Ayam Manohara, dan Cerita Tentang Ayam dan Bebek

Baca Juga

Ayam Manohara
Ayam Manohara
Sama seperti saat melihat kelomang yang diwarnai sedemikian rupa...ketika pertama kali melihat anak ayam warna warni seperti diatas, admin sedikit merasa aneh melihatnya, walaupun sudah bisa menebak ini anak ayam pastilah diwarnai oleh pewarna buatan dan bukan warna alami dari anak ayam tersebut, tapi tetap saja ketika pertama kali melihatnya admin rasa ini unik.

Katanya nama anak ayam yang diwarnai ini adalah Ayam Manohara, entah kenapa anak-anak ayam warna-warni ini dinamai Ayam Manohara, mungkin dulu inovasi mewarnai anak ayam ini berbarengan dengan munculnya sebuah kasus yang begitu booming waktu itu yaitu tentang seorang perempuan Indonesia yang konon katanya disayat-sayat dadanya nya oleh seorang Pangeran dari Malaysia.

Ayam Manohara ini bermacam-macam warnanya mulai dari merah jambu, kuning, merah, ungu, biru, hijau, dan lain-lain, tapi kebetulan ketika admin mendatangi pedagang yang jual Ayam Manohara di atas tampaknya jualannya telah laris manis, dan yang tersisa adalah warna ayam-ayam di atas. Berbicara tentang ayam, admin jadi teringat cerita yang cukup menginspirasi mengenai salah satu ciri lelaki sejati, judulnya admin lupa lagi, tapi kalau tidak salah judulnya  "Ayam dan Bebek", kira-kira begini ceritanya :

Pada suatu malam sepasang pengantin baru sedang berjalan-jalan bergandengan tangan di sebuah tempat wisata alam di musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan di awal-awal pernikahan mereka, ketika sedang menikmati kebersamaan itu tiba-tiba mereka mendengar suara dari kejauhan....“kwek !! kwek !!”....

“dengar, itu pasti suara ayam” kata si istri...“bukan, itu suara bebek” kata si suami. “bukan, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras. “sayang, suara ayam itu ‘kukuruyuuuk’, bebek itu ‘kwek! kwek!’ seperti yang kita dengar barusan, jadi itu suara bebek sayang” kata si suami mulai merasa jengkel.

“kwek !! kwek !!” suara itu terdengar lagi. “nah, tuh ! itu suara bebek” kata si suami...“bukan sayang, itu ayam, aku yakin betul !!” tandas si istri sembari menghentakkan kaki.

“Dengar ya !! Itu a? da? lah? be? bek, eb-e-be-eb-e-be-k-bek...BEBEK ! mengerti !?” si suami berkata dengan gusar...“tapi itu ayam ” masih saja si istri bersikeras... “itu jelas-jelas bebek sayang, BEBEEEEEEKKK !!”  kata si suami makin jengkel...

Terdengar lagi suara, “kwek !! kwek !!” sebelum si suami mengatakan sesuatu, si istri sudah hampir menangis dan berkata “tapi itu ayam ”,  si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya ia ingat kenapa dia menikahinya.

Wajahnya mulai melembut dan berkata dengan mesra, “maafkan aku sayang, kurasa kamu benar, itu memang suara ayam kok ” si istri lalu menjawab “terima kasih, sayang ” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya. “kwek !! kwek !!” terdengar lagi suara tersebut, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Itu sedikit ceritanya sobat-sobat, kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas?? kalau saya sendiri mengambil pelajaran antara lain :
  • Sah-sah saja berdebat selama tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dari berdebat itu sendiri, (karena dengan berdebat katanya memang bisa menjadi sarana untuk saling memahami, jadi tak apa-apa mungkin ya kalau masih dalam tahap wajar), karena jika mau jujur...berapa banyak rumah tangga yang hancur dikarenakan hal-hal sepele yang bertumpuk dan kekesalan terhadap pasangan tersebut hanya dipendam dan akhirnya meledak berujung perpisahan...berapa banyak rumah tangga yang hancur karena "ayam atau bebek" seperti kasus di atas.
  • Sebagai lelaki sejati, daripada sebuah pertengkaran yang kadangkala dikarenakan hal sepele, lebih baik mengalah...karena yang lebih penting dari salah ataupun benar adalah keharmonisan dengan pasangan...kalaulah si lelaki di atas tidak mau mengalah, sudah hampir dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan bisa menikmati indahnya malam itu.
Apa sobat-sobat ada yang mau menambahkan kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita di atas  ?? semoga bermanfaat ya...

Note : di domain terdahulu (www.wewengkonsumedang.com), artikel ini dapat dijumpai dalam judul artikel "Ayam Manohara, dan Cerita Tentang Ayam dan Bebek" dengan link sebagai berikut ; "http://www.wewengkonsumedang.com/2013/05/ayam-manohara.html

117 comments:

  1. dari ayam manohara ke soal hubungan sepasang kekasih dan suami istri...kalau menurut saya sich..kalau memang itu adalah sesuatu hal yang salah..maka sebaiknya diluruskan agar tidak terjadi kesalahan yang lebih besar dibelakang hari..jangan membiarkan kesalahan meskipun sekecil apapun :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Hariyanto : iyup terima kasih masukannya mas...setuju, kalau situasi sudah adem n pertengkaran/ketegangan sudah mereda...kesalahan tersebut harus tetap diluruskan ya supaya kedepannya tidak terjadi kesalahan yang sama

      Mas Agus : top banget super sekali pisan very very much

      Kang Zac : Setujuuuuu :D

      Delete
    2. salam hangat deh pagi ini surabaya mendung

      Delete
    3. kuningan cerah dong...

      Delete
    4. Sumedang cerah secerah hati yang merekah-rekah merah merona sepanjang masa
      (apa sih??)

      Delete
    5. oklah mengalah,demi menyenangkan sang tercinta,tapi besok atau lusa harus diluruskan,jangan membiarkan kesalahan terlalu lama bahaya hehehe

      Delete
    6. setuju kang....walau bagaimanapun harus tetap diluruskan ya, biar g terulang dikemudian hari :)

      Delete
    7. sekarang sudah cerah kembali

      Delete
    8. kalau menurut saya jika pertengkaran atau perdebatan mengenai suatu hal yg tidak penting/kurang penting ya mending salah satunya harus mengalah saja demi keharmonisan suatu hubungan apalagi hubungan suami isteri yang sudah pasti banyak perbedaan diantara keduannya, kecuali dalam hal yg prinsip yg tidak sesuai dengan aturan agama misalnya keyakinan dalam agama harus diluruskan karena syare'at islam sudah jelas dan sempurna....

      Delete
    9. Mas Agus : Secerah hatikuuuu :D

      Mbak Ummu : Iya mbak...setuju sekali :)

      Delete
    10. surabaya berawan potensi hujan ringan

      Delete
    11. Hatiku berpotensi hujan air mata

      Delete
    12. korban perasaan nih yeeeeee. hehehe

      Delete
  2. Berdebat karena hal sepele, banyak dari kita yang melakukan ya kang, padahal rugi tenaga dan waktu..nice artikel kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak makan sukun rebus bareng ya mas

      Delete
    2. Kang Muroi : Terima kasih kang :)

      Mas Agus : WS mah senengnya singkong hehe

      Delete
    3. singkong apa ubi cilembu

      Delete
    4. mendingan bacakan mas, kaya di postinganku hehe...

