Pacuan Kuda Dalam Cerita

Baca Juga

Arena Pacuan Kuda di Kabupaten Sumedang
Arena Pacuan Kuda Kabupaten Sumedang
Pada kesempatan kali ini, admin ingin menceritakan sebuah tempat yang terletak di Kelurahan Kota Kaler Kecamatan Sumedang Utara, Pacuan Kuda. Dulu admin sempat berfikir bahwa "Pacuan Kuda" ini hanya nama tempat saja, bukan benar-benar arena untuk bertanding pacuan kuda, itu karena sedari kecil admin belum pernah melihat kuda bertanding di tempat ini.

Admin tertarik untuk menulis tentang Pacuan Kuda ini karena sering mendengar bahwa dulu tempat ini menjadi tempat favorit bagi warga Sumedang, salah satu yang sering menceritakan tentang "wah" nya Pacuan Kuda ini dijaman dulu adalah orang tua admin sendiri, admin berfikir "Masa iya tempat yang di musim kemarau tampak gersang seperti ini, dulu bisa menjadi tempat favorit ??". Admin berfikir demikian karena memang belum pernah melihat riuhnya penonton melihat pertandingan balap kuda di tempat ini.

Yang admin lihat, seringnya tempat ini dipakai oleh mereka yang sedang belajar mengendarai sepeda motor seperti terlihat pada gambar di atas. Pagar yang mengelilingi Pacuan Kuda ini pun banyak mengalami kerusakan di sana-sini, pagar tidak mengelilingi arena secara sempurna. Tidak ada semacam tempat khusus untuk penonton pula. Malah pada hari-hari tertentu, di tempat ini diadakan pasar malam atau pasar kaget yang ditempatkan memanjang sesuai jalur pacuan, sampah yang berserakan menjadi pemandangan biasa setelah itu.

Arena Pacuan Kuda Kabupaten Sumedang
Arena Pacuan Kuda Kabupaten Sumedang
Melihat itu semua, pantas jika generasi muda Sumedang tidak mengira, ternyata Pacuan Kuda ini dulunya memang menjadi tempat favorit di Sumedang. Tempat ini menjadi tempat favorit, salah satunya adalah karena dulu pada masa-masa awal kemerdekaan sarana hiburan masih sangat sulit untuk ditemui, konon tontonan yang melibatkan khalayak ramai seperti olahraga pacuan kuda inilah yang digemari oleh masyarakat Sumedang kala itu. Penontonnya pun bukan hanya dari daerah sekitaran Sumedang kota saja, melainkan dari seluruh pelosok Kabupaten Sumedang, mereka datang ketempat ini beramai-ramai, berkelompok, dengan cara berjalan kaki dari daerah masing-masing.

Jarak yang harus ditempuh oleh para penikmat olahraga pacuan kuda ini pun tidak main-main, menurut cerita mereka bisa berjalan seharian bahkan sampai satu hari satu malam menuju lokasi balap pacuan kuda ini, mereka membawa perbekalan untuk disantap selama di perjalanan dan tentunya juga untuk di lokasi ketika menonton lomba pacuan kuda.

Dari cerita-cerita yang admin dengar, nampaknya masyarakat kala itu memang menikmati hal tersebut, dimana kebersamaan dalam kesederhanaan menjadi penawar rasa lelah selama di perjalanan, dan perasaan lelah itu juga langsung terobati ketika melihat olahraga pacuan kuda yang mereka gemari..."matak waas" (bikin kangen) kalau kata orang tua admin bilang.

Pagi Hari di Pacuan Kuda
Pagi Hari di Pacuan Kuda
Mungkin diantara sobat ada yang bertanya-tanya kenapa kok masyarakat Sumedang kala itu sangat menggemari ketangkasan pacuan kuda ini?? ternyata hal tersebut bukan tanpa sebab, ada sejarahnya sehingga adu ketangkasan pacuan kuda ini seolah mempunyai magnet yang luar biasa dalam menarik masyarakat Sumedang kala itu untuk menggemarinya. Hal itu tak lain dan tak bukan adalah pengaruh dari Pangeran Aria Soeria Atmadja/Pangeran Mekkah. Seperti banyak kita ketahui, jaman dulu yang namanya pemimpin itu benar-benar disegani, segala tindak-tanduknya digugu dan ditiru, wejangannya seolah menjadi wasiat yang harus dilaksanakan, atau sederhananya, ia mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam hal apapun di tengah-tengah masyarakat.

Rupanya pengaruh Pangeran Aria Soeria Atmadja pada masyarakat Sumedang ini bukan hanya dalam hal pemerintahan saja, namun hobinya pun sampai diikuti oleh masyarakat Sumedang kala itu. Konon beliau sangat menyukai beternak kuda dan selalu memikirkan bagaimana caranya untuk bisa melahirkan bibit kuda unggulan dari Sumedang, beberapa sumber mengatakan bahwa salah satu cara yang ditempuh adalah dengan cara mendatangkan bibit kuda unggulan dari Sumbawa. Nah, untuk melatih kuda-kuda unggulan yang telah dihasilkan itulah Pacuan Kuda ini dibuat.

