Video Klip - Ceurik Jatigede

Baca Juga

Video Clip - Ceurik Jatigede

Jatigede DAM Project, pada postingan tersebut admin sedikit bercerita bahwa dampak sosial dari pembangunan Waduk Jatigede belum tuntas sepenuhnya, diantaranya saja tentang ganti rugi tanah penduduk yang tanah miliknya tergusur demi pembangunan waduk tersebut. Ssoal ganti rugi tanah milik, hal tersebut memang penting, tapi dibalik hal tersebut ternyata ada hal yang lebih penting lagi yang kita semua terkadang lupa dan tidak berempati kepada mereka yang tanahnya tergusur, hal tersebut adalah TEMPAT KELAHIRAN, yang tidak mungkin bisa dilupakan dan akan selalu terkenang sampai kapanpun, tempat mereka lahir, tumbuh, dan mulai mengecap pahit manisnya kehidupan, penuh dengan memori tak terlupakan.

Video yang adminsematkan dari youtube ini berkisah tentang rasa sedih warga yang harus "terbuang" dari tempat kelahirannya, mendengar lagu di video ini membuat kita terhanyut dan seakan mengajak kita merenung dan berfikir bagaimana jika kita ada dalam posisi mereka yang harus rela mengorbankan tanah kelahirannya untuk ditenggelamkan, demi pembangunan. 
Diiringi alunan suling khas Sunda yang terasa nyeredet kana hate, membuat kita bisa semakin mengerti kepada mereka yang menjadi korban pembangunan, menepis anggapan-anggapan miring seperti misal "mereka sengaja memasang harga tinggi pada tanahnya agar mendapat banyak uang", "matrealistis karena terus menuntut ganti rugi, padahal ini demi kepentingan pembangunan", dan lain-lain yang sering terdengar, karena dibalik hal tersebut, pasti ada pertentangan batin, tentang kebanggaan dan rasa cinta pada tanah kelahiran. Berikut teks lagu atau video "Ceurik Jatigede"...(dengan translate sekenanya)
Ceurik Jatigede (Tangis Jatigede)

Najan kudu papisah jeung lembur
walau harus berpisah dengan tanah kelahiran

Najan kudu paturay jeung dulur
walau harus berpisah dengan sanak saudara

Lembur nu endah lemah cai pangharepan
tanah kelahiran yang indah, tanah air tempat bersemayamnya mimpi-mimpi

Robah kasilih ku pangwangunan
berubah tergerus oleh pembangunan

Darmaraja tempat kaendahan
darmaraja tempat keindahan

Lembur nu endah tempat bumetah
tanah kelahiran yang indah, yang membuat kerasan

Cisurat wado mapaes alam nu endah
cisurat wado menambah alam yang (sudah) indah

Jadi ciri tempat pangbalikan 
jadi ciri tempat untuk pulang

Duh…di jatigede alam endah pawenangan lembur kuring panineungan
duh...di jatigede...dunia dan alam yang indah, tanah kelahiranku yang kurindukan

Duh...di Jatigede...
duh...di jatigede

Lembur kuring pangancikan ngan ukur tinggal lamunan
tanah kelahiran tempatku tinggal sekarang hanya tinggal lamunan

Wayahna urang paturay korban demi pangwangunan
saatnya kita berpisah, korban demi pembangunan

Kamelang ngalangkang dina lamunan mun nyawang lembur sorangan
rindu terbayang dalam lamunan, ketika membayangkan tanah kelahiran

Demi pangwangunan ninggalkeun lembur sorangan
demi pembangunan...meninggalkan tanah kelahiran
 
Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Video Klip - Ceurik Jatigede" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/05/video-klip-ceurik-jatigede.html"

51 comments:

  1. Sedih dan pilu Kang, sama halnya dengan cerita cerita pembangunan waduk2 lainnya. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...karena memang seperti itulah kenyataannya mungkin...
      salam juga mas

      Delete
    2. meskipun begitu menyayat dan memilukan hati, mari kita do'akan seluruh warga yang telah dengan ikhlas dan mungkin juga ada yang berat hati merelakan tanah leluhurnya dijadikan waduk, ditetapkan hati mereka, karena bagaimanapun warga itu lah yang sesungguhnya PAHLAWAN PEMBANGUNAN BANGSA, dan semoga seluruh warga dan tujuh turunannya mendapatkan berkah dan rahmat dari-NYA, dan keikhlasannya itu kelak jadi jembatan bagi mereka menuju surga....aaaaaamiiiiiiin

      Delete
    3. amiiiiiin kang. Setujuuu pisan, merekalah Pahlawan Pembangunan Bangsa yang sebenarnya

      Delete
  2. wah keur panas, aya hiburan kang...makasih kang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe hiburan nonton video klip nya kang...mentrang2 kieu denger suling, walhasil...tunduh :D

      Delete
    2. saya kok tidak paham ya dengan bahasa sunda , kenapakah ?

      Delete
    3. kenapa ya mas ehehe :)
      maaf mas,
      tapi pasti ngerti ko, sdikit2 aja bahasa sundanya :)

      Delete
    4. saya belajar saambil ngeblog disini ya mas...hehehe

      Delete
    5. ehehe iya mas, nanti kalau ada yang ga ngerti tanya aja kan disini banyak gurunya, mulai dari akang cilembu, kang muroi, de el el hehe. Kalau WS sendiri mah bahasa sundanya masih ga bener ni, ga bisa halus :(

      Delete
  3. aduh postingana sunda pisan...cing ah follow urang sumedang, sugan we lain dibere kunjungan tapi tahu sumedangna oge...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha siap kang...bade sabaraha bongsang ?? :D
      hatur nuhun follow na, ku sim kuring tos di follback...
      salam kenal kang

      Delete
    2. bongsang teh wadah anu tina awi tea lain?

      oh, enya hatur nuhun. sami-sami...

      Delete
    3. muhun kang leres, bongsang teh wadah tahu nu tina awi tea ning siga karanjang...
      sippp kang :)

      Delete
  4. Replies
    1. Terima kasih mas sudah mampir di blog wewengkon sumedang,
      salam kenal :)

      Delete
  5. wah, jatigede ya Kang.
    kalo nggak salah, ini proyek pinjaman dari China kan?
    wahh, baru tau kalo dampaknya masih nyata terasa begitu ya.
    saya belum bisa buka videonya.
    tapi Insya Allah ntar malam saya mau buka deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang yang proyek pinjaman dari China itu...
      yang udah berpuluh-puluh tahun ga selesai-selesai
      dan jadi pembangunan waduk terlama di dunia mungkin hehe.
      Iya kang mangga, wah meni sampe bela2in nunggu malem kang buat nontonnya, nuhun pisan :)

      Delete
    2. hehehe... malam jumatnya masih lama, takut ketemu kuntilanak ntar, hehe

      Delete
    3. dijamin ga akan ketemu kuntilanak ko kang...
      kuntilanak sekarang udah takut keluar malam, takut ketemu sama pocong katanya...
      ehehe

      Delete
  6. emang belum jadi juga yah kang pembangunan waduk jatigede teh? setahu saya udah lama banget..

    salam kenal bae kang ti abdi.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang memang sudah lama sekali, dan sampai sekarang belum 100% selesai.
      salam kenal juga kang, hatur nuhun uda mampir :)

      Delete
  7. saya turut prihatin dengan keadaan ini mas WS, ya yang untung tetep makelar tanah dan para pejabat terkait,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mas...karena kalau soal pembebasan lahan/tanah, sudah bukan rahasia umum
      pasti ada pihak-pihak yang "bermain" disitu, demi keuntungan pribadi

      Delete
    2. demi isi perut dan dibawah perut lah mas, hehe

      Delete
    3. ehehe iya mas, ya buat apa lagi kan ??
      buat isi perut, bawah perut, perut orang lain mana dipikirin sama mereka yang bermain itu

      Delete
  8. sedih oge nya kang,ngadangu ceritana,ditambah syair lagu sunda nu matak nyereset hate,kunjungan balik kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuhun kang...
      iya kang, pembangunannya yg kmarin trsendat-sendat juga diakui atau tidak pasti mmpengaruhi batin mreka...makanya banyak yg pulang dan menggarap tanahnya lagi stlah dulu ditransmigrasikan

      Delete
  9. seringnya yang menjadi korban orang-orang miskin,,..salam kenal kembali

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mas...dan yang pintar-pintarlah yang bisa mengambil celah keuntungan..
      terima kasih mas

      Delete
  10. ada kejadian yang seperti ini ya sob tidak hanya karena pembangunan, karena bencana lebih banyak lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, itu mah ga bisa dihindari ya...mau ga mau, suka ga suka, rido ga rido...
      pastilah harus menerima ketetapan Tuhan kalau dikasih bencana...
      yang kadang bencana itu mengharuskan mereka untuk meninggalkan tanah kelahirannya

      Delete
  11. Wuihh baru kenal nih sama nyanyian kayak gini, maklum sekarang hampir lagu jawa gak ketayang di tv.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang banyaknya K-pop sama boyband ya mas di tv2 tu hehe

      Delete
  12. setelah melihat vidionya ... mamang sedih kang, karunya tah kanu tos digusur Rumahnya sama tanahnya... tapi belum baca postingannya, nanti malam deh bacanya kalau vidionya sudah 4 kali diputar hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mang, sedih memang...kalau kita jadi mereka kita juga belum tentu mau pindah ke tempat lain y mang....
      wah videonya sampe 4x mang, sama atuh WS juga muternya berulang-ulang...herang ya mang heheheh

      Delete
  13. musiikk nya enak video nya bagus , tapi sayang lirik yg nyanyiin nya ngaa ngerti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe kan ada translate liriknya mas xixixixi :D

      Delete
  14. salam kenal masbro..., folbek ya..,rasa2 disini panas banget ya. *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga masbro :)
      ehehe panas kebakar api ya disini :D
      siapp polbek sukses..

      Delete
  15. kunjungan pertama,mnyimak dulu ceritanya kang,saya baru bisa datang kesini sekalian follow blog akang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih kang atas kunjungannya :)
      iya silahkan...
      yup terima kasih, udah saya follback y kang

      Delete
  16. Assalamu'alaikum,, Kunjungan tengah malam sobat.. salam sukses slalu yua!!! http://aan-shared.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam...terima kasih telah berkunjung sob
      sukses selalu juga ya

      Delete
  17. mantap sob video klip nya. Tapi ane nggak begitu paham sob sama bahasa sunda hehehe jadi hanya bisa baca lirik lagu versi indonesia nya saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee iya sob...udah saya translate kok (m)

      Delete
  18. Sedih euy mang...

    tong hilap visit http://uyoyahya.blogspot.com nya...

    ReplyDelete