      Delete
    5. Mas Agus : Singkong aja deh...coz kalo ubi cilembu kalo kebanyakan buahaya kalo buang gas...bisa2 pingsan sekelurahan hehehe

      Kang Muroi : Yuk ah bacakan, di balong kang mantafff :D

      Delete
    6. bancakan makan ubi cilembu dan tahu aja kalau gitu, nanti kalau pulang jangan lupa kasih pengumuman orang rumah kalau bau gak enak itu bangkai sebelah rumah, hehe

      Delete
    7. tapi harus kumur-kumur juga takutnya tahu n ubinya masih ada yg nyelip di gigi (ups jorok)
      ntar tetep aja ketauan hehehe

      Delete
    8. nanti kelihatan di gigi seri depan

      Delete
    9. itung-itung gantinya behel mas :D

      Delete
    10. mayan kalau senyum juga manis kok

      Delete
  3. Wahh kata2 bang WS ini sarat pengalaman nih ... Mengena banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Nia : mengena kena apa mbak ? hehe...terima kasih :)

      Mas Agus : masak iya ??

      Delete
    2. bu nia, suaminya ngga mau ngalah ya...hehehe

      Delete
    3. ada yang suami istrikah di blog ini ??? :O

      Delete
    4. suami istri ada, kakak adik ada... kumplit deh diblog ini

      Delete
    5. sekarang WS udah tau yang suami istri hehehe...terima kasih udah kompak hadir disini :D

      nah kalu yang kakak adik WS masih belum tau mang, biarlah waktu yang akan membuktikan hehe....yang kakkak adik siapa ama siapa mang ??? :O

      Delete
    6. bolehlah saya juga kembaran saama mas Abg

      Delete
  4. artikel nya mengena kang ,berdebat mah gpp asal jangan saling mnjatuhkan , tapi kalau krna hal sepele mnding jangan deh . ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, kalau kata kang Muroi di atas...rugi tenaga dan waktu :)
      terima kasih :)

      Delete
    2. rugi domper juga, soalnya bis berdebat biasanya perut laper. ngebaso deh...

      Delete
    3. buat ngeganti tenaga yang keluar selama bertengkar ya mbak hehehe...

      Delete
    4. seru mang...sport tenaga, hati, n pikiran sekaligus soalnya

      Delete
  5. hehehe mas WS jadi mengingatkan saya untuk selalu berbuat romantis dan mengalah dari pada bertengkar, ini ular apa belut sih dari pada adu mulut enakan adu makan tahu sumedang kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ular apa belut ?? apa ulat ?? ah kelabang kali ?? heheh
      nah siap mas, adu makan tahu kuat berapa keranjang n kuat berapa plastik cabe rawit ya mas...
      yang menang nanti hadiahnya mau ayam apa bebek ?? :D

      Delete
    2. satu tahu sumdeang kecil rekok saya 10 cabe mas, hehehe
      itupun cabe yang super pedes, hehehehe
      boleh lah diadu

      Delete
    3. wah ga mules2 mas ??
      atau setelahnya 2 jam g keluar2 dar kamar kecil ya hehehehe

      Delete
    4. itu pasti mas, hehe karena perut tidak bisa di bohongi,
      mules mencret dan sakit perut,
      tapi tidak kapok kok mas, hehehe

      Delete
    5. biasa mas kita mah tobat sambel kan yaaaa hehehe
      walau pedes2 sampe kepedesan minta2 ampun juga besoknya pasti diulangi lagi :D

      Delete
  6. Wew... lucu lucu ayamnya.. hehehe....

    Ditempatku juga ada tapi dikit. doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya memang banyak ko mas di tempat lain juga...tapi katanya beda nama
      ...ditempat mas namanya ayam apa mas ?? :D

      Delete
  7. kalo di rumah tangga saya malah dalam setiap permasalahan harus ada perdebatan. maklumlah, usia kami sebaya, dan dari jaman sekolah dahulu udah biasa berdebat. dan hasil dari perdebatan itu: keputusan yang memuaskan dan berkualitas! Insya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. atuh sama banget kang hehe...
      karena kadangkala melalui perdebatan itu bisa membuat kita tahu jalan pikiran masing2...
      tapi kadang hal sepele kalau diperdebatkan malah jadi makin runyam kang hehe,
      mungkin bisa dilihat dulu kadar masalahnya, antara yang pantas/bisa diperdebatkan dan yang tidak ya kang...

      Delete
    2. dan berakhir dengan romantis

      Delete
    3. dengan cara berlari-lari kejar-kejaran di padang rumput yang penuh dengan bunga khas film2 india

      Delete
    4. aih,,, romantisnya... di sumedang ada tah padang rumput berhias bunga???

      Delete
    5. ada mbak...bunganya bunga putri malu yang berduri-duri itu loh :D

      Delete
    6. selesai berdebat langsung lirik lirikan heheheh

      Delete
    7. aca aca nehi nehi :D (sambil lari2 kejar2an ama mang yono)

      Delete
  8. mengalah bukan berarti...takut ataupun kalah.terlebih utk kaum suami ke pd pasangan hidupnya...
    melainkan semata buat menghargai dan mempertahankan kualitas satu hubungan

    cuma ya itu terkadang adalah istilah STI atau apalah. yg lainya...plek...abaikan saja

    perdebatan hal biasa kok...terlalu main KALEM pun...bakalan ga BERASA...toh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih masukannya mas, akan saya ingat n garis bawahi kata2 mas di atas....
      tapi ya kadang itu ya, dicapnya STI, padahal maksudnya bukan itu...tapi lebih pada maksud kasih sayang dan menjaga keharmonisan...
      iya mas...asal berdebatnya jangan kebablasan ya hehehe

      Delete
  9. tapi itu emang suara bebek juga kaleee

    ReplyDelete
    Replies
    1. "iya...bebek yang sudah disuntik gen ayam" kata sang istri

      Delete
    2. ceuk uink ayam ayam hehehe

      Delete
  10. suara bebek meskipun crewet tapi tetep akur dengan yang lainnya, lain kalnya dengan ayam dengan saudara saja berantem terus hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe iya ya mang...ayam jantan mah kalau ribut2 berarti parebut betina
      ai bebek mah meskipun ribut kwak kwek kwak kwek juga tapi tetep aja ngadedod babarengan :D

      Delete
    2. ngadedod sambil baris heheheh.... sampai sampai orang tua di tempat mamang kalau ada pasangan suami istri atau saudara yang sering berantem terus pada makanannya dikasih kotoran bebek katanya biar akur seperti bebek heheheh

      Delete
    3. biar kapok sekalian ya mang biar ga berantem2 lagi :D
      wah cara yang super sekali mang....benar2 inovatif bikin kapok hehehe

      Delete
  11. hal sepele namun bisa jadi masalah, itulah jika sudah berumah tangga dan masih sama2 egois. itung2 buat ngetest kesabaran juga ya kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas...kalau ga dilatih bersabar n mengalah takutnya nanti usia perkawinan bertambah malah makin banyak piring terbang hehehe :)

      Delete
  12. bersabar.. dan harus mengerti keadaan bagai mana bagusnya...
    hmmm..pelajaran hidup nih sob.

    oya itu ayam manohara warna warninya karena cat ya sob.. apa nggakkasian tuch hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin pakai cat raambut sob hehehe...
      iya sih kasihan, dan kalau ayamnya udah agak gede warnanya jadi peang (pudar) dan terkesan kotor...tapi ya mau gimana lagi mungkin itu untuk menarik perhatian pembeli terutama anak2, asal jangan pakai cat tembok aja ya ngewarnainya hehehe

      Delete
  13. tak kirain ngebahas ayam, gak taunya emang ayam.. hahaa :D awal baca sudah berbinar binar krn aku juga koleksi beberapa ayam, ky ayam serama, pelung, itali, polandia, ketawa, mutiara, dll, kalo manohara baru tau deh.. rumahku ky kebon binatang, wkwk (suara ketawa ayam, eh.. bebek)

    pelajaran yg bisa diambil, tidak jarang hal-hal yg sebenarnya sepele bisa memicu perdebatan kusir nan fatal, so.. yang kecil ga usa dibesar besarkan, kalo bisa rebutan ngalah dan rebutan minta maaf dl sm pasangan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah banyak banget mbak ayamnya :O
      WS juga dulu banyak pelihara ayam, ayam pelung dll....
      tapi semenjak dulu merebak virus flu burung ayam2nya dipotong/dijual n gpernah pelihara lagi...

      Sssssiiiipppppp top markotop :)
      setuju deng mba, rebutan minta maaf itu keren sekaliiiiii

      Delete
  14. ayam manohara Keren
    tapi lebih keren manohara yang asli ... Hehehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kalau manohara yang asli jangan diwarnai pakai cat warna-warni ya mas hehehe...
      Manohara sekarang kemana ya ?? ko udah ga nampak lagi ??? (nyambung ke gosip)

      Delete
  15. setuju dengan 2 point kesimpulan artikelnya mas, saya lebh memilih menghindari atau mengalah dari perdebatan & membuka jalur berdialog terbuka agar bisa saling memahami satu sama lain.
    btw, lucu yak ayamnya, gemes,wkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang lucu mas...saking gemesnya kalau anak-anak ada yang beli itu anak ayamnya suka banyak yang dipencet-pencet ato dicekik sampe mati, kasian juga sih sama ayamnya...mati gara2 kelucuannya hheu...
      iya mas, terima kasih, kita sama2 setuju...kalau begitu mari kita pertahankan dan laksanakan terus hehehe

      Delete
  16. whahahhaha aku malah baru tau itu namanya ayam manohara,,
    kasian sih emang kalo liat ayam diwarna-warnain gtuh .
    hiks ..
    apalagy yah kalo dsni ada tuh ayam yang dipencet gtuh,
    ditaikin ke sepeda eh di jatuhin lagi
    kejam . anak kecil sudah mengenal kekerasan >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. oia setuju tuh, pria sejati memang harus mengalah .
      #eeh .

      ga deh,.. peace ah .

      iya bener kang,, jangan perbesar masalah yang sebenarnya sepele .

      Delete
    2. iya ya mbak...anak kecil sekarang kayaknya memang banyak yg sadizz :(
      tapi mungkin itu karena memang mereka blum ngerti...ortunya yang harus mengarahkan n ngajarin berkasih sayang pada semua termasuk pada binatang (cieh belajar ceramah hehe)...
      hatur tengkyu mbak :D

      Delete
    3. tapi makin cantik tuh ayamnya warna warni seperti pelangi hehehe

      Delete
    4. tapi kalo cewek mah badannya diwarna-warniin malah kliatan aneh ya mang :D

      Delete
  17. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam blogger juga mbak :)

      iya mbak, memang kasihan ayamnya, warna bulunya juga jadi menyalahi kodrat hehe

      Delete
  18. sobat,, unik-unik sangat anak ayam ni,,
    bagi-bagi lahh :(
    jadi kepingin pelihara sepasang ni :)
    kalo dicat sendiri bisa dak kira2 ni :)
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa mas pake cat air atau crayon hehe

      nanti deh aku kirimin ayam manohara yang elektrik ya :D

      Delete
  19. Yang pasti saya setuju dengan no. 2 diatas kang.. trus.. dimana tuh bisa mendapatkannya.. kok tertarik juga rasanya.. haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dimana aja boleh kang :D
      tertarik pelihara ayam manohara kang ??
      tapi jangan di silet2 ya hehe

      Delete
  20. hehe... lucu juga sampe itu ayam-ayam dapat nama Manohara :)

    oh iiya salam kenal, senang bisa bertemu dengan sesama Blogger dari Sumedang, saya dari Cimalaka :)
    salam persahabatan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal n salam persahabatan juga ya teh de widiani...
      wah dari sumedang juga ya ???
      cimalakanya sebelah mana teh ?? :O
      ehehe iya ya teh, WS juga suka atoh kalo ktemu yang sama2 dari sumedang th...
      hatur nuhun ya teh uda mampir di blog ini :)

      Delete
    2. Muhun sami-sami... :)
      Rorompok di Citimun, dupi kang admin WS linggih dimana? :)

      eh, hatur nuhun pisan Followna, atos di FollBack nembe di #31,
      keep posting yahh, biar Sumedang bisa terkenal di seluruh dunia, hehe

      Delete
    3. heeee iya teh, memang itu visi dan misi WS (hadeuh) pengen lebih mengenalkan Kabupaten Sumedang ke temen2 di dumay semua hehe...

      hatur nuhun follbackna teh :)

      wah citimun teh ?? WS juga dulu tinggal di citimun, pami ayeuna mah di panteneun...yeh gening tatanggian nya :D

      Delete
    4. ohh.. geuningan... kantos di Citimun? kapungkur di Citimun na palih mana?
      eh punten janten kepo, hehe

      Delete
    5. Di perum bumi kiara indah teh...
      dupi eteh citimun na palih mana ??
      ehehee punten kepo oge :D

      Delete
    6. Oh... caket pisan atuh, tiasa dijugjg ku mapah ka perum mah :)
      Abdi di Sukatani, manawi terang Masjid An-Nur anu di pinggir jalan, rorompok rada teras ka palih wetan na deui, hehehh

      Delete
    7. wah ??? terang teh, juma'tan oge WS sok di mesjid eta....ayeuna mah tos direhab nya teh mesjidna ?? tah WS di perum mah basa jaman2 mesjid An-Nur teu acan direhab..
      padahal mah caket pisaaaan nya teh hehehe...

      Delete
    8. oh berarti tos lami ya, ngalih ti perumna, soalnya kan masjid direhab na atos lami...
      hehe... muhun, ternyata.. geuningan... :D

      Delete
    9. muhun teh, tos lami pisan hehehe...pami teu lepat mah jaman2 SMP bade ka SMA ngalih na teh :D

      Delete
  21. Waduh sorri Kang, anakku barusan beli anak ayam, dan burung yang diwarnai bulunya. Jadi yang sadis bukan anak2, yang sadis yang jual itu dipasar. kata anakku hei, burung ajaib,..bulunya warna warni kayak pelangi..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahhh super sekali mas...
      WS setuju banget kalo itu :D
      memang kadang manusia itu aneh2 caranya demi untuk mencari uang...
      bahkan ga segan dengan cara menyakiti makhluk hidup lain...padahal kalau dirinya sendiri badannya dicat warna-warni pasti ga mau kan ya...ckkkckckck..
      terima kasih mas boku :)

      Delete
  22. hahha ada ada saja nih sobat artikelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. heee uda bingung soalnya mas mau nulis apa lagi :D

      Delete
  23. mengalah bukan berarti kalah ya mas,
    ayam manohara baru tahu nama ini meskipun di sini ada juga yang model seperti ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas :)
      iya kalau disini namanya ayam manohara mas hehehe
      kalau di tempat mas namanya apa ?? beda nama mungkin ya

      Delete
  24. kalau mengalah untuk prinsipnya mundur dulu untuk menang, adagium ini bisa diambil contoh dari tarik tambang yang menang kan yang mundur tho

    ReplyDelete
    Replies
    1. heee setuju mas...yang kalah justru yg maju ya :D
      suuuper sekali mas

      Delete
  25. Ayam Manohara? lucu ih:3

    ReplyDelete
  26. haha ponakan saya tuh sukanya beli ayam manohara di sekolahan, saya pikir, kok tega ya abangnya warnain anak ayam nya, tapi lucu sih,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob...saya juga kadang berpikir gitu, kok tega abangnya warnain, karena itu juga nanti kalau ayamnya sudah besar warnanya jadi gak jelas gitu hehe...macem2 cara sekarang buat dapat duit yang penting halal ya :))

      Delete
  27. imut dan warna warni ayamnya. bikin gemas aja. heee :D

    ReplyDelete