih.

×

Taman Endog, Pelajaran Dari Sebutir Telur


Taman Endog

Taman Endog, atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Taman Telur merupakan salah satu ikon Kota Sumedang selain Monumen Lingga dan beberapa tugu lainnya. Tugu tamannya berbentuk bulatan telur yang disangga oleh dua telapak tangan. Sayangnya, sekarang ini nampaknya kondisi Taman Endog ini kurang terawat, mudah-mudahan kedepannya bisa lebih terawat lagi mengingat fungsinya sebagai salah satu zona hijau kota yang memang sangat minim di kawasan Sumedang kota.

Tapi diluar hal tersebut, admin pribadi sebenarnya mempunyai pertanyaan yang belum terjawab dari dulu hingga sekarang tentang Taman Endog ini, pertanyaannya adalah, sebenarnya itu endog (telur) apa? karena endog dan tangan lebih besar endognya ya? Berbicara tentang telur, admin teringat ada sebuah pepatah tentang telur yang bisa kita renungkan, bunyinya kira-kira begini : 

"Jika sebuah telur dipecahkan dari dalam, maka satu kehidupan telah lahir. Akan tetapi jika sebuah telur dipecahkan dari luar, maka satu kehidupan telah mati"

Menurut admin pribadi pepatah ini begitu singkat dan padat, nasehat yang terkandung didalamnya jika kita bisa mengaplikasikannya pasti bisa membuat jiwa dan hati kita terus tumbuh dan berkembang. Admin yang masih awam menerjemahkan pepatah tersebut berkaitan dengan pengembangan jiwa, tentang perubahan, dimana jika ingin berubah ke arah yang lebih baik maka perubahan dan segala sesuatunya niatnya harus berasal dari keinginan dan tekad sendiri, maka dengan begitu jiwa kita akan terus berkembang.

Ya, admin katakan kita harus berubah berdasarkan keinginan dan niat sendiri, karena jika kita berubah berdasarkan perintah ataupun disuruh oleh orang lain, tentunya kita akan merasa tidak enak dan mungkin tidak akan ikhlas menjalani perubahan tersebut, jadi bagai boneka yang tidak mempunyai jiwa. Makanya mungkin sampai ada kata-kata seperti "memangnya aku boneka kamu apa ??!! bisa kamu suruh-suruh dan atur-atur terus??!!", atau ada ungkapan seperti negara boneka yaitu negara yang hanya bisa manut menuruti keinginan negara lain. Itu kalau menurut admin, bagaimana menurut sobat-sobat semua tentang pepatah di atas ?? ( bahasan tentang Taman Endog-nya mana??)

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Taman Endog, Pelajaran Dari Sebutir Telur" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/09/taman-endog.html"

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar