Pangeran Aria Soeria Atmadja

Baca Juga

Pangeran Aria Soeria Atmadja Sumedang
Lukisan Pangeran Aria Soeria Atmadja di Museum Prabu Geusan Ulun
Pangeran Aria Soeria Atmadja, atau biasa disebut dengan Pangeran Mekah (panggilan ini diberikan kepada beliau karena wafat di Mekah ketika sedang menunaikan Ibadah Haji) adalah anak dari Pangeran Aria Soeria Koesoema Adinata dan R.A Ratnaningrat, Pangeran Aria Soeria Koesoema Adinata adalah bupati Sumedang dari tahun 1836-1882 yang juga mendapat gelar Pangeran Sugih, konon gelar Pangeran Sugih ini diberikan karena beliau adalah orang yang berada, "Sugih" sendiri dalam bahasa Sunda artinya adalah kaya, makmur.

Pangeran Aria Soeria Atmadja Sumedang
Lukisan Pangeran
Aria Soeria Atmadja
Pangeran Aria Soeria Atmadja yang waktu kecilnya bernama Raden Sadeli ini lahir pada tanggal 11 Januari 1851. Sejak kecil beliau memang dikenal sebagai anak yang cerdas, kreatif, dan cekatan, tak heran ketika beliau tumbuh dewasa banyak penghargaan yang beliau raih. Tak hanya itu, beliau pun bisa berdialog dalam beberapa bahasa asing yaitu bahasa Belanda, Inggris, dan Perancis karena sejak kecil beliau sudah belajar bahasa asing tersebut di lingkungannya, itu karena beliau tumbuh di lingkungan keluarga bangsawan dan zaman yang kental dengan budaya feodal, yang membuatnya harus langsung bersentuhan atau berinteraksi dengan budaya asing.

Beliau memerintah di Sumedang pada kurun waktu antara tahun 1882 (aktif 1883) - 1919 ketika Sumedang sudah jatuh ke tangan Mataram, oleh karena itu penghargaan yang diarih pun kebanyakan adalah dari Kesultanan Mataram dan Belanda. Gelar penghargaan yang dianugrahkan kepada beliau selama bekerja di pemerintahan adalah :
1. Gelar Rangga, ketika menjabat Patih Manonjaya, pada tanggal 29 November 1875.
2. Gelar Tumenggung, pada tanggal 30 Desember 1882.
3. Anugerah Bintang Emas, pada tanggal 21 Agustus 1891
4. Gelar Adipati, pada tanggal 31 Agustus 1898.
5. Anugerah Bintang Officier Van De Orde Van Orange Nassau, pada tanggal 27 Agustus 1903.
6. Gelar Aria, diraih pada tanggal 29 Agustus 1905
7. Anugerah Songsong Kuning, pda tanggal 26 Agustus 1905
8. Gelar Pangeran dengan Payung Emas, diraih pada tanggal 26 Agustus 1910.
9. Anugerah Bintang Agung Ridder Der Orde Van Den Nederlandschen Leeuw, penghargaan tertinggi, diraih pada tanggal 17 September 1918.

Berbagai penghargaan tersebut beliau raih dalam merintis karir di pemerintahan semenjak masih muda, yaitu sejak diangkat sebagai Kaliwon pada usia 18 tahun, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1869 di Sumedang, dan kemudian diangkat menjadi Wedana Ciawi pada tanggal 7 Pebruari 1971. Pada tanggal 29 November 1875 beliau diangkat sebagai Patih Afdeling Sukapura kolot di Mangunreja, baru kemudian ketika beliau menginjak usia 32 tahun beliau diangkat menjadi bupati Sumedang pada tanggal 30 Desember 1882 dan dilantik terhitung sejak tanggal 31 Januari 1883 sebagai Bupati Sumedang.

Selama hidupnya, beliau mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, bahkan hartanya untuk Sumedang, itu terbukti dari kegigihan dan keuletan beliau dalam bekerja sampai-sampai kabarnya beliau hanya tidur tidak lebih dari 4 jam setiap harinya. Tidak hanya itu, beliau tak segan-segan mengeluarkan banyak uang demi membangun Sumedang, salah satu contohnya adalah dengan membangun sekolah pertanian (yang konon menjadi sekolah pertanian pertama di Indonesia) di daerah Tanjungsari Sumedang yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang pada khususnya dan Jawa barat pada umumnya.

Sepak terjang beliau yang gigih berjuang demi memajukan Sumedang ini mengundang simpati banyak kalangan, bahkan Pangeran Siching dari Belanda menghadiahkan penghargaan berupa pembangunan Monumen di tengah Alun-alun Sumedang untuk mengenang jasa-jasa beliau, monumen yang kemudian diresmikan oleh Jendral Dir Fock ini diberi nama Monumen Lingga dan menjadi lambang Kabupaten Sumedang saat ini.

Sosok pemimpin seperti inilah yang mungkin sekarang kita rindukan, yang tak merasa tenang selama rakyatnya berada dalam kesusahan, bersedia berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan hartanya untuk memajukan negaranya dimana kesungguhan, kedisiplinan, kejujuran, keuletan dan mengesampingkan kepentingan pribadi menjadi modal utamanya. Belakangan ini Pangeran Aria Soeria Atmadja sudah diusulkan untuk masuk menjadi salah satu dari pahlawan nasional, semoga hal tersebut bisa cepat terwujud dan menjadi kebanggan kita semua.

*Disarikan dari www.archive69blog.blogspot.com , wikipedia, dan berbagai sumber lainnya

Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Pangeran Aria Soeria Atmadja" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2014/05/pangeran-aria-soeria-atmadja.html "

69 comments:

  1. sumedang benar2 kaya akan sejarah besar ya mas, saya baru tahu kalau ada pangeran Aria Soeria Atmadja juga yg pernah memerintah sumedang dahulu kala :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. klau kaya dengan sejarah...mungkin bisa dibilang begitu mbak makanya saya jatuh cinta dengan kota sumedang ini walaupun bukan asli orang sini :))
      top begete sumedang ini hanya sayang kurang dipromosikan dan dimaksimalkan sumber dayanya

      Delete
    2. ada kang, bisa coba disearch di blog ini :)

      Delete
  2. Sebelumnya belum tau nih, terimakasih kang :)

    ReplyDelete
  3. oh bener Kang, saya suka denger "pangeran mekkah".
    ternyata beliau ya.
    kalo nggak salah Kang WS kan pernah ngangkat tema ini di posting terdahulu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pangeran Mekkah ? serius, saya baru tahu dari sini.

      Delete
    2. Iya nih baru dengar juga ya. Pangeran Mekkah?

      Delete
    3. iya kang zac, dulu WS pernah jjuga menulis tentang wejangan dari Pangeran Mekah ini dalam post Dawuhan Pangeran Aria Soeria Atmadja, wah masih inget ni kang zac hehe maksih :))

      @mbak riri n kang asep : kalau saya mah sudah tau ari dulu :-)

      Delete
  4. Orang dahulu usianya panjang panjang yah.. Udah usia lebih kan pada 1971 usianya seratus tahun, dan masih gagah sebagai pejabad wedono lagie. Atau mungkin salah ketik Kang WS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mas djono teliti sekali bacanya :))
      nanti saya cek lagi ya mas dari sumbernya, takutnya salah ketik :))

      Delete
  5. raja sumedang yg banyak jasanya ya mas,dari gelarnya saja sudah sebanyak itu

    ReplyDelete
  6. Orang nya kayak nya udah tua banget deh ya mas

    ReplyDelete
  7. haduh, Saya kok malah baru dengar ini ya Mas tentang Pangeran Aria Soeria Atmadja, sebuah sejarang yang kurang begitu ter sentuh nampaknya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak juga mas, kalau orang sumedang mah pasti sudah tahu kok :))

      Delete
  8. sesepuh Sumedang kembali tayang di situs orang sunda, beginilah kami orang sumedang yang sangat menghormati dan mencintai Pangeran kita, Pangeran Aria Soeria ATmadja...tanpa peran beliau dimasa lalu, belum tentukita ada disini sekarang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo akang hadi keturunan keberapa?

      Delete
    2. iya akang cilembu :)
      aya jadi kepikiran juga nih sebetulnya saya turunan keberapa y

      Delete
  9. apa masih ada hubungan sama pangeran kornel kang?

    ReplyDelete
  10. kebalikan dari kebanyakan kita sekarang ya Kang, kita nggak tidurnya cuman 4 jam.
    Begitulah tokoh-tokoh terdahulu yang dengan kekuatan iman dan ikhlas membaktikan dirinya untuk kemanfaatan orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang, mudah2an kita semua bisa meniru semangat juang beliau.
      kitamah walaupun tidur cuma 4 jam, waktu ndak tidurnya dipakai buat apa ya ?? :-)

      Delete
  11. Kerennn jadi tau lebih banyak setelah berkunjung kesini, sebelumnya saya tidak tau sama sekali siapa itu Pangeran Aria Soeria Atmadja.

    ReplyDelete
  12. tahun 1851, berarti jaman itu masih dikuasai oleh belanda ya

    ReplyDelete
  13. Belum pernah dengar nama pangeran ini .. hehehe :)) (f) Tapi tetep :>) (k)

    ReplyDelete
  14. setelah membaca artikel ini saya jadi sedikit ngerti tentang sejarah sumedang,terutama pangeran aria.makasih sharingnya mas dapat memperkaya wawasan saya.salam kenal

    ReplyDelete
  15. Terimakasih telah memberi pengetahuan tentang Pangeran Aria Soeria Atmadja ini Kang

    ReplyDelete
  16. wah hebat ya kang, banyak gelar yang diraih oleh Pangeran Aria Soeria Atmadja ini...makasih buat ulasannya, bisa menambah wawasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang sama-sama n makasih kembali :)

      Delete
  17. Wah ternyata banyak juga yang baru dengar nama pangeran aria admaja ini. Kirain cuman saya saja yang bru denger mas. Hehe makasih mas ilmu pengetahuanya.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita tanya juga pada rumput yg bergoyang y mas :-)
      iya mas kalau bukan orang sumedang pasti kurang familiar dengan namanya

      Delete
  18. Sumedang itu banyak banget wisata sejarah dan religinya ya, Bang.. Pengen banget bisa ke sana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti kapan2 kesini ya mabk...kita kopdar lah (m)

      Delete
  19. sungguh menarik sekali cerita tentang Pangeran Aria Soeria Atmadja ini.. Semoga dnegan tulisan ini orang bisa mengingat jasa-jasanya selama hidupnya.

    ReplyDelete
  20. Raja yg luar biasa.... "Ilmu manajemennya" pasti tinggi banget... :D

    ReplyDelete
  21. sosok pangeran yang dijuluki pangeran mekah ini memang luarbiasa...entah kapan indonesia bisa kembali menemukan sosok seperti ini...yang rela berkorban..demi pembangunan bangsa dan negaranya...bukan malah mengorbankan bangsa dan negara demi keuntungan pribadi semata...
    semoga bisa menjadi pahlawan nasional ya....,
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  22. Sudah selayaknya gelar yang beliau dapatkan mas...
    Rela berkorban tuk negara :)

    ReplyDelete
  23. Saya mah belum pernah denger nie kang dan baru kali ini tahu setelah membaca postinganya kang Jery, terimakasih kang atas sharing infonya jadi menambah wawasan saya nie :)

    ReplyDelete
  24. sosok tokoh yang menjadi kebanggaan untuk masyarakat sumedang ya mas..
    Dan saya jd nambah wawasan nih..lewat postingannya mas ws :)

    ReplyDelete
  25. Sugih dalam bahasa Jawa artinya juga kaya :)

    Kalau orang sugihnya seperti Pangeran Aria ini baru... patut di contoh, karena harta beliau digunakan untuk kepentingan masyarakat. Beda dengan hartawan zaman sekarang yang menumpuk2 harta buat kepentingan pribadi, buat apa coba? gak habis juga sendirian kan :-d

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob setuju sekali, toh buat apa numpuk harta banyak2 ya...ndak akan dibawa mati juga. yg enak tu kan pas-pasan aja lah, pas butuh pas ada hehe

      Delete
  26. saya ikut nyimak sajalah mas soalnya saya benar2 blank soal sejarah

    ReplyDelete
  27. Wah menambah informasi tentang sumedang bagi saya, kang. Sebab selama ini Sumedang bagi saya identik dengan, Tjoet Nja Dhien dan STPDN saja

    ReplyDelete
  28. pahlawan ini mesti dikenang terus jasanya ya mas.. krn berperan untuk kebaikan bangsa

    ReplyDelete
  29. wah jadi bisa lebih tahu sejarah lagi nih :)

    ReplyDelete
  30. banyak sekali penghargaan yang Pangeran Aria Soeria Atmadja dapatkan. bahkan beberapa dari bangsa belanda.
    kalau keturunannya yang sampai sekarang mas Jery tahu nggak ya :?

    ReplyDelete
  31. benar apa yang dikatakan oleh presiden Soekarno, "JASMERAH" jangan sekali-kali melupakan sejarah.. Pangeran Aria Soeria Atmadja merupakan sejarah dari sekian ribuan sejarah yang ada di Indonesia

    ReplyDelete
  32. Hatur nuhun pisan, kanggo kang jery, tos ngangkat carita urang sumedang ka publik. Upami di talaah ku manah urang sadaya, sajarah kieu penting pisan ayana.salain nambih elmu sajarah kanggo urang nambihan kayakinan oge, yen sagala oge lamun jalurna dina kasaean pasti akhirnage bakal sae...sanes kitu kang jery

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muhun kang, Insya Allah. Sami-sami kang, hatur nuhun oge tos ngaos seratan-seratan di blog ieu :)

      Delete
  33. Moal aya urang mun teu aya karuhun urang.rek kusaha deui ieu sajarah di mumule ari lain ku urang sadayana.

    ReplyDelete