Dilihat dari sejarahnya, mungkin bisa dikatakan bahwa Pacuan Kuda Kabupaten Sumedang ini merupakan warisan dari generasi pemimpin terdahulu dalam usaha membudayakan olahraga atau ketangkasan pacuan kuda. Memang secara fisik sama sekali tidak memperlihatkan bahwa tempat ini merupakan bangunan atau areal warisan sejarah seperti misalnya Museum Prabu Geusan Ulun atau Gunung Kunci, namun tentunya hal tersebut bukan alasan untuk tidak menjaga serta melestarikannya.

Pagi Hari di Pacuan Kuda
Pagi Hari di Pacuan Kuda
Terobosan-terobosan serta keuletan dari Pangeran Aria Soeria Atmadja ini memang selayaknya kita teladani, karena selain berhasil mengembangbiakan ternak kuda unggulan di Sumedang kala itu, kecintaannya pada alam pun menghasilkan prestasi-prestasi lain melalui pemikirannya, seperti sistem sawah terasering yang pertama kali dicetuskan olehnya, dan beliau pun berhasil mendirikan sekolah pertanian pertama di tanah air yang sekarang dikenal dengan UNWIM atau Universitas Winaya Mukti, sekolah tersebut dulunya bernama APT (Akademi Pertanian Tanjungsari), dan sekarang telah berubah nama menjadi Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti (UNWIM) di Tanjungsari.

Karena prestasinya tersebut beliau tidak hanya dikagumi oleh masyarakat Sumedang pada khususnya namun juga disegani oleh bangsa lain, sampai-sampai beliau diberikan penghargaan oleh Pemerintah Belanda dengan cara membangun Monumen Lingga di tengah-tengah alun-alun Sumedang untuk memperingati serta mengapresiasi jasa-jasa beliau dalam keberhasilannya membangun Sumedang. Monumen tersebut diresmikan oleh Gubernur Jendral Dir Fock. Melihat dari cerita sejarahnya, sangat disayangkan jika Pacuan Kuda ini dibiarkan begitu saja dan tidak dikembalikan pada fungsi awalnya, bukan begitu?

Pagi Hari di Pacuan Kuda
Pagi Hari di Pacuan Kuda
Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Pacuan Kuda Dalam Cerita" dengan link sebagai berikut ; "www.wewengkonsumedang.com/2014/02/pacuan-kuda-dalam-cerita.html"

90 comments:

  1. Insya Allah kali ini saya dapet pertamax, yakin banget duah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah selamet deh Marnes dapet berkat pertamax yah Mas Agus?
      Betul kaya nya rada sokongan nih tt3tt3tt3 :-)

      Delete
    2. jangan pada cemburu yaaa kalau saya janjian sama kang marnes :-)

      Delete
  2. pemandangannya indah banget kang kayaknya cocok banget kalo jalan santai sore-sore bareng si do'i hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti kang...karena disini saya beberapa kali menjumpai hal tersebut, banyak yg lari2 joging2 sama doinya sore2 hehe...jadi kepengen (m)

      Delete
  3. Taunya sih acara Pacuan Kuda yang sering muncul di tV TV gitu. Lalu ada pasar taruhannya segeala macem

    ReplyDelete
    Replies
    1. huuu...kang asep udik ah...;o)

      Delete
    2. huuu...kang asep udik ah...;o)

      Delete
    3. itu mah di acara2 tipi holiwud pastinya ya kang asepp :-)
      gak ikutan ahhh kata2 kang lembu

      Delete
  4. sumedang benar2 lengkap ya mas ada arena pacuan kuda juga, hmmm keren bisa jadi koboi ya, hehehe :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kan salah satu koboinya mbak (m)

      Delete
    2. Koboi itu suka giring sapi, berarti kang WS banyak punya sapi ya ... :-)

      Delete
  5. Pasti ini menjadikan salah satu ciri khas buat sumedang selain dari wisata ataupun kulinernya ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak mudah2an saja nanti bisa menjadi seperti itu kembali...karena jaman dulu, ketika daearah lain belum punya lapang pacuan kuda di Sumedang sudah ada dan menjadi daya tarik tersendiri

      Delete
  6. Ternyata ga hanya tahu sumedang
    Ada juga tempat indah pacuan kuda
    Pemandangan paginya indah dipandang
    Sejuk dan alami warnyanya

    ReplyDelete
  7. Hem, di makasar juga ada pacuan kuda macam ini.. Pas di samping kampus UNM Parangtambung, makasar.. Dulu waktu tahun 2000 masih ada yang lomba, tak tahu skarang.. Terakhir liat arena pacuan ini, sudah ada juga pasar kaget nya.. Mungkin kuda sudah tidak menarik lagi, karena hanya di daerah2 tertentu yg warganya byk memelihara kuda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hemmm kejadian yang dialami pacuan kudanya hampir sama ya mbak =))
      padahal kalau dipakai untuk pacuan kuda pastinya lebih keren ya, asik lah pokoknya nontonnya :)

      Delete
  8. membaca tulisan Kang WS, entah kenapa saya kok malah yakin bahwa tempat tersebut jaman dulu (jaman kerajaan-kerajaan) memang tempat pacuan kuda...secara dulu alat transportasi darat kan kuda dan rajanya juga hobi berkuda...jadi tak heran betapa antusiasnya warga sekitar Sumedang ingin menyaksikan. Cuma satu, gimana ya cara iklan jaman dulu..mungkin jauh-jauh bulan sebelumnya sudah dikumandangkan berita bahwa tanggal sekian, bulan sekian akan diselenggarakan Lomba Pacuan Kuda

    ReplyDelete
    Replies
    1. waawww mbak khusna samapi berpikir ke situ ya...saya malah blum kpikir kesitu hehe. Iya ya, kalau dulu itu gimana menyebarluaskannya ya karena media juga sangat terbatas, mungkin yang paling efektif adalah dari mulut ke mulut

      Delete
    2. weleh :-t
      saya kecup dulu deh pak pri x-)

      Delete
  9. pacuan kuda menjadi tempat favorit orang jaman dulu, dan ternyata ada pengaruh pemimpin saat itu yang kharismatik sampai hobinya pun ikut di gemari. Kalau pemimpin sekarang sih lewat ya mas.
    banyak nganunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nganunya gimana mas saya agak kurang ngert ini :o

      Delete
  10. Yah sayang ya mas kalau di biarkan saja.. Sayang banget deh.. Padahal kalau di pikir2 sudah jarang dan belum tentu setiap daerah punya pacuan kuda.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, tapi kalau yang melatih kudanya disini sih WS masih sering lihat

      Delete
  11. 3 jenis olahraga yg dianjurkan oleh Rasulullah adl:
    - Berenang... krn ini melatih kecepatan
    - Memanah... krn ini melatih kejelian, dan
    - Berkuda... krn ini melatih kekuatan

    Dan dalam bertanding (gulat), ketiganya ini diperlukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi Pangeran Aria Soeria Atmadja juga hobinya meneladani Rasulullah ya pak

      Delete
    2. Ato gr2 nonton film Gladiator... :-t

      Delete
    3. memang waktu itu sudah ada kah filmnya ?? ;(

      Delete
  12. Wah saya belum pernah lihat langsung nih tempat pacuan kuda Kang Jery
    Sepertinya dengan nyimak artikel ini, serasa lihat langsung deh makasih Kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. lihat langsung dilayar laptop ya kang :))
      sama2 kang

      Delete
  13. kalau pacuan sapi gak ada ya, hehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin ada tapi bukan di tempat diatas sob

      Delete
  14. met sore sob. wah ane baru tau ni kalu kyak gitu crtanya hehehh. mksih sob infonya.

    ReplyDelete
  15. saya belum pernah nonton pacuan kuda secara langsung mas. taunya cuma lewat tipi..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mas saya juga belum pernah lihat walaupun disini ada pacuan kudanya :))

      Delete
    2. masa belum pernah liat balap kuda d sindangraja,,,orang sumedang kah?sy aja sering waktu sekolah dulu,emang skrng udah jarang mungkin ngak ada karena harga kuda pacu mahal sama kaya beli motor

      Delete
    3. iya kang kalau saya pribadi belum pernah nonton karena dulu waaktunya suka bentrok dengan jadwal kegiatan, nah kesini-kesininya malah makin jarang. orang sumedang asli kang

      Delete
  16. ahihihii....pasuan kuda itu telah diberdayakan untuk kepentingan ekonomiwarg sekitar dengan ditanami padi...daripada jadi lahan terbengkalai...kan lebihbagusdimanfaatkan, kalau mau pacuan, pacuan azh...ngga usah terganggu oleh pak tani yang sedang ngarambet....;o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. whats the meaning of ngarambet kang ?? :-)
      iya kang mungkin seperti itu ya yg dimaksudkan, daripada lahannya terbengkalai dan tak dipakai lebih baik diberdayakan. tapi di tipi-tipi saya gak pernah lihat ada padi di tengah pacuan kuda kang hheu...

      Delete
  17. wah saya malah belum pernah lihat mas pacuan kuda getu. Kalau lihat di tv sih sudah pernah hehehe :D
    kayak nya seru banget ya bisa lomba balapan kuda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak saya juga kepengen menonton kalau ada mah :))

      Delete
  18. Sy jg blm pernah melihat kuda bertanding berlumba..pasti seronok jika dpt melihatnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mama, mudah2an nanti kapan2 akan ada lomba pacuan kuda lagi ditempat ini

      Delete
  19. di daerah saya cuma ada kuda andng alias dokar. saya belum pernah melihat pacuan kuda secara langsung. terima kasih sharenya mas..

    ReplyDelete
  20. wah ternyata di sumedang ada tempat pacuan kuda warisan sejarah jaman dulu yah mas, keren banget makasih sharingnya mas :)

    ReplyDelete
  21. Kang jago ga naik kuda...? kalau sy sih takut hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. jago dong kang, mau kuda, panther, sampai honda beat juga saya bisa kalau cuma naikin :-)

      Delete
  22. Baru tau kalo di sumedang ada pacuan kuda... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru tau kalau akang baru tau hehe

      Delete
  23. Barangkali karena sekarang kuda sudah gak jadi alat transportasi utama ya mas, jadinya pacuan kuda beralih fungsi untuk belajar kendaraan, lama-lama bisa jadi arena balapan nih mas .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe iya ya mas, jadi tempat balapan motor mungkin nantinya...
      tapi mudah2an sih bisa jadi tempat pacuan kuda lagi mas, karena yang melatih kudanya di tempat ini masih ada

      Delete
  24. melihat arena pacuan kuda itu jd inget masa kecil saya dulu, :o (h)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa kecilnya udah sering ikut balap kuda ya mas ?? wah hebat mas (k)

      Delete
  25. Di tp saya kebetulan ada mas pacuan kuda tepatnya di pulo mas..cuma kuranf tau asal muasal swjarah berdirinya.. :)

    ReplyDelete
  26. Wah pagi hari di Pacuan Kuda di Sumedang endah pisan euy. Di deket rumah saya juga ada punya Prabowo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah prabowo sering berkunjung ke tempat akang dong ya kalau begitu :)

      Delete
  27. rumahku malah jauh dari tempat pacuan kuda mas,jdi jarang2 nonton balapan kuda

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...saya yang dekat malah belum pernah nonton mas :)

      Delete
  28. belum pernah lihat langsung secara langsung, di MEdan juga ngga ada, kali bukan pacuan kuda bukan kebudayaannya kali ya

    ReplyDelete
  29. wah keren keren mas :o

    mampir balik ya :) http://nandarious.com :)

    ReplyDelete
  30. Sekarang kudanya ganti mas sama yg roda dua.

    ReplyDelete
  31. wah ini kudu dilestarikan yah Kang Jery.soalnya warisan,yang berarti ini adalah Pusaka bagi orang Sumedang,Lanjutkan Kang ,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ssiiiap kang dede hehe...duh manggilnya mending WS aja kang hehehe

      Delete
  32. Waah, ternyata sejarahnya begitu, ya....

    Btw, saya belum pernah lihat pacuan kuda secara langsung. Selama ini cuma tahu dari komik2 aja, hehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan sekarang liha dari blog ini ya mas...walau gak begitu jelas juga kelihatannya hehe

      Delete
  33. waah jadi tahu nih, ada bekas pacuan kuda di sumedang kang..nuhun :)

    ReplyDelete
  34. devy kirain pacuan kuda hanya untuk permainan orang luar negeri saja, soalnya sering lihat di TV gituh, ternyata indonesia juga ada ya,,hmm..ketinggalan kereta neh..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak di Indonesia juga pastinya ada...ketinggalan kereta kuda kan ?? hehe

      Delete
  35. Begitu Indahnya tempat pacuan kuda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalo ada KUDAnya ya? :D

      Delete
    2. sayangnya di foto dokumentasi diatas gak ada kudanya ya hehehe

      Delete
  36. maen lagi kepacuan kuda mo balap kuda sekalian plus nongtongadis desa lagi ngarambet disawahnya ini teh berawal dari kekeselan saya BW koneksi lemot dibawa muter dulu ke G+ tabah lemot dah koneksi saya, makanya saya triak triak lagi supaya pada masang kode JS nya kang Gondes (Terhubung dengan blogger.....)...kaya kang WS ini kan saya teh jadi enakkeun BW nya, langsung clek didalem rumahnya kang WS....bener teu?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kang...makin makjleb jadinya kan :))
      iya kang itu kode dari kang gondes harus digalakkan eung untuk mempermudah BW, biar kita makin asik juga x-)

      Delete
  37. nice pos mas saya belum perna naik kuda mas salam kenal semoga makin sukses kunbal y mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga sob...ssiiip nanti saya berkunjung

      Delete
  38. Ternyata itu berawal dari hoby Pangeran Aria ya, semoga bisa tetap dilestarikan

    ReplyDelete