Skip to main content
Insomnia Notes

follow us

Batik Kasumedangan, Akankah Tinggal Kenangan

Motif Batik Kasumedangan
Beberapa Motif Batik Kasumedangan
Pada kesempatan kali ini admin ingin memperkenalkan salah satu warisan budaya yang ada di Sumedang yaitu Batik Kasumedangan, yang merupakan motif batik asli hasil kreasi pengrajin batik di Sumedang. Agak dramatis nampaknya judul artikel atau postingan admin kali ini, bukan maksud melebih-lebihkan dan tentunya bukan tanpa sebab memilih judul diatas, karena memang begitulah realitanya, ya, dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang Batik Kasumedangan ini memang seolah hanya tinggal menunggu waktu menjelang kepunahannya.

Kenapa admin katakan demikian sebenarnya sederhana saja, sebagai contohnya jika admin bertanya kepada sobat semua apakah sobat ada yang tahu tentang Batik Kasumedangan atau batik khas Sumedang?? Admin yakin bahwa kebanyakan jawabannya adalah "tidak tahu", lain halnya jika admin bertanya apa sobat ada yang tahu tentang motif batik mega mendung khas Batik Cirebonan? atau apa sobat tahu tentang Batik Pekalongan? Batik Cianjuran? dan lain-lain, admin yakin sobat semua pasti banyak yang tahu. Contoh sederhana tersebut mungkin bisa jadi satu pertanda atau indikasi bahwa Batik Kasumedangan ini sudah mulai punah dan tidak dikenal lagi.

Awalnya Sumedang memang bukan daerah yang memiliki tradisi membatik, namun walau demikian ternyata Sumedang memiliki sumber daya manusia yang potensial dalam hal tersebut, dengan akulturasi budaya yang terjadi dan diiringi kreatifitas masyarakat Sumedang lahirlah batik Sumedang, yang pada akhirnya sering disebut dengan Batik Kasumedangan. Karena lahir dari pertautan budaya, maka Batik Kasumedangan dipengaruhi seni batik dari daerah lain seperti  Solo, Yogya, Cirebon, dan lainnya.

Batik Kasumedangan mempunyai banyak motif, dimana setiap motifnya mempunyai ciri khas tersendiri yaitu mulai dari mengisahkan warisan budaya yang ada di Sumedang sampai kondisi lingkungan setempat, berikut adalah contoh motif Batik Kasumedangan :

1. Motif Mahkota Binokasih Sanghyang Pake

Motif Mahkota Binokasih
Motif Mahkota Binokasih
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake adalah mahkota kerajaan-kerajaan besar di tanah Sunda pada masa lampau yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi kebanggaan masyarakat Sunda atas eksistensinya. Mahkota Binokasih ini dijadikan salah satu motif Batik Kasumedangan karena Kabupaten Sumedang menjadi pewaris terakhir mahkota ini pada masa Kerajaan Sumedang Larang. Artefak yang kaya akan nilai sejarah ini sekarang tersimpan dengan baik di Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.

2. Motif Kesenian Kuda Renggong

Motif Kesenian Kuda Renggong
Motif Kesenian Kuda Renggong
Kesenian Kuda Renggong merupakan kesenian asli asal Kabupaten Sumedang, kesenian ini menjadi salah satu yang paling menonjol dan dikenal di masyarakat luas sebagai trademark kesenian dari Kabupaten Sumedang. Sampai saat ini Kesenian Kuda Renggong masih tetap eksis dan banyak dipentaskan baik di Sumedang ataupun didaerah lain. Karena eksistensinya yang mencirikan Sumedang tersebut Kesenian Kuda Renggong ini dipilih menjadi salah satu motif batik Kasumedangan.

3. Motif Kereta Kencana Naga Paksi

Motif Kereta Kencana Naga Paksi
Motif Kereta Kencana Naga Paksi
Kereta Kencana Naga Paksi merupakan kendaraan raja-raja Sumedang yang juga melambangkan kebesaran dan pengaruh mereka di masa lampau, bentuknya yang unik dan terkesan gagah menjadi pilihan salah satu motif Batik Kasumedangan.

5. Motif Monumen Lingga

Motif Monumen Lingga
Motif Monumen Lingga
Monumen Lingga adalah monumen yang ada di tengah alun-alun Sumedang dan telah menjadi ciri dan jati diri Kabupaten Sumedang, Monumen bersejarah yang seolah menjadi landmark Kabupaten Sumedang ini dibangun untuk memperingati jasa-jasa Pangeran Aria Soeriatmadja sebagai salah satu pembesar Sumedang yang telah sukses memajukan Sumedang pada masanya.

6. Motif Daun Boled/Daun Ubi

Motif daun boled/daun ubi
Motif daun boled/daun ubi
Sumedang memiliki sumber daya yang cukup terkenal yaitu Ubi Cilembu yang berasal dari Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan. Selain dinikmati di dalam negeri ubi ini juga sudah diekspor ke mancanegara, konon katanya rasanya yang khas dan berbeda dengan ubi lain hanya bisa didapat dari ubi yang ditanam di Desa Cilembu dan akan lain rasanya jika ubi ini ditanam di tempat lain. Keistimewaannya inilah yang memberi inspirasi para perajin batik untuk menjadikannya salah satu motif pada Batik Kasumedangan.

Banyak kendala yang menjadikan Batik Kasumedangan kurang bisa berkembang dan bisa dikatakan mati suri beberapa tahun lalu, mulai dari semakin sedikitnya perajin batik, kurangnya modal usaha, sulitnya pemasaran, hingga  kurangnya perhatian dari pemerintah setempat, berbeda dengan kurun waktu antara 10-15 tahun kebelakang dimana minimalnya batik ini bisa menjadi tuan rumah di tempatnya sendiri karena dipakai oleh para pegawai daerah dan masyarakat Sumedang secara umum.

Dalam perkembangannya dewasa ini, nampaknya Batik Kasumedangan sudah mulai bangkit dan memperlihatkan kemajuan, hal tersebut salah satunya bisa dilihat dari seringnya batik ini muncul kembali dalam berbagai pameran daerah yang bertemakan potensi daerah dan bertujuan mengangkat potensi tersebut, selain itu, mulai awal tahun 2014 kemarin batik ini sudah mulai diwajibkan kembali dipakai oleh para pegawai daerah. Motifnya pun telah banyak berkembang lebih bervariasi lagi dan terkesan lebih modern. Mudah-mudahan hal tersebut bisa konsisten dan menjadikan Batik Kasumedangan ini kembali pada tracknya seperti dulu.

* Sumber gambar : batiksaca.blogspot.com

Note :Di domain blog saya yang sebelumnya (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini diterbitkan dengan judul "Batik Kasumedangan, Akankah Tinggal Kenangan" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2014/04/batik-kasumedangan-akankah-tinggal.html

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar