Antara Pariwara, Korban Iklan, dan Perubahan Perilaku Anak

Baca Juga

Korban Iklan
Iklan Cemilan Anak-anak
Image By :
bukanmp3.com
Sobat...pernah merasa jadi korban iklan?? dalam artian merasa kecewa pada kualitas suatu produk yang ditawarkan dalam sebuah pariwara, karena kualitasnya tidak sehebring seperti yang diperlihatkan ditelevisi?? atau pernah melihat seseorang yang seolah menjadi korban iklan, dalam artian ia seolah fanatik dalam memakai suatu produk tertentu karena terjustifikasi promo-promo rayuan dari produk tersebut, pakai ini itu karena yakin apa yang disampaikan dalam iklan produk tersebut adalah benar-benar benar dan akan berpengaruh besar pada dirinya.

Mari sejenak kita lihat dan merenungi iklan-iklan atau pariwara di televisi, banyak iklan yang menggambarkan sebuah produk sepertinya terlihat sangat luar biasa dan dengan memakainya seolah menjadi sebuah kebanggaan, dan karena hal tersebut kadang iklannya malah jadi terlihat lebay atau berlebihan, bukan begitu??

Saya rasa itu mungkin wajar-wajar saja mengingat dengan durasi waktu yang sangat terbatas pihak pengiklan harus bisa memberikan gambaran pada khalayak tentang keunggulan produknya secara maksimal, jadi ya begitu dah efeknya, kadang jadi terlihat berlebihan iklannya. Dan ternyata, tak sedikit konsumen yang terjerat kehebringan yang diperlihatkan dalam iklan-iklan tersebut, hal tersebut bisa menarik lebih banyak konsumen untuk memakai produknya, jadi, gimana dund ?? ya memang itu kan tujuannya, jadi konsumen harus bisa lebih cerdas dalam mencerna sebuah iklan atau pariwara.

Saya katakan kita harus lebih cerdas dalam menyikapi iklan-iklan di televisi, dalam artian kita harus selektif, karena ternyata yang harus difilter itu bukan hanya siaran televisinya saja melainkan juga iklan-iklan atau pariwaranya. Atau kalaupun kita memang sudah mengerti dan menganggap biasa iklan-iklan yang luar biasa itu dan berkata "yah wajar, toh semua iklan juga rata-rata begitu", yang kita lihat tentunya adalah orang-orang disekitar kita utamanya orang-orang terdekat kita, anak-anak kita yang belum mengerti apa-apa misalnya.

Saya katakan demikian karena sepertinya hanya film-film saja yang dipasangi stempel seperti "D" untuk dewasa atau  "BO" untuk film yang memerlukan bimbingan orang tua. Lah iklannya bagaimana?? apakah anak-anak kita tidak memerlukan bimbingan dalam hal tersebut ?? karena dalam film anak pun selalu terselip iklan atau pariwara yang beraroma dewasa.

Apa Sobat Juga Setuju ??
Image By :
 justsioctatha.blogspot.com
Contoh realnya kita pasti tahu sendiri, misal yang saya pernah alami sewaktu sekolah tingkat pertama, ketika itu sedang booming-boomingnya kata-kata "dingin-dingin empuk" dan "ini kacangku", rasanya waktu itu cukup risih juga melihat anak-anak sekolah dasar menjadikan kata-kata tersebut sebagai bahan candaan pada lawan jenisnya dengan konotasi yang negatif, sepertinya seolah fantasi mereka melompat jauh melampaui batasan umur mereka sendiri, dan mungkin kita juga dulu termasuk kedalam golongan anak-anak dengan perilaku seperti itu?? hayoh ngaku lah.

Atau mungkin masih ada yang ingat dengan jaman-jamannya iklan-iklan model "REG SPASI BLABLA" dengan tarif sms yang lumayan nonjok, entah berapa banyak mereka yang uring-uringan karena pulsa hapenya banyak tersedot karena penasaran dengan iklan reg-reg-an yang berhias kata kata manis mulai dari ramalan, cinta, zodiak, sampai, yang berbau takhayul tersebut dan tidak tahu cara meng-unreg-nya. Di daerah saya tinggal, boomingnya iklan reg-regan tersebut berbarengan dengan mulai booming dan merakyatnya alat komunikasi hape dan mulai gandrungnya masyarakat bertelepon dan bersms ria satu dengan lainnya, sehingga iklan reg-regan tersebut sangat banyak memakan korban karena moment kemunculannya terhitung tepat.

Mungkin itu hanya contoh kecil saja, masih sangat-sangat banyak contoh lainnya tentang bahaya sebuah iklan atau pariwara di televisi, sehingga kita harus selektif dan mampu memfilter dampak yang ditimbulkan dari iklan tersebut, jika kita memang sudah terlanjur menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi korban iklan, setidaknya hal tersebut jangan sampai terjadi pada buah hati kita, apalagi sekarang sepertinya pariwara ditelevisi sudah semakin banyak yang melenceng dan bisa mengotori pikiran buah hati kita.

Misal, entah bagaimana ceritanya sebuah iklan produk cemilan anak diperankan oleh bintang iklan yang seksi aduhai?? memikirkannya sampai jungkir balik bagaimanapun rasanya otak saya ndak sampai kesitu, ini iklan untuk menarik anak kecil atau siapa?? Kalau sudah begini, mau tidak mau sepertinya kita memang harus selalu menemani buah hati kita ketika menonton televisi dan memberikan penjelasan tentang apa yang ditontonnya, dan selalu kontrol juga perilakunya setelah menonton televisi, karena pikiran dan hatinya yang masih bersih jangan sampai terkotori dan dipenuhi oleh hal-hal negatif sampe tumpe-tumpe.

No comments:

Post a Comment