Salak Slebong, Sleman Bongkok

Baca Juga

Salak Slebong
Salak Slebong
Salak slebong, sepintas mungkin nama buah oleh-oleh khas dari Sumedang ini masih terasa asing bahkan ditelinga masyarakat Sumedang sendiri, tidak begitu mengherankan karena salak ini merupakan salak jenis baru yang dikembangkan di daerah Sumedang, tepatnya dari daerah desa Bongkok, ia masih dikembangkan dan dalam tahap pengenalan sebagai salah satu produk unggulan dari desa Bongkok. Nama salak slebong ini menjadi kurang familiar karena selama ini yang menjadi trademark oleh-oleh buah salak dari Sumedang adalah buah salak bongkok

Tempat budidaya salak slebong ini sama dengan tempat budidaya salak bongkok yaitu di Desa Bongkok, Kecamatan Paseh, Sumedang, namun salak ini mempunyai perbedaan yang mencolok jika dibandingkan dengan salak bongkok terutama dari segi rasa dan tekstur buahnya, namanya pun sedikit unik yaitu SLEBONG, singkatan dari Sleman - Bongkok. Ya, salak slebong ini merupakan hasil persilangan antara salak bongkok dari Sumedang dengan salak pondoh dari Sleman untuk menghasilkan buah salak dengan keunggulan tersendiri.

Ketika berkunjung ke desa Bongkok dan membeli buah salak slebong ini disebuah jongko, sang penjual tak keberatan untuk berbagi sedikit informasi mengenai salak slebong ini, kebetulan penjualnya adalah ketua dari salah satu kelompok tani salak slebong yang bernama Pak Haji Amin, Pak Amin merupakan ketua dari Kelompok Tani Salak Mukti yang membudidayakan salak slebong di Desa Bongkok. 

Menurut beliau, salak slebong mulai dikembangkan di Sumedang pada sekitar tahun 2000-an dengan cara menyilangkan atau mengawinkan bibit salak pondoh betina dari Sleman dengan bibit salak jantan dari desa Bongkok. Hal tersebut dilakukan awalnya untuk mengakali kemerosotan konsumsi salak bongkok, karena salak bongkok yang sejak tahun 1996-an sudah bisa masuk ke supermarket di Sumedang, Bandung, dan sekitarnya posisinya tergeser dan terancam semenjak masuknya salak pondoh dari Sleman ke Supermarket-supermarket yang sama.

Seperti pernah admin ceritakan di postingan tentang salak bongkok, rasa dari salak bongkok cukup unik karena dalam satu tandan buah salak bisa berbeda-beda rasanya, ada yang manis, asam kecut, bahkan pahit, jadi bisa dibilang konsumen yang membeli salak bongkok untung-untungan soal mendapatkan rasa yang cocok, kebanyakan konsumen tidak keberatan dengan hal tersebut dan terlihat menikmati sensasi rasanya yang campur-campur itu. Namun ketika buah salak bongkok dengan ciri khasnya tersebut bertemu dan harus diadu dengan salak pondoh yang sudah terkenal manis, salak bongkok ini langsung kalah dalam persaingan.

Untuk mensiasati hal tersebut, dengan inisiatif kelompok tani maka dikawinkanlah buah salak pondoh dari Sleman dengan salak bongkok dari desa Bongkok untuk menghasilkan bibit unggul dari persilangan keduanya, dan lahirlah salak slebong. Salak slebong ini bisa dikatakan unggul karena menonjolkan kelebihan dari masing-masing buah salak, beberapa karakter dari buah salak slebong ini antara lain buahnya rasanya manis seperti salak pondoh dan ukurannya relatif lebih besar seperti ciri khas salak bongkok, daging buahnya berwarna putih bersih, biji ukuran sedang, kandungan airnya sedikit sehingga buahnya menjadi lebih renyah dan tidak mudah busuk.

Salak Slebong
Kios Salak Slebong
Untuk mendapatkan salak slebong dengan kualitas yang bagus, buah yang dipanen tidak boleh terlalu masak dan juga tidak boleh terlalu mentah, karena jika terlalu masak maka rasa manisnya akan berkurang, ini berbeda dengan salak bongkok yang harus benar-benar masak ketika dipanen.

Dan meskipun tanaman salak ini merupakan tanaman yang berbuah sepanjang waktu atau tidak mengenal musim, untuk kualitas yang bagus tetap ada masa-masa pemetikannya yaitu buah yang dipanen harus pada masa-masa panen raya yaitu antara bulan Desember-Januari dan panen kedua yaitu pada bulan Juni-Juli.

Di desa bongkok terdapat dua kelompok tani pembudidaya salak slebong yaitu Kelompok Tani Salak Mukti dan Kelompk Tani Salak Sejahtera. Menurut pak Amin, dengan kehadiran salak slebong membuat para petani salak di desa bongkok semakin percaya diri dalam menjual salaknya karena mereka mempunyai varian yang lebih unggul dan tidak takut mengecewakan konsumen, karena tidak jarang akibat rasa salak bongkok yang bervariasi, banyak konsumen yang kecewa karena kebetulan mencicipi salak yang tidak sesuai dengan seleranya.

Namun demikian, dengan adanya salak slebong ini tidak serta merta menggusur keberadaan salak bongkok walaupun ia mempunyai kualitas yang lebih unggul, salak bongkok tetap dipelihara dan dikembangkan karena mempunyai banyak peminat yang memburu sensasi rasanya, selain itu salak bongkok juga telah menjadi trademark dari desa Bongkok sejak dulu sebagai salah satu daerah penghasil buah-buahan khas kuliner Kabupaten Sumedang. Salak slebong ini biasanya menjadi buah tangan atau oleh-oleh dari para pelancong yang singgah di kecamatan Conggeang atau berwisata di daerah tersebut seperti ke pemandian air panas atau ke Curug Ciputrawangi.

Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Salak Slebong, Sleman Bongkok" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2014/08/salak-slebong-sleman-bongkok.html "

47 comments:

  1. Belum sempat baca nih. Hiehiehe. Masih keliling lebaran soalnya Hiehiehiee.
    Selamat Idul fitrie.

    1 Syawal 1435 Hijriah
    Minal Aidzin Walfaidzin
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam : Asep Haryono and Family - Pontianak. Kalimantan Barat

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee iya gak apa2 kang asep, sok atuh dimakan dulu salaknya :)

      Minal Aidzin Walfaidzin
      Mohon Maaf Lahir dan Bathin
      juga ya kang, salam buat keluarga

      Delete
  2. Salak Ini memang enak rasanya :D

    ReplyDelete
  3. jadi penasaran kaya gimana ini salak slebong, kalo makan salak soalnya jarang tanya2 namanya atau asli mana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang :) masa tiap makan salak harus kenalan ya :-)
      sok atuh kang coba kesinih, sama saya pasti dibahanan

      Delete
  4. baru kali ini mas denger salak namanya slebong,saya taunya salak pondoh hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas salak pondoh kan sudah terkenal :)

      Delete
  5. gimana ya rasanya,jadi penasaran pengen nyobain.. tpi di tempat sy nggk ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa kesini mas kalau mau mencoba :)

      Delete
  6. gimana ya rasanya,jadi penasaran pengen nyobain.. tpi di tempat sy nggk ada

    ReplyDelete
  7. ternyata salak juga mempunyai nama sesuai daerah asalnya ya kang, nanti saya kalau makan salak mau tanya dulu asli dan tinggal dimana hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanya juga mang sudah punya suami apa belum gituh hehe, iya mang, gimana weh atuh nanas subang :)

      Delete
    2. itu bisa beli online gak ya kang? :-)

      Delete
  8. kadang kalo beli salak yg udak dipeking atao di neting gitu berisiko suka ada yg busuk ya mas ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, lebih lembab soalnya :)

      Delete
    2. Bau nya juga kadang ndak semerbab :)

      Delete
  9. Salak slebong ini ternyata hasil kawinan ya Kang,,,
    Jadi penasaran nich pngen nyobain salak slebong ini, soalnya di daerah saya ngak ada :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan kang, bisa dicoba kalau nanti kesini :)

      Delete
  10. di rumah kak...pokok salaknya dh mula berbuah...tak sempat dipetik hbs dimakan tupai...

    ReplyDelete
  11. Di belakang rumah saya banyak salak pondoh Sleman tuh, Mas. Kebetulan saya tinggal di lereng Merapi, dan punya sedikit kebun salak, hehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pasti asik ya mas setiap saat bisa makan salak yang terkenal manis itu, emmm saya jadi ngler :-)

      Delete
  12. Aku jugak ada salak di rumah, tapi bukan salak ini.. Heheh..

    ReplyDelete
  13. salak slebong ini salak varietas baru yah Kang,saya juga baru gengar nih,semoga saja menjadi salak unggulan daerah Sumedang dimasa datang yah Kang,,,,

    ReplyDelete
  14. rasanya sudah pasti manteb nih salak slebong, kelihatan dari baunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan kecium juga dari bentuknya ya kang :-)

      Delete
  15. selamat Pagi Mas... hm jadi ngiler nich Mas mau makan Salak juga, kalau salak Slebong sepertinya rasanya manis ya Mas....

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat malam mas hayardin, iya mas manis sekali :)

      Delete
  16. selamat hari raya idul fitri yamas
    maaf lahir batin

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat hari raya Idul Fitri juga ya mas, mhon maaf lahir dan batin juga :)

      Delete
  17. Baru dengar mas salak Slebong bongkok, sepertinya enak tuh. Cari ah.....

    Salam

    ReplyDelete
  18. dipalembang kagak ada nih salak

    ReplyDelete
  19. Wawww ternyata salak banyak jenisnya yaahh salah satunya salak slebog :v jujur saya baru denger jenis jalak yang satu ini nice info dahh gan :>)

    ReplyDelete
  20. pasti rasanya lebih enak daripada salah pondo ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau soal rasa sih gimana selera mas :)

      Delete
  21. kemarin waktu saya mudik juga beli Salak Mas, tapi gak tau jenis Salak nya salak apa, tau nya Salak Pondoh aja hehhee....

    ReplyDelete
  22. penasaran sama ini salak,
    selama ini beli salak, yang ditanya cuma,'manis ga?' nama, jenis nya ga pernah, kirain cuma salak Bali dan Pondoh aja yang beredar di pasaran :)

    ReplyDelete
  23. ternyata salak ini hasil perkawinan yah heheh,,, biasanya kalau hasil silang menyilang itu hasilnya mantap :)

    ReplyDelete
  24. wah ternyata salaknya masih baru ya.. hmm sayayakin setelah gencar dipromosi seprti ini pasti akan berhasil dan sukses. mantap

    ReplyDelete
  25. lebih terkenal salak pondoh iya mas hehe

    ReplyDelete