Cerita Duka Di Masjid Pusaka, Masjid Besar Tegalkalong

Baca Juga

Masjid Besar Tegalkalong
Masjid Besar Tegalkalong
Setelah bercerita sedikit tentang Tradisi Nyuci Pusaka di Sumedang, pada kesempatan kali ini admin ingin bercerita hal lain yang berkaitan juga dengan istilah "pusaka" di Sumedang, namun kali ini yang disebut "pusaka" disini bukanlah sebuah barang melainkan bangunan yaitu sebuah Masjid, lebih tepatnya Masjid tersebut adalah Masjid Besar Tegalkalong di Sumedang Utara.

Masjid Pusaka, entah darimana istilah tersebut berasal karena dari beberapa sumber dikatakan bahwa masjid ini adalah masjid pusaka, awalnya admin berpikir entah apa maksudnya kata-kata tersebut karena admin lihat dari segi bentuk masjid ini biasa saja dan sama saja seperti masjid-masjid lainnya, tak ada yang istimewa dari bentuknya, admin pun tak melihat yang istimewa seperti barang atau artefak bersejarah dan berharga lain di dalamnya ketika saya berkesempatan untuk singgah di Masjid ini.

Rupa-rupanya, ternyata Masjid yang dibangun oleh Raden Suriadiwangsa pada sekitar tahun 1600-an inilah yang benar-benar menjadi pusakanya, admin kurang tahu kenapa disebut demikian, mungkin karena Masjid yang pada ujung atapnya terdapat mustaka sama seperti dengan Masjid Agung Sumedang ini menyimpan sejarah yang begitu mendalam bagi masyarakat Sumedang. Atau mungkin bisa juga maksud "pusaka" disini adalah "istimewa", karena konon Masjid ini adalah Masjid pertama yang didirikan di Sumedang,  yang berarti usianya lebih tua dari Masjid Agung Sumedang yang telah dilindungi oleh undang-undang kepurbakalaan.

Sebelum coba sedikit menceritakan sejarah kelam Sumedang di Masjid Besar Tegalkalong ini, admin hanya ingin menyampaikan bahwa kita benar-benar harus banyak bersyukur bahwa kita sekarang telah dipersatukan kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, dengan dipersatukannya berbagai daerah kedalam NKRI tersebut membuat kita bisa bersatu padu, gesekan antar daerah atau suku bangsa pun bisa diminimalisir sekecil mungkin.

Ya, admin katakan demikian karena akan menceritakan sebuah pertempuran atau gesekan yang terjadi antar dua kerajaan di masa lalu, jika dulu admin pernah menceritakan pertempuran antara Sumedang Larang dengan Kesultanan Cirebon di postingan berjudul Kisah Hanjuang di Kutamaya, maka kali ini admin akan menceritakan sebuah pertempuran atau gesekan antara Sumedang dengan Kesultanan Banten dimasa lampau.

Pada masa jayanya, Sumedang Larang konon menguasai hampir seluruh pulau jawa bagian barat (Jawa Barat) kecuali Cirebon, Banten, dan daerah Sunda Kelapa (Jakarta, VOC). Karena posisinya yang berada di tengah-tengah dan diapit oleh kekuatan-kekuatan besar tersebut, tak jarang terjadi gesekan antara Sumedang dengan daerah-daerah tersebut bahkan ketika Sumedang sudah takluk dan jatuh ke tangan Kesultanan Mataram, seperti kejadian atau sejarah di Masjid Besar Tegalkalong yang akan admin ceritakan ini.

Masjid Besar Tegalkalong
Beranda Masjid Besar Tegalkalong
Dulunya, daerah Tegalkalong ini merupakan ibukota Sumedang setelah dipindahkan dari Dayeuh Luhur pada sekitar tahun 1600-an, yang secara otomatis roda pemerintahan dan pembesar-pembesar Sumedang pun kala itu banyak terfokus di daerah ini. Pendopo di kantor kecamatan Sumedang Utara yang ada dekat mesjid ini pun konon merupakan peninggalan pada masa itu.

Admin rangkum dari berbagai sumber, dikisahkan pada sekitar tahun 1678-an tepatnya pada bulan Oktober Sumedang diserang keduakalinya oleh Kesultanan Banten setelah penyerangan yang pertama menemui kegagalan pada maret 1678. Pada serangan yang kedua tersebut, Pasukan Banten menambah kekuatannya untuk menaklukkan Sumedang dengan menggandeng kekuatan dari gabungan kekuatan pasukan Bali dan Bugis, pada serangan sebelumnya pasukan ini konon berhasil merebut daerah-daerah yang dikuasai Sumedang yaitu Pantai Utara, Ciparigi, Ciasem, dan Pamanukan.

Saat-saat itu disebut sebagai masa kelam bagi Sumedang karena pada masa itu banyak jatuh korban dari pihak Sumedang dalam pertempuran. Diceritakan bahwa pasukan gabungan Banten berhasil mengepung Sumedang pada awal bulan Ramadhan, dan tepat pada hari raya Idul Fitri, tepatnya ketika Pangeran Panembahan beserta rakyat Sumedang sedang melaksanakan shalat sunnah Ied tiba-tiba tanpa diduga-duga pasukan gabungan Banten yang dipimpin oleh Cilikwadara dan Cakrayuda menyerang Sumedang dengan kekuatan penuh.

Masjid Besar Tegalkalong
Halaman Masjid Besar Tegalkalong
Karena saat itu Sumedang tidak siap untuk menghadapi gempuran, jatuhlah banyak korban termasuk kerabat Pangeran Panembahan, Pangeran Panembahan sendiri saat itu berhasil meloloskan diri dan mencari perlindungan ke arah Indramayu. Baru setelah konflik dengan Kesultanan Banten ini mereda, Pangeran Panembahan memindahkan pusat pemerintahan Sumedang dari Tegalkalong ke Regolwetan atau pusat kota Sumedang yang sekarang.

Berdasar dari kejadian tersebut, masyarakat Sumedang konservatif atau mereka yang memegang teguh adat secara turun temurun tidak berkenan bupatinya shalat Ied di Sumedang jika Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, ia sama sekali sangat tidak dianjurkan untuk Shalat Ied di Sumedang ketika hari raya Idul Fitri jatuh di hari Jumat, ini jadi semacam trauma sejarah. Namun tentunya hal tersebut sekarang sudah tidak berlaku lagi bagi masyarakat Sumedang kebanyakan, karena selain kejadian memilukan tersebut sudah berlalu, zaman terus berkembang, terus mengingat-ingat hal tersebut juga dianggap bisa memunculkan kembali rasa sakit hati padahal sekarang kita sudah dipersatukan kedalam NKRI yang berarti satu dengan lainnya adalah saudara dan tak boleh bermusuhan demi persatuan dan kesatuan.

Mungkin sekian garis besar yang bisa admin rangkum dari cerita duka di Masjid Besar Tegalkalong ini, mohon maaf jika banyak kekurangan disana sini dalam ceritanya, dan mohon kritik saran serta koreksinya jika terdapat kesalahan dalam cerita sejarah tersebut. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari cerita diatas dimana pertikaian tidak akan menghasilkan apapun kecuali kerugian dan kesengsaraan.

Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Cerita Duka Di Masjid Pusaka, Masjid Besar Tegalkalong" dengan link sebagai berikut ; "www.wewengkonsumedang.com/2014/02/cerita-duka-di-masjid-pusaka-masjid.html"

90 comments:

  1. pertamax yesss, :D

    bangunan bersejarah seperti ini harus di lestarikan nih mas
    jangan sampai tergusur dengan namanya pembangunan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat mengharukan yah Kang Jery sejarah Mesjid pusaka ini
      Semoga tonggak sejarah ini tidak hilang termakan Zaman amin :))

      Delete
    2. setuju mas baho...aamiin kang karrys :))

      Delete
    3. Selamat sore, mampir lagi Kang Jery oke deh kalau sudah setuju syukurlah
      Sambil nyantay baca lagi artikel ini, sruput kopinya Kang Jery :)

      Delete
    4. selamat malam kang karrys...silahkan kang hehe

      Delete
  2. bangunan mesjid ini sangat kuat yaa mas, masih berdiri kokoh meskipun sudah lama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangunan tempo dulu sama bangunan jaman sekarang
      'Sangat jauh berbeda Mas Baho, jaman dulu bangunan
      Masih asli tanpa ada bahan pemalsuan, kali yah?

      Delete
    2. iya mas baho n kang karrys, bangunan jaman dulu pastinya kuat2 ya, lain dengan bangunan jaman sekarang...katanya sih bangunan jaman sekarang pada gak tahan lama itu karena bahan bangunannya dikurangi alias dikorup...bener2 kuat ya orang jaman sekarang..bahan bangunan aja dikorup dan dimakan..weleh *ngantuk

      Delete
    3. mesjid besar al-falah,,,,bangunan aslinya udah d pugar,sekitar tahun 86-90 an....itu mesjid tempat sy belajar ngaji waktu kecil,...dan tempat sholat ied setiap tahun(kalau mudik itu juga)hehehh

      Delete
    4. waahhh sepertinya akang punya kenangan yang mendalam di masjid ini ya hehe :)

      Delete
  3. ternya ada sejarah dibalik mesjid ini , pasti banyak yg belum tau seperti saya, mesti dilestarikan sebagai warisak pusaka yg tdk ternilai harganya

    makasih kang, nambah wawasan sejarah

    ReplyDelete
  4. Ada certa pilu di hari raya dul fitri yang suci ternyata di tanah Sumedang. Tapi biarlah kenangan pilu hanya sejarah sja dan berlalu sebagaikenangn saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mas djono...biarlah itu menjadi kenangan saja ya :)

      Delete
  5. Menyedihkan kang, diserang ketika sedang sholat Ied .. ;(
    Semoga masjid ini tetap jadi pusaka yang dilestarikan masyarakatnya .. :)

    ReplyDelete
  6. Subahanallah...saya sering denger mengenai shalat ied hari jum'at di sumedang ini dilarang, rupanya sejarah terjadinya kenapa demikian itu karena ada peristiwa penyerangan pasukan banten pada saat shalat ied hari jum'at dimesjid raya tegal kalong ini ya.
    tapi....kenapa mesjid bersejarah dan penuh heroiknya patriot sumedang ini seperti yang kurang digaungkan ya...mana dinas terkaitnya mana...mana...mana atuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu kang...padahal kalau mau diulik n "aya kahoyong" mah da psti banyak atuh kang yang bisa dipromosikan n digaungkan dari sumedang ini teh...n blog ini juga lagi berusaha mendokumentasikannya satu2. lagi pada bobok manis mungkin kang

      Delete
    2. Niatnya, didukung dengan hati ku sayah kang...moga jadi pahala untuk akang dan keluarga semua....aaaaamiiiiin

      Delete
    3. aamiin kang...hatur nuhun :)
      dukung dengan dana juga atuh kang :-)

      Delete
    4. Saya juga turut mendoakan. Aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

      Delete
  7. mengerikan, selain didukung manusia yang kuat2, banten juga memiliki ilmu magic yang kuat.

    ReplyDelete
  8. Wah, baru tahu ni kalau pasukan bugis pernah membantu banten untuk menyerang sumedang.. Saya orang bugis mas, gak bermaksud menyerang disini kok hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi mbak telah menyerah hatiku ah ah :-)

      Delete
  9. betapa tuanya mesjid itu ya...

    ReplyDelete
  10. Tentunya di balik semua itu pasti kan ada hikmahnya bagi kita semua yang hidup di era modern ini ya Kang :)

    ReplyDelete
  11. Menyimak dengan sepenuh hati sebagai tambahan Ilmu.
    Terima kasih pembagiannya.

    ReplyDelete
  12. Ternyata ada kisah pilunya ya mas...

    ReplyDelete
  13. Masa lalu biarlah berlalu
    ada hikmah di balik itu
    Tentu

    ReplyDelete
  14. sebuah sejarah masa lalu yang layak untuk diketahui masyarakat ya mas. Jadi bisa dijadikan pelajaran dan pengalaman yang berharga agar kita bisa mencontoh perjuangan masyarakat jaman dulu di daerah tempat tinggal kita. Produk bangunan yang masih berdiri kokoh hingga sekarang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan jaman dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak setuju sekali...terima kasih atas tambahannya :)

      Delete
  15. baru tau mas kalo ada cerita seperti itu.semoga saja ada pelajaran yg bsa dipetik dari kejadian tsb

    ReplyDelete
  16. Waduh, cerita yang sangat menyadarkan diri :(

    ReplyDelete
  17. Masjid pusaka sepertinya pernah Shalat di sana Sob, nyimak kapan2 bisa sholat di masjid pusaka kalau ke Bandung, mudah2an tetap dilestarikan ciri2 khasnya

    ReplyDelete
  18. Baru tau nih Kang Jery tentang sejarah di mesjid pusaka ini
    Terima kasih atas Infonya, ini menambah pengetahuan saya :)

    ReplyDelete
  19. Ternyata Sumedang merupakan tempat yang penuh sejarah termasuk mesjid pusaka ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang lebih mungkin begitu mas kira2 whehehe

      Delete
  20. setelah baca paragraf paling akhir, saya baca demikian sedikit uraian...

    kayanya ini bukan sedikit, tapi lebih dari cukup banyak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. prolognya kebanyakan itu teh kang hehe :-)

      Delete
  21. Benar-benar menjadi sejarah duka bagi kita rakyat Sumedang khususnya dan Indonesia pada umumnya. Mudah-mudahan sejarah perbedaan antar umat islam tempoe doeloe tersebut tidak terjadi lagi di saat kita sudah membangun NKRI ini. Artikel yang menarik untuk dijadikan pelajaran, mas Jery...

    ReplyDelete
  22. Dahulu, banyak dipengaruhi oleh perebutan wilayah. Kl sekarang masing2 sdh menjadi satu krn sama2 mempertahankan kesejahteraan...

    #OOT ya?

    ReplyDelete
  23. numpang ngopi plus ngudud ah...;o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya nyanding kopi nya aja nih mas bro... sama laptop..
      hhehehe

      Delete
    2. saya justru baru mau berangkat mancing inih

      Delete
  24. ujungnya terdapat mustaka?? tapi masih konon katanya ya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang terdapat mustaka mas...itu loh benda yang miri mahkota di atap paling atas masjid

      Delete
  25. masjid yang penuh sejarah, sudah lama sekali di bangunnya ya.. abad 16. :))
    baru tau kalau kerajaan sumedang pernah bertarung sama kerajaan banten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...dulu sumedang pernah berselisih paham dengan banten :))
      tapi kan sekarang mah sudah damai dan mendingan damai begini :))

      Delete
  26. salam org sumedang kang.. keren artikelna..

    ReplyDelete
  27. selamat siang sobat. Artikel nya sangat bermanfaat sekali sobat tentang masjid pusaka di tegal kalong ini. Saya malah baru tahu sobat tentang informasi ini soalnya belum pernah kesana. Izin praktek sobat informasinya. Terimkasih sobatku

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sob atas dukungan n suportnya

      Delete
  28. keren mas postinganya, yang telah mengangkan kisah histori dari masjid pusaka,.
    memang amat dibutuhkan situs kaya wewengkonsumedang.com ini, keren, tiada duanya pokoknya., :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah mas kevin bisa saja...terima kasih mas :)

      Delete
  29. Wah, ceritanya memilukan banget, Mas....

    Memang zaman dulu cukup sering terjadi gesekan-gesekan antar kerajaan, ya.... Syukurlah kita sudah bersatu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...gak kebayang kalau jaman sekarang belum dipersatukan ke dalam NKRI ya =))

      Delete
  30. Tidak terbayang rasa nya kalau awal ramadhan tiba-tiba menemui sebuah peperangan...
    Pasti jaman dahulu konflik didasari oleh sebuah perebutan kekuasaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...konflik yang terjadi memang kebanyakan diakibatkan oleh hal tersebut ya, bahkan sampai sekarang pun sama

      Delete
  31. masjid agung yang penuh dengan sejarah yang sangat mengesankan ya mas, oya mas kapan kapan kalau saya main ke sumedang bolehkan mampir kerumah mas, soalnya saya punya saudara di sana, dan semenjak 20 thn yang lalu belum pernah ketemu sampai sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada saudara di sumedang ya mas ?? lama sekali mas gak ketemunya pasti kangen...memang susah ya kalau dengan saudara berbeda daerah apalagi beda pulau pasti sulit sekali untuk bertemu. Iya mas boleh, boleh sekali hehe...kita kopdar n silaturahmi di dunia nyata ya mas, pasti lebih asik :)

      Delete
    2. iya mas, katanya dekat alun alun sumedang rumahnya, kalau kopdar bisa celotehan bareng ya mas :d

      Delete
    3. wah kalau dekat alun2 sumedang saya pasti sering lewat tuh mas...iya mas siap, pastinya lebih makjleb dh hehe :))

      Delete
  32. Masjid Agung dengan cerita sejarah yang di selimuti duka yang di akibatkan keserakahan yang tidak terkendali ya Mang.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mang...eh iya pak hehe :)
      salam pak..terima kasih :)

      Delete
  33. benar-benar menyedihkan,,,menyerang pada saat sholat ied , benar-benar tragis....hanya demi sebuah kepentingan sepihak semata....tega melakukan penyerangan pada saat orang melaksankan sholat ied....semoga hal itu tidak terulang lagi dalam sejarah indonesia.....keep happy blogging always...salam dari Malassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin pak..semoga dengan telah dipersatukannya berbagai daerah kedalam NKRI menjadi perekat dan tidak ada gesekan antar daerah lagi

      Delete
  34. Selamat malam sobat.
    Artikelnya sangat bermanfaat sob tentang masjid pusaka ini. Terus terang saya belum pernah kesana sob. Izin belajar dan menyimak dengan seksama informasi yang dijelaskan dalam artikel diatas. Terimakasih sobatku

    ReplyDelete
  35. Terimaksih share nya mas jery..:)

    ReplyDelete
  36. Mesjid Tegalkalong.... belum pernah kesana, liat fotonya diatas asri dan sejuk :)
    keep share everything about (*eh gaya ya bahasanya, hihii) Sumedang yah kang, karena meskipun tinggal di Sumedang saya jarang pergi-pergi jadi gak banyak tahu, hehe

    ReplyDelete
  37. pernah mampir deh... tapi daerahmana gitu... ini bangunan sangay yidak asing.. hehe

    ReplyDelete
  38. waah.. berarti sudah lama banget yaah.
    itu masih asli semua gak yaah ?

    ReplyDelete
  39. menarik membaca sejarah masjid ini mas

    ReplyDelete
  40. pas d belakang mesjid itu,,,rumah orang tua ku............

    ReplyDelete