Taman Endog, Pelajaran Dari Sebutir Telur

Baca Juga

Taman Endog
Taman Endog
Taman Endog, atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Taman Telur merupakan salah satu ikon Kota Sumedang selain Monumen Lingga dan beberapa tugu lainnya. Tugu tamannya berbentuk bulatan telur yang disangga oleh dua telapak tangan. Sayangnya, sekarang ini nampaknya kondisi Taman Endog ini kurang terawat, mudah-mudahan kedepannya bisa lebih terawat lagi mengingat fungsinya sebagai salah satu zona hijau kota yang memang sangat minim di kawasan Sumedang kota.

Tapi diluar hal tersebut, admin pribadi sebenarnya mempunyai pertanyaan yang belum terjawab dari dulu hingga sekarang tentang Taman Endog ini, pertanyaannya adalah, sebenarnya itu endog (telur) apa? karena endog dan tangan lebih besar endognya ya? Berbicara tentang telur, admin teringat ada sebuah pepatah  tentang telur yang bisa kita renungkan, bunyinya kira-kira begini :

"Jika sebuah telur dipecahkan dari dalam, maka satu kehidupan telah lahir. Akan tetapi jika sebuah telur dipecahkan dari luar, maka satu kehidupan telah mati"

Menurut admin pribadi pepatah ini begitu singkat dan padat, nasehat yang terkandung didalamnya jika kita bisa mengaplikasikannya pasti bisa membuat jiwa dan hati kita terus tumbuh dan berkembang. Admin yang masih awam menerjemahkan pepatah tersebut berkaitan dengan pengembangan jiwa, tentang perubahan, dimana jika ingin berubah ke arah yang lebih baik maka perubahan dan segala sesuatunya niatnya harus berasal dari keinginan dan tekad sendiri, maka dengan begitu jiwa kita akan terus berkembang.

Ya, admin katakan kita harus berubah berdasarkan keinginan dan niat sendiri, karena jika kita berubah berdasarkan perintah ataupun disuruh oleh orang lain, tentunya kita akan merasa tidak enak dan mungkin tidak akan ikhlas menjalani perubahan tersebut, jadi bagai boneka yang tidak mempunyai jiwa. Makanya mungkin sampai ada kata-kata seperti "memangnya aku boneka kamu apa ??!! bisa kamu suruh-suruh dan atur-atur terus??!!", atau ada ungkapan seperti negara boneka yaitu negara yang hanya bisa manut menuruti keinginan negara lain. Itu kalau menurut admin, bagaimana menurut sobat-sobat semua tentang pepatah di atas ?? ( bahasan tentang Taman Endog-nya mana??)

Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Taman Endog, Pelajaran Dari Sebutir Telur" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/09/taman-endog.html"

68 comments:

  1. Ehmm, bener juga yah. Baru sadar saya kalau telur dipecah dari dalem pasti yang keluar hidup, kalau dipecah dari luar, pasti gk bisa menetas. Sungguh bermakna

    ReplyDelete
    Replies
    1. WS juga baru ngeh kemarin2 mas pas baca pepatah diatas disebuah cerita pendek...

      Delete
    2. dari dalem itu netas, kalo dari luar itu bikin telur mata sapi

      Delete
    3. Itu namanya telur ayam hehehe

      Delete
    4. kayaknya telur burung unta deh Kang, soalnya besar banget

      Delete
  2. sebuah perjuangan yang terlahir dari dalam diri, Insya Alloh menumbuhkan sebuah kekuatan untuk tumbuh dan berkembang menuju tujuan yang lebih baik

    ReplyDelete
  3. Wah gambarnya MAKET atau gambar ASELi itu ya

    ReplyDelete
  4. pepatahnya singkat dan sangat padat berisi sekali :)

    ReplyDelete
  5. kalau telurnya di injak itu tandanya ada manten mas, hehehehe
    orang disuruh dengan kesadaran itu beda hasil kerjanya mas, asal asalan dan telaten.
    begitu juga dengan makanan hasi buatan kesadaran dengan disuruh, pasti beda rasanya.
    tajinnya masih mas ?mau nyiram anggrek, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas pastinya hasilnya beda ya :)
      masih ada stok ni mass air tajinnya...tapi nanti anggreknya bagi2 yaaaa :D

      Delete
  6. sayang kemarin aku cuma sebentar di sana. mana malam lagi. jadinya cuma sempat ke alun alun doang sampe jajan tahu aja ga sempat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau malam mah taman endog pasti penuh sesak sama tukang makanan kang hehe...ga jauh dari alun2 ko tempatnya

      Delete
    2. kemaren di jalan samping alun-alun juga penuh tukang dagang. emang tiap malem gitu atau lagi ada bazar dalam rangka agustusan doang?

      cuma repot yah kalo bawa anak-anak
      cari ruang publik yang bebas asap rokok susah. baru nemu tuh di malang doang alun alun yang punya smoking area

      Delete
    3. biasanya sih rame begitu kalau malam minggu atau ada acara tertentu kang....

      iya kang, memang, kalau Sumedang sih menurut WS alun2nya masih jauh kalau mau dibandingin dgn alun2 dikota lain....kadang ga ngerti juga kenapa alun2 bisa berantakan gitu sama pedagang dll, apalagi kurun waktu 10 taun ke belakang, itu ga diurus apaa gimana. Tapi sekarang katanya sih sudah mulai ditata kembali

      Delete
    4. heheh malah kalah sama banjar. padahal belum lama tuh misah dari ciamis. selain alun alun yang dirombak abis, lapangan bola dekat terminal pun dijadikan taman publik.

      sayang udah tengah malam waktu lewat sana, jadi ga sempat jalan jalan barang sebentar...

      Delete
    5. iya kang...di Sumedang mah mau cari ruang terbuka hijau jg susah kayaknya...kaya taman endog diatas juga pinuh ku PKL. Kapan ya Sumedang punya taman publik yang luaaaas gitu

      Delete
  7. tahu sumedang yg paling aku suka....:)
    follow yg ke 84 sukses mas

    ReplyDelete
  8. hmmm... suasana taman endog sangat menyenangkan,,, pasti disana banyak telurnya ya, hehehe :

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak mbak, telur puyuh...tapi itu juga punya yg jualan hehehe

      Delete
  9. pantesan namanya endog ya kang, ternyata tugunya berbentuk endoh segede apa tuh hehe...endog raksasa, iraha mecahna kang hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari WS kecil ga pernah netas itu telor kang :D
      n itu tangan juga kayanya ga pernah pegel nyangga itu telor terus hehe

      Delete
  10. kalau dipecah dari luar, jadi telor dadar ya sob, hehehe sukses Follback sob

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan enak buat dimakan ya sob :D
      terima kasih sob :)

      Delete
  11. Kok sama dengan bahasa dikampung ya ? Endog. Suatu perubahan akan tampak indah jika perubahan itu secara alami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...telur dalam bahasa sunda memang endog...

      tanpa dibuat-buat ya mas :)

      Delete
  12. bacanya besok ya mas, sedang capek banget kebanyakan pentolnya mas agus hehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...pentolnya smp bikin kekenyangan ya hehehe

      Delete
  13. slmat sore mas. Wah bgus bnget mas pemanandannyb mas.

    ReplyDelete
  14. endognya bagus kang... endog apaan tuh kok gede banget

    ReplyDelete
  15. berdasarkan dr sifat alamiahx manusia yaitu lupax/khilaf maka manusia itu butuh diingatkan (baca: perintah/disuruh) lgpula terkadang tuk melahirkan rasa ikhlas itu butuh motovasi dr luar..., kita mengikuti perinth disitu pula kita belajar tuk ikhlas..., ingat islam itu agama nasehat lho..! :)

    “Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan untuk para orang awamnya.” ( H.R Bukhari)

    “Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang diminta) memberi nasihat.” (HR Bukhari)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas dan tidak ada paksaan dalam agama ya mas...

      jadi ketika seseorang sudah kita nasehati atau kita kasih masukan untuk berubah...keputusan akan berubahnya dia atau tidak ya tergantung pemikiran dan keinginan dianya sendiri juga, kalau dia ikhlas untuk berubah Insya Allah hasilnya maksimal...tapi kalau dia berubah karena terpaksa atau dipaksa oleh kita, ya tentu hasilnya juga akan lain

      Delete
  16. falsafah hidup, membentuk pribadi yang kuat dan berkarakter harus dari tekad dan keinginan hati dulu, kalau sudah mantep, lingkungan mendukung, tinggal hayuk saja..

    ReplyDelete
  17. wah bagus juga taman endog nya. pasti sangat mengesankan ya kang apabila bisa berkunjung di tempat tersebut bareng sama keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekedar untuk istirahat mungkin tempat ini bisa dipakai mbak...sayang sekarang tamannya kurang terawat dan panas

      Delete
  18. kesadaran dari dalam lebih asli dari yang asli tapi kemasan begitu kira-kira ya mas, tapi kadang memang untuk memulai sesuatu harus dipaksa-paksa kang baru kemudian lambat laun menyadari kenapa itu dulu dipaksa ternyata demi kebaikannya sendiri juga toh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, seperti cara2 ortu jaman dulu ya hehe...jadi mungkin harus sadar sendiri juga pada akhirnya, dan akan sadar pada akhirnya, kalau dirinya sendiri ga pernah sadar akan maksud dan tujuan pkasaan tersebut, mungkin akan ngedumel seumur-umur :D

      Delete
  19. izin nyimak bang

    ReplyDelete
  20. wah keren mas istilahnya..

    "jika telur pecah dari dalam, pasti akan ada kehidupan. dan jika telur pecah dari luar, maka akan ada kematian"..

    hhmmm.. sepertinya istilah ini belum banyak yang tau ya mas.. hehehhe

    ReplyDelete
  21. Wahhh sayangg Saya Belom Pernah Pergi Ke Sonohhh Gan heheehe
    Padahal kayaknya Tuh Tempat Seru yah Gan?? heehe

    ReplyDelete
  22. izin follow dan izin nyimak blognya ya...doa saya semoga anda selalu mendapatkan kesuksesan...aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan kang, terima kasih sudah follow blog WS ini...

      Terima kasih kang atas doanya, semoga kang zeer juga selalu mendapatkan kesuksesan serta sehat selalu...aamiin

      Delete
  23. Jadi telur dulu atau ayam dulu? hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayam2 ku manah ??? heheh...mari kita tanya pada rumput yang bergoyang...karena WS mah ndak tau euy =D

      Delete
  24. Taman Endog di Sumedang?
    telur, tak hanya membuat pertanyaan yg unik: dahulu mana telur sama ayam..

    Tp juga ada filosofi yg luar biasa tentang sebutir telur ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak taman endog di sumedang :)
      iya setuju sekali mbak, banyak pelajaran yg bisa diambil walau hanya dari sebutir telur

      Delete
  25. IIya betul... sangat, sangat, sangat disayangkan... taman Endog ini tidak terawat dengan baik, terakhir kesana, sebelum puasa kalau nggak salah... Astagfirullah sampah dimana-mana, tiap detik pengemis datang (kalau ini sih sebenarnya nggak apa-apa, anggap aja ladang ibadah ya, hehehe... tapi mau nyantai jadi agak terganggu...) terus yang paling bikin nggak tahan adalah.... (maaf), bau pesing dan kotoran ayam... benar-benar sangat mengganggu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum lagi (maaf) bau2 kotoran kuda ya teh...haddeuh kacau ni ya RTH nya sumedang ko model gini, mudah2an kedepannya mah bisa lebih difungsikan sebagai ruang publik ya teh

      Delete
    2. iya betul, hehe...
      padahal kalau disitu bersih, terawat... bakal jadi tempat favorit banget, kalau udah beli-beli buku dari toko buku AA kan bisa langsung duduk-duduk sambil-baca-baca, seru kan... kayak di taman-taman yang diluar negeri, hehe...

      Delete
    3. iya ya teh biarlah meskipun sacangkewok juga yang penting nyaman hehehe...
      katanya mah nanti sebentar lagi pasar sumedang akan dibangun dan taman endog ini bakal ikut dibenahi, mudah2an saja jadi semakin nyaman ya teh

      Delete
    4. oh gitu... baru dengar, hehe... iya ya mudah-mudahan ajaa :D

      Delete
  26. Kang, kalau menurut teman saya yang juga orang Sumedang.. beliau mahasiswa bahasa Sunda.. yang kita sebut taman endog itu ternyata bukan telur.. tapi kacang kedelai.. (saya juga baru tahu). Kacang kedelai bahan dasar tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau kacang kedelai...sepertinya makin heran lagi, kacang kedelainya besar sekali sampai perlu dua tangan untuk mengangkatnya ya teh :))

      Delete
  27. Iya gan sbenernya itu kacang kedele, kl agan mw masuk kdalem taman endog hrs lewatin pagernya dulukan, pager itu maxutnya tahu. Coba kl d foto dari atas taman endog tu mirip tahu yg d tengahnya ada kacang kedele. Tapi banyak yg g tau akhirnya bikin perserpsi sndri, karna mirip telor jd d kata taman endog.

    ReplyDelete