Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Assalamualaikum. Selamat datang di web Insomnia Notes, semoga kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu tercurah limpah kepada para pembaca semua. Melalui ini, saya Jeryanuar selaku admin mengajak para pembaca untuk mensuport akun Youtube admin dengan menonton dan subscribe di link berikut ini : Vlog Tahu Sumedang. Hanya dengan menonton dan subscribe, (gratis) sahabat sudah membantu channel tersebut untuk bisa terus berkembang. Terima Kasih.

×

Gunung Kunci, Cerita Mistis di Sebuah Benteng


Benteng Belanda di Gunung Kunci

Benteng Belanda di Gunung Kunci, berbicara tentang benteng ini, mau tidak mau cerita sejarah tentangnya akan bercampur dan dibumbui juga oleh hal-hal yang berbau mistis, bukan mengada-ada, menurut beberapa orang tempat ini memang terhitung angker, dan karena keangkerannya ia pernah dijadikan lokasi uji nyali di salah satu TV swasta, pernah juga menjadi lokasi syuting Mister Tukul Jalan-jalan. dalam acara itu, Mister Tukul mengeksplorasi Gunung Kunci untuk mengetahui seluk-beluk tentang hal-hal gaib yang ada di dalamnya, acara Mister Tukul Jalan-jalan ini memang menceritakan tentang perjalanan Mister Tukul ke berbagai tempat di Nusantara yang dianggap mempunyai cerita mistis atau mitos-mitos tertentu.

Dalam acara tersebut Mister Tukul selalu ditemani oleh seorang paranormal dan satu atau dua wanita yang katanya bisa melihat makhluk gaib, menurut paranormal yang selalu setia menemani perjalanan Mister Tukul itu, disebutkan Gunung Kunci bukan hanya dihuni puluhan atau ratusan makhluk astral, melainkan ribuan, bahkan mereka bisa melihatnya disiang hari.

Sebutnya, makhluk astral itu berasal dari warga pribumi yang dulu dibantai, sampai para prajurit Belanda dan Jepang yang juga saling bunuh di tempat ini. Dan memang bukan rahasia lagi katanya di tempat ini memang sering terlihat berbagai penampakan. Tapi walaupun begitu nampaknya masyarakat sekitar menganggap bukit Gunung Kunci ini biasa saja, mereka tidak terlalu menganggap Gunung Kunci ini menyeramkan, walaupun tentunya tetap berhati-hati. Kunjungan ke tempat ini pun selalu ada walau tidak ramai, mulai dari yang sekedar istrirahat menghirup udara segar, diskusi pelajaran sekolah, bahkan sampai yang datang untuk pacaran pun juga ada.

Gunung Kunci namanya, sebuah benteng buatan Belanda yang terletak tidak jauh dari pusat kota Sumedang yang dikamuflasekan dalam sebuah bukit. Sebenarnya bukit ini bernama Gunung Panjunan, namun karena terdapat lambang kunci di gerbang masuk benteng inilah nama bukit ini kemudian sering disebut sebagai Gunung Kunci. Pada foto diatas pun bisa dilihat gambar kuncinya, berbentuk menyilang di pintu masuk gua. Kata "Gunung" pada Gunung Kunci ini bukan berarti gunung dalam artian gunung besar seperti Gunung Tampomas, mungkin itu hanya nama tempat saja karena tempat ini tidak setinggi gunung yang harus mendaki ketika mengunjunginya, melainkan hanya sebuah bukit kecil yang ada di tengah-tengah kota Sumedang.

Gunung Kunci sekarang dijadikan salah satu wana wisata yang ada di Sumedang, di tempat ini kita bisa berwisata alam juga sekaligus wisata sejarah. Jujur saja, ketika pertama kali admin mengunjungi tempat ini admin kagum dan tidak percaya, bagaimana mungkin sebuah bangunan bisa menahan beban begitu beratnya?! bisa dilihat di foto di atas, bangunan atau benteng ini seolah tidak bergeming ataupun runtuh meskipun diatasnya ditumpuk tanah dan ditumbuhi ratusan pohon pinus yang begitu besar.

Menurut beberapa sumber dikatakan bahwa benteng ini dibangun pada masa Perang Dunia I atau sekitar tahun 1914-1917 dan diresmikan pada tahun 1918 oleh Belanda. Disinilah cerdiknya Belanda, mereka membangun sebuah benteng ditengah pusat pemerintahan Sumedang, dimana benteng tersebut dibangun disebuah bukit yang otomatis relatif lebih tinggi dari tempat lain di sekelilingnya. Benteng ini dibuat melingkar dengan moncong meriam diarahkan ke pusat pemerintahan Sumedang dan ke tempat-tempat strategis lainnya, dengan demikian bisa dibayangkan jika terjadi sesuatu yang dapat membahayakan kedudukan mereka...tentunya dengan sekali dentuman meriam saja akan langsung memporakporandakan pemerintahan Sumedang, bagaimana tidak, jaraknya tidak sampai setengah km dari tempat meriam ini ke pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang kala itu. Didalam benteng ini terdapat bunker-bunker dan lorong yang berfungsi sebagai tempat pertahanan dan tempat penyimpanan senjata Belanda kala itu, selain itu juga ada ruang-ruang tahanan dan sebuah sumur.

Sedikit bercerita, admin dulu sempat memberanikan diri untuk masuk kedalam gua Gunung Kunci ini dengan seorang teman yang tampaknya memang sudah berulang kali memasuki goa ini sehingga dia hapal rute lorong dan ruangan-ruangan di dalamnya. Suasana di dalam sangat gelap dan lembab, tapi walaupun gelap kami lebih memilih menyusuri lorong demi lorongnya tanpa bantuan pencahayaan seperti lampu senter dan lainnya, kami berpikit kalau gelap benar-benar gelap kan tidak akan terlihat apa-apa, lain halnya jika ada cahaya remang-remang mungkin penampakan akan lebih mudah tertangkap pandangan, entah itu penampakan yang benar-benar penampakan atau hanya sugesti dari pikiran kita saja, memakai lampu senter yang benar-benar terang sekalipun selalu menciptakan sudut gelap yang kadang jadi terlihat lebih seram dari keadaan gelap yang sebenarnya dan memancing pikiran kemana-mana. Sebelum masuk dia berpesan jangan kaget jika di dalam mencium bau amis darah.

Teman admin ini juga tampaknya sudah hapal keadaan di dalam goa, dia menunjukan bunker-bunker yang terlihat samar dikegelapan yang tadinya admin hanya tahu dari cerita-cerita saja, di dalam juga ada sebuah sumur yang sekarang sudah tidak terlihat seperti sumur lagi, entah diurug (ditimbun) tanah atau ditutup lubang sumurnya, konon disumur itulah mayat-mayat para tahanan yang sudah meninggal dimasukan dan dikumpulkan. Ketika berada di dalam goa ini memang suasananya sedikit berbeda, dan ternyata memang benar ada bau-bau yang admin sendiri kurang bisa mendeskripsikannya, entah itu bau dari daun yang membusuk, bau lembabnya dinding, bau kotoran kelelawar atau apa, yang diantara bercampurnya bau-bauan itu sepintas samar-samar memang tercium seperti bau amis darah.

Tapi mungkin itu hanya perasaan admin saja yang sebelumnya sudah mendengar pesan dari teman admin itu dan jadi tersugesti. dan kalaupun bau amis darah itu adalah memang benar-benar benar bau darah, admin rasa wajar karena dulu tempat ini memang menjadi tempat dibantainya warga pribumi, mungkin keadaan lembab dan tidak adanya sinar matahari yang masuk ke tempat inilah yang menjadikan bau amis ini bertahan meski sudah berpuluh tahun lamanya.

Benteng Peninggalan Belanda di Gunung Kunci

Ditempat ini pembantaian terjadi bukan saja pada pribumi, tapi pembantaian juga terjadi antara penjajah dengan penjajah lainnya yaitu antara Belanda dengan Jepang di masa awal kedatangannya, admin sendiri kurang mengetahui kebenaran dari cerita tersebut. Tapi hal itu mungkin ada benarnya karena di sini terdapat bangunan yang sebagiannya hancur, dimana hal tersebut katanya dilakukan oleh Belanda sendiri di masa-masa awal kedatangan Jepang, mereka menghancurkannya dengan alat peledak mungkin dengan tujuan agar benteng ini tidak dikuasai Jepang.

Dan lagi-lagi admin tertegun, ini bangunan sudah diledakan pun sebagian besar justru masih kokoh berdiri dan hanya sebagian kecil saja yang rusak seperti gambar diatas yang admin ambil agak menyamping, karena kalau admin ambil gambarnya dari arah depan...ah, sulit diungkap dengan kata-kata karena waktu itu hari sudah menjelang sore dan sepertinya rona-rona auranya sudah mulai berubah (katanya kalau berada di tempat ini diatas jam 5 sore bisa berbahaya)...dan...sob, apa sobat melihat sesuatu pada foto diatas? Sebenarnya banyak detil menarik yang ingin admin abadikan di Gunung Kunci ini walaupun hanya bermodal kamera HP, tapi sayang ketika berkunjung kesini hari sudah menjelang sore, jadi buru-buru pulang saja.

Mungkin sekian dulu cerita tentang Gunung Kunci ini, menyeramkan tidak sob ?? syukurlah kalau tidak karena admin memang tidak berbakat untuk itu, dalam cerita ini admin banyak menggunakan kata "mungkin" dan "katanya" karena admin sendiri tahu melalui cerita-cerita dari orang lain dan belum bisa membuktikan sepenuhnya atau mencari tahu kebenarannya tentang cerita-cerita mistis tersebut.

Yang terpenting, semua cerita mistis yang berkembang tentang penampakan-penampakan meskipun diamini banyak orang jangan sampai mempengaruhi keimanan kita, bahwasannya mereka yang telah meninggal sudah pasti tidak akan ada lagi di dunia ini, kita dan mereka sudah berbeda alam dan tidak akan mungkin bisa bertemu kembali, adapun jika memang ada sosok yang kemudian bisa muncul mirip dengan seseorang semasa hidupnya, hal tersebut bukan berarti rohnya masih ada di dunia melainkan itu adalah perbuatan jin yang menjelma menyerupai sosok manusia tersebut. Wallahu'alam

Di Gunung Kunci ini terdapat relief yang menceritakan kisah Pangeran Kornel menjabat tangan Daendels dengan tangan kiri seperti pernah admin ceritakan di postingan berjudul Pangeran Kornel VS H.W Daendels dulu, seperti ini penampakan reliefnya :

Relief Peristiwa Cadas Pangeran di Gunung Kunci

Note : Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Gunung Kunci, Cerita Mistis di Sebuah Benteng" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/09/gunung-kunci-cerita-mistis-di-sebuah.html

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar