Sudah Jangan Ke Jatinangor

Baca Juga

Jatinangor
Gapura Menuju Kecamatan Jatinangor
Bukan, bukan maksud admin melarang sobat untuk datang atau berkunjung ke Kecamatan Jatinangor, salah satu kecamatan di Sumedang yang berbatasan langsung dengan kota Bandung ini menjadi etalase Kabupaten Sumedang, yang hebatnya pembangunannya justru lebih pesat dibanding kota Sumedangnya sendiri.

Hal tersebut salah satunya adalah imbas perluasan atau limpahan pembangunan dari kota Bandung ke daerah sekelilingnya dalam misi membangun megapolitan Bandung Raya. Sayangnya, tampaknya kurangnya kontrol dan pengawasan dari pemerintah setempat menjadikan pembangunan di Jatinangor terkesan semrawut tak terkendali, tak heran jika pada akhirnya Jatinangor menjadi salah satu simpul kemacetan di Sumedang.

Kembali ke topik judul diatas, jika dulu admin pernah share sebuah lagu atau Video Klip yang memparodikan lagu Pegassus Fantasy dari band Indie Jafunisun asal Bandung yang berjudul Tahu Sumedang, kali ini admin akan coba mengulas sebuah lagu lainnya yang berkaitan dengan Sumedang, lebih tepatnya lagi tentang Jatinanor, salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang. Lagunya berjudul "Sudah Jangan Ke Jatinangor".

Menara Loji, Salah Satu Bangunan Bersejarah
di Jatinangor
Insomnia yang melanda, ditemani beberapa artikel dan berita dari media online tentang kehidupan dan bangunan-bangunan bersejarah di Jatinangor, membuat admin teringat kembali kenangan semasa tinggal di tempat ini dan ingin menulisnya disini. Namun karena sedianya blog WS bukan tempat untuk curhat pibadi, jadi daripada inspirasinya lari dan hilang begitu saja admin cari lah kira-kira hal apa yang bisa diceritakan dari kecamatan Jatinangor ini, dan pilihan pun jatuh pada lagu "Sudah Jangan ke Jatinangor".

Sebenarnya secara tersirat lagu ini bukan menceritakan tentang daerah Jatinangor, namun mengisahkan tentang seseorang yang merindukan seseorang lainnya di Jatinangor. Lagu ini merupakan karya band indie asal Bandung, The Pandal (Panas Dalam), The Pandal mengusung banyak aliran musik dan tidak terpaku pada satu genre, namun genre ballad nampaknya paling dominan dan dikemas dengan gaya lagu serta lirik yang cukup kocak. Berikut lirik lagu "Sudah Jangan ke Jatinangor" :

Sudah Jangan Ke Jatinangor

sudah jangan ke Jatinangor, ia sudah ada yang punya
lebih baik diam disini...temani aa bernyanyi disini

demi cinta engkau berikan, buku buku dan cindera mata
demi cinta engkau praktekan...buku taktik menguasai wanita

Reff :

ini asmara itu asrama...in harmonia progressio
ini asmara itu asrama...in harmonia progressio

sudah jangan ke jatinangor, masih ada kota lainnya
perempuan tak cuma dia...ada tiga milyar duapuluh satu

Reff :

ini asmara itu asrama...in harmonia progressio
ini asmara itu asrama...in harmonia progressio

Lagunya sendiri dinyanyikan oleh seorang vokalis laki-laki, apa sobat merasa ada yang aneh di lirik lagu tersebut? kalau admin iya, admin rasa ada yang ganjil di lirik lagu ini. Mengingat vokalisnya adalah seorang laki-laki, menurut admin ada tiga baris dari lirik di atas yang menunjukan keganjilan tersebut, yaitu "lebih baik diam disini temani aa bernyanyi disini" lalu "demi cinta engkau praktekan buku taktik menguasai wanita" dan "perempuan tak cuma dia ada tiga milyar duapuluh satu".

Kenapa admin katakan ganjil? ya, menurut admin lirik tersebut bukan antara dua insan yang berlainan jenis seperti pada umumnya lagu-lagu cinta, tapi antar sesama jenis. Kalau dicermati secara seksama sangat jelas kata-kata tersebut adalah dari seorang lelaki untuk seorang lelaki lainnya, mungkin dari seorang lelaki normal kepada seorang lelaki homoseksual agar ia bisa berubah mencintai seorang perempuan jika memang dia (laki-laki homoseksual) benar-benar mencintai dirinya, bahkan ia mempertegas lagi dengan mengisyaratkan jangan menyerah meski ditolak cinta oleh perempuan, karena perempuan masih banyak, ada tiga milyar duapuluh satu katanya.

Atau mungkin penafsirannya bisa juga dibalik yaitu ini mungkin adalah lagu dari seorang lelaki homoseksual kepada lelaki normal yang terus ditolak cintanya oleh perempuan, mungkin secara gampangnya dia berkata "daripada kamu terus ditolak perempuan, mending sudah tenang saja sama saya", begitu mungkin...karena kata "aa" (kakak laki-laki) sendiri kadang bisa mempunyai konotasi yang berbeda jika diungkapkan oleh pasangan atau dua orang bukan saudara yang mempunyai kedekatan emosional.

Dengan sikon seperti itu, kata "aa" jadi mengesankan kemesraan daripada hanya sekedar panggilan seorang adik kepada kakak laki-lakinya, contohnya bisa banyak kita lihat di film-film. Atau lirik ini memang hanya ungkapan dari dua orang laki-laki yang sudah dekat tanpa ada maksud apa-apa? entahlah, hanya pencipta lagunya saja yang tahu maksud sebenarnya.

Penafsiran lirik lagu diatas semata-mata hanya pemikiran admin saja setelah membaca beberapa artikel yang menceritakan gaya hidup sebagian kecil anak muda di Jatinangor, karena kalaulah coba disinkronkan atau dipas-paskan antara gaya hidup sebagian anak muda di Jatinangor dengan lirik lagu "Sudah Jangan ke Jatinangor" yang admin tafsirkan diatas, ya memang bisa dikatakan pas. Maaf beribu maaf, admin tidak bermaksud menyinggung siapapun, karena itu hanya penafsiran.

Gedung Rektorat UNPAD Dikejauhan
Namun kalaulah ternyata penafsiran admin diatas itu benar, terlepas dari lirik lagu tersebut, admin rasa lagu ini diciptakan bukan hanya kebetulan atau gurauan untuk lucu-lucuan semata, melainkan lagu ini dibuat dengan melihat fakta atau realita yang ada di Jatinangor.

Banyak sumber yang mengatakan bahwa Kecamatan Jatinangor merupakan satu-satunya kecamatan/distrik di dunia yang mempunyai beberapa Perguruan Tinggi terkemuka di satu tempat, dimana mahasiswanya datang dari seluruh pelosok Indonesia bahkan dari mancanegara, ya, di Kecamatan Jatinangor ini berdiri beberapa Perguruan Tinggi Negeri terkemuka seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin).

Berkumpulnya beberapa Perguruan Tinggi Negeri terkemuka ditempat tersebut menyedot ribuan kaula muda dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara ke satu tempat kecil yang bernama Jatinangor, sampai-sampai saking banyaknya suku bangsa yang ada di tempat tersebut, ada yang mengatakan bahwa Kecamatan Jatinangor seolah telah menjadi miniatur dari Indonesia atau Indonesia mini.

Dibeberapa kalangan anak muda yang katanya "anak gaul" di kota-kota besar, ada yang beranggapan bahwa seks bebas dan suka sesama jenis adalah hal yang sangat keren (Astagfirullah)...rupanya hal ini sedikit banyaknya juga menular pada perilaku dan gaya hidup sebagian mahasiswa yang ada di Jatinangor. Dengan berbaurnya budaya dari berbagai penjuru serta jauhnya dari pengawasan orang tua, mengakibatkan mereka yang kurang kuat iman bisa terjerumus dalam homoseksualitas ataupun seks bebas. Ini pula yang menjadikan Kecamatan Jatinangor sebagai salah satu daerah yang rawan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sumedang.

Terlepas dari semua itu, intinya admin hanya ingin menggarisbawahi mengenai gaya hidup sebagian anak muda di Jatinangor yang tidak jauh berbeda dengan di kota-kota besar, sudah admin saksikan sendiri ketika dulu menjadi anak kost di daerah ini selama beberapa tahun, dimana keadaannya tidak jauh dari yang telah admin sebutkan diatas, sungguh sangat memprihatinkan.

Semoga saja kedepannya, entah bagaimana caranya, mudah-mudahan aparat yang berwenang dan juga otoritas almamater di Jatinangor bisa lebih menanamkan kesadaran serta rasa lebih peduli dan saling menjaga, karena merajalelanya hal seperti itu (sex bebas, homoseksual) salah satunya selain diakibatkan kurang kuatnya hukum yang berlaku (kalau suka sama suka tidak dihukum)  juga lahir dari sikap individualis, acuh tak acuh, cuek dan kurang respon atas sesuatu yang terjadi di sekitar. Andai saja kita bisa kuatkan barisan dalam kekeluargaan, dimana saling menjaga dan saling menasehati menjadi pondasi kebaikan bersama, pastinya hal-hal seperti ini bisa lebih diminimalisir dan bahkan mungkin dihilangkan sepenuhnya.

Lha? bahasan artikelnya malah melenceng jauh dari judulnya "Sudah jangan Ke Jatinangor", maaf...mungkin tulisan ini semata-mata hanya bentuk keprihatinan admin saja terhadap fenomena seperti yang telah disebutkan di atas yang terjadi di daerah admin.

Terakhir, berikut adalah lagu "Sudah Jangan Ke Jatinangor" yang dibawakan oleh The Pandal...admin cari video clipnya di youtube belum ada, namun ada video lain yang telah sobat dumay unggah ke youtube dimana beberapa gambar ditambahkan untuk visulisasinya. Admin menduga mungkin pembuatnya sangat rindu dengan suasan Jatinangor dan mempunyai banyak kenangan di tempat ini, sama seperti admin yang entah kenapa jadi merinding ketika mendengar lagu ini karena teringat banyaknya kenangan...di Jatinangor...

Sudah jangan ke Jatinangor

*Artikel ini admin dedikasikan juga untuk teman-teman seperjuangan di keluarga besar Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad 2004, yang admin yakin pasti merindukan pula suasana di Jatinangor


Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Sudah Jangan Ke Jatinangor" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2014/04/sudah-jangan-ke-jatinangor.html

91 comments:

  1. Pernah ke Jatinangor sekali pada tahun 2001, kala itu ikut menyaksikan pelantikan adik saya ketika resmi diterima sebagai Praja Muda di IPDN, yang saat itu namanya masih STPDN...menurutku, disana hawanya sejuk!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klihatanya tempatnya enak dan nyaman
      Jatinangor itu yah Kang, kapan bisa lihat langsung yah Kang?

      Delete
    2. @ Kang Sun pernah ke jatinangor toh...kenapa kita gak kopdar ya kang :))

      @ Sok atuh kesini kang Saud, diantos...diantos ku macet maksudnya hheh :-)

      Delete
    3. Hahh? kira'in diantos di pasihan Tahu Sumedang atawa Ubi Cilembu..?
      Diantos Ku macet mah kin dai weh nya Kang Jery, hatur nuhun nya Kang :)

      Delete
    4. jangan dimasukin ke hati ya kang :)

      Delete
  2. waah lirik lagunya asyik mas, tetapi setelah mas Jery analisa saya jadi takut di katakan suka sama sejenis. :>)
    pembangunan di negara kita ini memang tidak ada aturan mainnya yaa mas, main bangun seesuka hatinya aja, tidak peduli lahan yang di bangunnya bisa menyebabkan dampak negatif atau tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tpi lebih tepatnya itu analisa yang ngasal saja mas :-)

      yg jelas mah pemilik modal yg gede n banyak duit bisa lebih berkuasa, gitu bukan mas (m)

      Delete
  3. Saya hanya mendengar nama Jatinangor sebagai pusat pendidikan mas Jery. Dalam angan saya, daerah Jatinangor itu tempat yang menyenangkan karena disana ada beberapa perguruan tinggi ternama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pak disana ada beberapa perguruan tinggi ternama...memang menyenangkan berada di tempat ini, karena selain sebagai pusat pendidikan dan etalase kabupaten sumedang juga mempunyai beberapa tempat bersejarah

      Delete
  4. hmm jadi apa hubungannya sama lagu itu bang heheh :)
    temen juga ada yang tinggal dijati nangor, dulu pernah maen kesana, tempatnya lumayan keren heheh :)

    ReplyDelete
  5. ahahay...ngga ada kerjaan banget mengkritisi lagu ngga mutu gituh seh kang?!
    katanya mah grup anak anak ITB..cenah mah..eta oge'...
    ceuk sayah mah lelaki yang nyeritain lelaki juga...dia cuman meng AA kan pada dirinya sendiri...
    kayanya sih,pengen bikin lagu model iwan fals jaman dulu...cuman dari liriknya ngga mutu ah.
    terserah mo ada yang tersiggung juga biarin ah..emang ngga mutu sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. akang bekas vokalisnya ya

      Delete
    2. iya kang ini grupnya anak2 ITB...
      inti artikelnya sih bukan mengkritisi lagunya, yah itu mah sebagai media atau pintu masuk ke bahasan saja bari rada sedikit maksakeun :-)

      @ iya ya kang zac, kayanya mah kang cilembu ini salah satu pentolan personelnya, coz sampe segitunya :))

      Delete
  6. Saya nyimak saja Kang Jery, soal nya saya belum pernah
    Ke Jatinangor, tapi lagunya menarik juga Kang, makasih atas artikelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 kang...selamat menikmati dan meresapi artikelnya :))

      Delete
  7. huaaa, jadi tahu lagu ini dan jadi tahu sedikit cerita tentang jatinangor.. :P

    ReplyDelete
  8. Jatinangor sampai di sulawesi pun terkenal mas,keterkenalannya karena di sana ada IPDN yang sering buat kaus kematian mahasiswanya (dulu),efek dari pembangunan seperti itu,kalau yang dulunya barangkali di rasa asri dan adem tapi sekarang malah buat mata enggan untuk melihatnya,tapi sebenarnya hal itu jika di tata dengan rapi pasti baik hasilnnya,di makassar beberapa tahun yang lalu ada rencana untuk revitalisasi Lapangan Karebosi,yang menjadi ikon kota Makassar,ketika rencana itu di gulir banyak yang protes ,karena kuatir dengan pembangunan yang serampangan akan menghasilkan hasil yang baik,apalagi Lapangan Karebosi memiliki nilai historis dengan kota makassarbahkan sang walikota kala itu sampai di boikot di dewan,tapi dengan penataan dan rencana yang rapi sekalipun di protes pembangunan terus berjalan,dan hasilnya Masya Allah,... pembangunan tidak menghilangkan nilai sejarah bahkan setelah pembangunan tersebut Lapangan Karebosi semakin di minati masyarakat untuk menghabiskan waktu mereka untuk sekedar menikmati taman kota,.....

    Indonesia adalah negara yang sedang membangun,harapannya adalah pembangunan tersebut di atur dengan rapi dan tertata sehingga akan memberikan hasil yang baik...

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bunda, saya setuju sekali dengan yang bunda uraikan...terima kasih atas tambahannya...
      memang tidak boleh serampangan dan perlu pengawasan dari berbagai pihak bagi daerah yg sedang giat2nya membangun...mudah2an pembangunan di jatinangorpun nanti bisa meniru apa yg telah dibangun di daerah bunda

      Delete
  9. ah jadi ngeri ya kang melihat fenomena seperti yang dijelaskan di atas...semoga ini mendapat perhatiaan dari para orang tua dan pihak2 yang terkait....

    ReplyDelete
  10. Saya belum nyoba nih maiin ke Jatinagor :d

    ReplyDelete
  11. ngeri sekali mas pergaulan anak sekarang, saya juga sudah mulai kawatir sejak dini dan sudah mulai membentenginya karena anak saya juga perempuan

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayyooo kenapa dihapus komentarnya hayooo :-)

      Delete
  13. wahh bener sih kalo tempat menuju kawasan sekolah tinggi suka macet begitu ya. di bogor jugga kang. jalan menuju IPB macetnya indah luar biasa. kita lagukan juga nggak baiknya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan itumah sudah ada lagunya kang sikomo lewat...apa kita bikin lagu kang cilembu lewat ??

      Delete
  14. Nyimak saja dulu mas, soalnya saya blm pernah ke jatinangor

    ReplyDelete
  15. Sekarang para orang kaya sudah seenak udel nya kalau membangun gedung pabrik dan sejenisnya. Udah nggak mikirin dampaknya untuk kanan kirinya ya mas. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita renungkan bersama ya mas =))

      Delete
  16. Ehhh Busetttt Ternyata Pergaulan Di Jatingor Bebas Bener yah Sampe Sampe Virus HIV pUN ada beuhhh lengkap benerrr Duka Di negri ini =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya itu virus memang ada di semua tempat dan mulai mewabah di Indonesia sob...jadi kudu makin hati2 dalam pergaulan

      Delete
  17. maaf baru bisa followback, semoga orang-orang di jatinagor cepat sadar akan kesalahnya sebelum yang di atas memberikaan peringatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang2 tertentu ya mas...tidak semuanya loh, hanya sebagian kecil saja

      Delete
  18. saya belum pernah ke sana da...

    ReplyDelete
  19. wah,,, sepertinya ane emang kagak minat pergi kesono gan... tapi semoga orang-orang disana sadar akan perbuatannya ya gan,,,

    :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya gan ?? ane gak ngerti euy maksud komennya (m)

      Delete
  20. kapan-kapan coba main kesana,soalnya blm pernah sama sekali sob

    ReplyDelete
  21. saya orang asli Jatinangor, kenyataannya tidak seperti itu, kasus yang muncul belakangan akhir-akhir ini diJatinangor karena ulah dari pendatang itu sendiri, coba lihat di beberapa media, kasus yang terjadi pelaku dan korban bukan orang Jatinangor. sebetulnya sikap dan perilaku orang Jatinangor itu ramah dan welcome kepada setiap tamu dan pendatang, orang jatinangor sama seperti orang indonesia lainnya yang lekat dengan budaya ketimuran dan sundanya, melihat lirik lagu di atas sangat menyakitkan orang-orang Jatinangor asli. kerusakan dan degradasi moral karena ulah pendatang dan cepatnya pembangunan yang ada di Jatinangor.

    Salam dari orang Jatinangor
    http://desa-cikeruh.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang orang jatinangor memang baik2 dan ramah2...saya juga pernah tinggal di jatinangor dan ikut merasakan hal tersebut.

      iya kang...karena seperti saya katakan juga diatas yg berbuat itu hanya sebagian kecil warga saja utamanya kaula muda, hanya saja kalau sebagian kecil ini tidak secepatnya ditanggulangi dan diawasi maka bisa cepat menyebar pergaulan yg negatif ini.

      salam kang, terima kasih atas kunjungannnya

      Delete
  22. ceritanya dilagu kayaknya orang lagi patah hati yamas......eh ngomong2 jatinangor indah juga tuh ada menara condong pisa nya tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas kurang lebih begitu...itu sayanya yang miring mas bukan menaranya :))

      Delete
  23. Tempat yang betul-betul bisa memberikan kesan yang sangat baik oleh setiap pengunjung yang datng ke jatinangor :)

    ReplyDelete
  24. gambar menaranya itu miring dari sana nya atau motretnya mas

    ReplyDelete
  25. udah banyak perkembangan yah mas :D

    ReplyDelete
  26. Saya punya teman di sana tapi belum pernah main he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa atuh kang ?? main sama saya aja atuh yuk ?? (m)

      Delete
  27. ternyata seiring kemajuan itu dimana-mana ada sisi positif dan sisi negatifnya ya, tergantung kita bagai mana memilah nya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...begitulah ya dimana2 pasti begitu

      Delete
  28. Kalau menurut saya sih, itu yg nyanyi sedang menghibur temannya, bukan pasangan (lelaki)nya, hehe....

    Saya mulai denger Jatinangor, pas kasus STPDN itu, beberapa tahun silam.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas menurut saya juga begitu...*Lah, terus uraian diatas maksudnya apa?? :-s

      Delete
  29. Inilah salahsatu efek negatif dari era globalisasai, budaya2 luar masuk tak terbendung, dan anak2 muda yang jadi sasarannya dan jadi korbannya. Terutama di perkotaan, yang mana nilai2 agama harus bersaing dengan nilai2 budaya barat, dan sayangnya nilai2 budaya asing selalu menang mengambil hati anak2 muda.

    ReplyDelete
  30. saya belom pernah ke jatinagor. jadi penasaran pengen kesana :D

    ReplyDelete
  31. ternyata ini ngomongin lagu ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan kang...ini lagi ngomongin n nggosipin artis :))

      Delete
  32. jatinangor, siapa orangnya yang tidak pernah dengar nama daerah ini ya mas

    ReplyDelete
  33. jadi kandungan dr makna lgu trsebut, lebih ke prilaku homoseksual ya mas..!, wadduh..bukan perkembangan lg namanya ini, tp lebih mengarahkan diri ke tepi jurang..!,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ndak tau juga mas...itu mah kan cuma penafsiran ngasal saya saja untuk disambung2kan dengan pokok bahasan di postingan ini :-)
      tapi sepertinya penafsiran saya diatas ya salah :))

      Delete
  34. baru pertama kali saya mendengar nama jatinangor ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kah kak ?? padahal banyak juga mahasiswa malaysia yang kuliah didaerah jatinangor ini

      Delete
  35. Kunjungan sore, Kang Jery simak kembali ke indahan dan keramah tamahanya
    Jatinangor ini, saya belum lihat langsung ke TKP nya namun kaya nya tempatnya
    Adem ayem dan sangat bersih indah dan Hijau ya Kang Jery :)

    ReplyDelete
  36. buku taktik menguasai wanita, lirik yang menggemaskan :D

    ReplyDelete
  37. dari dulu sering denger yang namanya Jatinangor tapi sampai saat ini belum sempet kesana, makasih sharingnya mas WS :)

    ReplyDelete
  38. wah,,, cantik pisan kang,,,,temen kerja abdi aya lulusan unpad, cuman di lulusan farmasi,,, orang sumedang juga ya kang,,,heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang kalau saya mah sudah pasti orang sumedang atuh :))
      iya kang kalau farmasi agak kebelakang kampusnya

      Delete
  39. kalo sumedang sering denger, soalny ane suka tahu sumedang walupun ane bukan orang jabar. tapi jatinangor malah baru denger sekarang :)

    untuk jatinangor mungkin seperti kecataman ane, tiap hari macat dan semrawut. sebagian ikut semarang dan sebagian lagi ikut demak, soalnya dulu ada pemekaran wilayah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pdhal jatinangor lebih terkenal dari sumedangnya sendiri lho mas :))
      iya begitulah mas...rata2 macet tiap harinya disini

      Delete
  40. melihat suasana kotanya sepertinya dingin sekali ya mas kecamatan jatinangor itu... hampir sama seperti kota malang suasananya, dingin namun menyenangkan :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. adakalanya dingin sekali, adakalanya panas menyengat mbak :-)

      Delete
  41. heh ada foto sayah waktu muda, hehe. sepenggal kisah saya dan teman2 (jeung maneh, Jer) tertinggal di sana. Jadi terharu kalo inget :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. huuhuhu kita siapkan sekardus tisyuu ;(
      heh btw ieu saha tidak mencantumkan namanyah...

      Delete
  42. Artikel yang menarik sekaligus menyentuh qalbu =)) . Sudah jangan ke Jatinangor. 8-) Jatinangor sekarang 'begitu hebat' menjadi miniatur Indonesia dengan segala dampak positif dan negatifnya [-( . Dampak negatif tentu harus diminimalisir, sedangkan yang positif diupayakan terus dikembangkan. Generasi muda yang produktif, cerdas, santun :o , berbudaya, dan dapat 'menahan diri' (h) menjadi idaman kita semua. Salam cemerlang buat sobat Blogger Jery Yanuarlan. cheer

    ReplyDelete
  43. kalo denger jatinangor tertujunya ke ipdn, soale pernah rame di berita

    alumnus unpad kang..
    simak lagunya...biar nggak ke jatinangor :)

    ReplyDelete
  44. Kli aja mmg penciptanya cewek, h-hee... (gak tahu juga sih)...

    yg menarik ada tiga milyar duapuluh satu perempuan... jgn2 salah satunya... ?????

    ReplyDelete
  45. pembangunan di perkotaan memang cukup mengganggu mas, tapi itu semua adalah usaha pemerintah untunk memakmurkan dan mensejahterakan rakyata agar daerah tersebut bisa lebih baik. Sebagai warga negara yang baik, kita optimis saja ;)

    ReplyDelete